Ini Bukan Lebay!

12 Juni 2012 01:25:59 Dibaca :

Matius 5:5 ITB  Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.


Mat 5:5 KJV  Blessed are the meek: for they shall inherit the earth.



Lemah lembut itu jauh dari pengertian tidak berdaya, pengecut, menyerahkan segala hak kita begitu saja atau kepicikan, selalu mengalah dan kalah. Lemah lembut itu sama sekali tidak sama dengan lemah gemulai. Lemah lembut itu adalah lawan kata dari kasar, marah dan dendam. Lemah lembut berarti tidak mudah terprovokasi untuk cepat marah, tidak menjadi orang dengan “sumbu pendek”. Lemah lembut itu lebih kepada perkara inner seseorang daripada perkara eksternalnya, lebih dekat kepada hati seseorang daripada fisiknya.

Lemah lembut tidak sama dengan lebay

Perhatikan bagaimana Yesus juga menuntut hakNya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Yohanes 18:23). Atau Paulus: "Tanpa diadili mereka telah mendera kami, warganegara-warganegara Roma, di muka umum, lalu melemparkan kami ke dalam penjara. Sekarang mereka mau mengeluarkan kami dengan diam-diam? Tidak mungkin demikian! Biarlah mereka datang sendiri dan membawa kami ke luar." (Kisah 16:37)

Sedangkan Yesus adalah pribadi yang paling lemah lembut yang pernah ada, tetapi Ia sendiri tidak selalu dalam keadaan menyerahkan segala sesuatu begitu saja kepada orang lain. Dia yang akan memegang kemudi kebenaran untuk selamanya, masakan menyerahkan  itu kepada orang jahat? Sehingga Ia juga ada masanya akan membela hakNya demi kebenaran, demikian juga dengan Paulus. Namun orang yang lemah lembut selalu bersedia untuk mengalami penderitaan.

Kita harus membedakan kelemah lembutan dengan ke-lebay-an. Keduanya sangat jauh berbeda dalam operasionalnya. Menjadi lemah lembut, kita tetap kuat. Ilustrasi paling mudah adalah kuda liar yang sudah dijinakkan, kekuatannya masih sama tetapi sekarang ia serba terkendali dan bisa diatur. Kita tidak cengeng, mudah menyerah dan kurang semangat berjuang dengan menjadi lemah lembut. Sama sekali tidak.

Lemah lembut adalah bukti dari kebesaran jiwa kita

Kelemah lembutan membuktikan bahwa jiwa kita tidak kerdil. Kita bisa toleransi meskipun standar kita sangat tinggi, kita bisa mendengarkan meskipun kita adalah pemimpin besar, kita bisa memberi meskipun kita sangat berhemat, kita bisa mendengarkan masukan meskipun dari orang yang kita pimpin. Jiwa kita yang besar tampak dari kemampuan kita menampung banyak hal yang tak semestinya dan tidak dalam urutannya.

Jiwa itu benar seperti balon yang dapat diperbesar atau diperkecil, elastis. Kita memutuskan untuk menjadi pribadi yang bersumbu panjang atau pendek, itu adalah keputusan kita. Cobalah ukur kebesaran jiwa kita ketika kita berhadapan dengan mereka yang di”bawah” kita, ketika mendapat perlakuan yang tidak semestinya.

Lemah lembut berarti rela menderita karena percaya Tuhan akan bela

Kita tidak bisa mendiakan perlakuan yang tidak pantas yang diarahkan kepada kita, tetapi kita bisa membawa itu kepada Dia yang Maha Adil untuk memutuskan dan memberikan apa yang pantas bagi kita dan bagi mereka. Tetapi kita sendiri tidak perlu menjadi salah dalam memperlakukan orang lain. Dia tidak akan mengambil bagian Tuhan, justru ia sangat memercayai rencana Tuhan dan keadilanNya.

Lemah lembut menghadirkan damai sejati

Kita akan menjadi tenang menjalani segala sesuatu, tidak grasak-grusuk, tidak panik dan tidak stress, melainkan damai sejati menjadi milik mereka yang lemah lembut hatinya. Sebab bagi dia tidak ada yang terlalu kaku sehingga tidak bisa di stel lagi.

Terimakasih Tuhan, sebab janjiMu luar biasa bagi yang lemah lembut bahwa kamilah yang akan mewarisi bumi, yang akan memimpin dan berkuasa atas segala sesuatu. Bukan dengan kekerasand an dan cara sendiri kami mengambil alih kepemimpinan, tetapi dengan kelemah lembutan saja. Terpujilah Engkau kiranya atas semua contohan lemah lembut yang Engkau berikan. Hari ini saya akan memraktekkan kelemahlembutan ini dalam setiap aktifitas saya. Terpujilah Engkau selamanya. Amen.

Togar Sianturi

/togarsianturi

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Jesus' Disciple|Frieda's Husband|Faithlene's Daddy|GKDI Manado Pastor|Life Coach
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?