Sugiyanto Hadi Prayitno
Sugiyanto Hadi Prayitno Pensiunan pns

Pensiunan PNS, penulis fiksi. Menulis untuk merawat ingatan.

Selanjutnya

Tutup

Puisi | Suka-suka Saya Memaknai Korupsi

8 Juni 2017   16:58 Diperbarui: 8 Juni 2017   17:03 9 0 0
Puisi | Suka-suka Saya Memaknai Korupsi
Abstract-Expressionism

cara saya memaknai ‘saya’

saya Indonesia dan saya Pancasila
begitu seseorang kencang bersuara
hari-hari lalu, tegaskan dan tegakkan
namun
saya ingin betul sesiapa menerangi nurani
dengan cahaya keindonesiaan hari ini
lalu membacanya
dengan sepenuh tekat Pancasilais sejati:
saya Indonesia dan saya tidak korupsi.

***

derita orang-orang kalah

kalah itu lumrah, ada kawan mata merah
 dihujatnya semua semata pendusta
 lupa ia menunjuk diri sendiri siapa.

sakit hati itu perih, semua arah merintih
 juga wajah berlumut waktu membeku
 kini di dalam sel didera sesal, kelu.

politik mengubah aneka satwa jadi maling
 koruptor segarang singa, setangguh buaya
 yang lain membebek amin, beraroma massa.

tapi kalah itu langkah betapa malu
 korupsi meracuni pikir dan akal sehat kita
tak terkira perih, tak terkata duka.

***

ihwal politik hingga maling

ada yang bilang ‘politik tidak busuk’
tentu saja, sebab yang busuk politikus
ada yang bersikeras ‘masuklah ke parpol’
tentu saja, itu lapangan kerja untuk kaya

ada yang bilang ‘maling teriak maling’
aneh, sungguh tidak ada yang berteriak apapun
pabila maling berteriak pun, karena kena gebuk
pasti sekadar rintih ‘ampun, ampun, ampun’

maling itu malang-melintang pada setiap tikungan
mereka mampu berubah jadi benalu atau kupu-kupu
tapi jangan sempat silap mata, terlebih tertipu
camkan ini: maling punya seribu muslihat, sejuta khianat.

Cibaduyut, 8 Juni 2017

Gambar