Sandiaga, Anies, Mardani, Agus Adalah Korban Gengsi Politik SBY dan Prabowo

23 September 2016 22:51:35 Diperbarui: 23 September 2016 23:12:25 Dibaca : Komentar : Nilai :

Paska ditetapkannya AHOK-DJAROT menjadi pasangan calon Gubernur DKI olehPDIP, Golkar, Hanura dan Nasdem yang notabene diidentikkan dengan “Poros Megawati” maka peta politik DKI Jakarta kembali memanas dan cenderung “linglung” alias tidak jelas.

Gerindra misalnya yang jauh-jauh hari sudah mendeklarasikan pasangan Sandiaga-Mardani akhirnya “goyah” dan “linglung” seakan tidak percaya diri. Akhirnya poros yang dikenal dengan “Poros Prabowo” ini menelan ludah sendiri dengan secara tiba-tiba menggantinya dengan pasangan “Anies-Sandiaga”. Keputusan ini cukup aneh dan controversial karena harus mengorbankan 3 orang sekaligus yaitu:

Pertama adalah Mardani selaku kader PKS yang diusung sebagai calon wakil Gubernur. Suka atau tidak suka, diakui atau tidak, pasti MArdani dan PKS sangat kecewa karena kader kebanggaannya di reject oleh Poros ini. Namun mereka pura pura tegar dan mengaku legowo, dengan iming-iming akan menjadi ketua pemenangan pasangan ini. Saya kira konsituen PKS di akar rumput akan sulit mendukung penuh pasangan ini. Sungguh terlalu dipaksakan.

Kedua, Sandiaga S.Uno selaku kandidat calon Gubernur yang sudah digadang dari 6 bulan lalu dan sudah mengeluarkan banyak dana untuk pencitraan dan kampanye, ternyata di tikungan terakhir harus gigit jari dengan diputuskanya nama Anies Baswedan sebagai calon Gubenur dari “Poros Prabowo” ini. Saya kira Sandiaga sangat kecewa dengan keputusan ini, namun demi menutupi rasa malu maka ia harus tetap menerima posisi wakil Gubernur ini. Istilahnya daripada “kalah banyak” mendingan mengalah saja dan tetap sabar dan pura-pura kuat.

Ketiga, Anies Baswedan. Bagi saya Anies ini adalah sosok penting yang gagal faham peta politik tingkat tinggi. Dia merasa dijunjung dan dihargai oleh “poros Prabowo” yang dulu semasa Pilpres menjadi "musuh politiknya" namun sekarang malah merangkulnya dengan segala alasan. Anies hanyalah “pion”yang dijadikan alat perjudian ambisi politik poros ini. Karena harus di ingat, jangan pernah bermimpi untuk menjadi sesuatu apabila anda tidak pernah berinvestasi. Jangan berkhayal bisa menang dalam Pilkada DKI ini hanya karena anda mantan mentri atau hanya dikenal intelektual santun...sesungguhnya anda sedang menggali kubur sendiri. Anda harus ingat, kemana arah angin politik Jokowi...itulah arah angin politik anda sesungguhnya. Karena Anda memang satu gerbong dengan Jokowi. Pilihan ini dipastikan akan menjadi catatan noda dalam CV anda.

Sementara itu, “Poros SBY” juga memakan korban yang sangat tidak diduga-duga sebelumnya yaitu putra SBY sendiri yakni Agus Harimurti Yudhoyono. Di detik-detik terakhir, sempat muncul nama Sandiaga, Anies, Yusril dan Agus, akhirnya “Poros SBY” yang disokong oleh partai PKB, PPP, PAN dan Demokrat mengajukan nama AGUS-SYLVI sebagai pasangan calon Gubenur dan Wakil Gubernur DKI. Sebuah keputusan yang sangat mengejutkan banyak pihak dan diluar kalkulasi banyak pengamat.

Mengapa Agus dianggap sebagai korban “Poros SBY”? saya kira kita semua tahu bahwa Agus Harimurti Yudhoyono merupakan anggota TNI aktif berpangkat Mayor yang memiliki karir cemerlang dan berpotensi menduduki jabatan tertinggi di TNI. Namun mengapa harus mengorbankan diri demi Pilkada DKI? selain ia harus pensiun dini dari TNI, ia juga tak berhak dapat pensiun. Sungguh sayang dan percuma perjuangan meraih prestasi selama 15 di TNI seakan sia-sia. Semua ini saya rasa demi ambisi politik SBY dengan kalkulasi yang dimilikinya.

Wahai Anies, Sandiaga, Agus, dan Mardani….sesungguhnya anda-anda adalah korban perseteruan adu gengsi 2 poros politik saat ini yakni Poros SBY, dan Prabowo. Selamat menjadi “Pion-Pion Catur” yang senantiasa digerakkan oleh sang pemilik modal dan pemilik gengsi….he he he. Semoga perjudian ini berhasil....he he he

Ini sekedar analisis jalanan…gimana pandangan dan analisis Anda?

Sholehudin Abdul Aziz

/sholehudinaaziz

TERVERIFIKASI

Perjalanan hidupku tak ubahnya seperti aliran air yang mengikuti Alur Sungai. Cita-citaku hanya satu jadikan aku orang yang bermanfaat bagi orang lain. Maju Terus Pantang Mundur. Jangan Bosan Jadi Orang baik. Be The Best.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
FOKUS TOPIK KOMPASIANAA
Featured Article