Hijau

Komunikasi dan Lingkungan

11 September 2017   15:30 Diperbarui: 11 September 2017   15:36 449 0 0

Pada tulisan ini saya akan menulis tentang komunukasi dan lingkungan. Komunikasi memiliki peran yang cukup penting menyangkut tentang lingkungan. Komunikasi mengenai lingkungan telah mulai mengingkat, dari penelitian di lapangan sampai pada praktek komunikasi sudah mulai banyak berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global telah terjadi disekitar kita dan sudah banyak kalangan yang mengerti dan sadar tentang pentingnya memperlakukan lingkungan dengan baik. Komunikasi lingkungan yang ada juga sudah berkembang setap sesuai dengan perkembangan jaman. 

Dampak dari perubahan lingkungan yang terus berubah juga telah mempengaruhi pola kehidupan manusia dalam berkomunikasi, mulai dari cara berpikir kita, apakah makan yang telah kita makan terhindar dari bahan-bahan kimia yang membahayakan kesehatan, atua bagaimana efek kaca yang kita produksi akan mempengaruh kehidupan sehari-hari. Kesadaran publik tentang lingkungan semakin banyak diperbincankan oleh masyarakat. Kesadaran pada kondisi lingkungan ini menjadi salah satu cara untuk nantinya mencegah terjadinya bencana atau fenomena alam yang dapat merugikan manusia.

Studi yang bersangkutan dengan lingkungan untuk saat ini sudah cukup dimintai. Studi lingkungan ini sendiri muncul dengan membentuk kesadaran masyarakat untuk dapat menjaga dengan merawat kondisi alam. Seiring dengan bertambanhnya jumlah orang yang mengadari apabila pengetahuan kita tentang alam dan perilaku kita terhadap lingkungan tidak hanya hanya bergantung pada ilmu ekologi, tetapi masalah pada lingkungan juga dipengaruhi oleh hal-hal lainnya seperti debat publik, representasi media, web dan lainnya. 

Beberapa hal tersebut kemudia memunculkan tiga tema, (1) komunikasi manusia adalah bentuk simbolis, (2) akibatnya, kepercayaan, sikap, dan perilaku yang memiliki hubungan dengan alam dan masalah  lingkungan dimediasi dan atau dipengaruhi oleh komunikasi, (3) ruang publik muncul sebagai ruang diskursif untuk berkomunikasi tentang lingkungan. Dari ketiga tema ini sendiri terlihat beberapa suara yang beragam tentang lingkungan dan praktek komunikasi yang terlibat di dalamnya.

Studi tentang komunikasi lingkungan mencakup beberapa topik secara luas, sejumlah penelitian, publik dan praktek profesi yang masuk ke dalam tujuh bidang lainnya. Fokus yang kemudian muncul dalam studi ini sendiri apa pada peran komunikasi dalam ruang lingkup lingkungan yang luas. Studi ini sendiri meliputi retorika dan wacana lingkungan, media dan jurnalisme lingkungan,  partisipasi publik dalam diskusi tentang lingkungan, kampanye advokasi, resolunsi konflik, dampak komunikasi dan representasi lingsungan. Berikut, penjelasan singkat dari tujuh bidang ini:

1. Retorika dan Wacana lingkungan, studi retoris tentang komunikasi lingkungan muncul sebagai sebuah fokus pada bidang yang baru. Salah satu bidang studi yang luas mencakup tentang permasalahn lingkungan dan bisnis kampanye. Retoris pada studi ini terbagi dalam dua area baru, pertama mode persuasi pragmatis dari individu dan grup untuk komunikasi lingkungan bersama, kedua retoris kritis yang menantang wacana dominan tentang alam dan manusia.

2. Media dan Jurnalisme lingkungan, pada bidang ini media memiliki peran penting dalam membentuk sebuah berita, iklan dan lainnya yang dijadikan sebgai sebuah potret dari lingkungan. Media akan menciptakan dampak atau memberikan efek kepada orang. Media dapat membentuk pemikiran amsyarakat tentang lingkungan. Media melakukan sebuah pembentukan dengan melakukan agenda setting dan framing pada berita yng mereka produsi.

3. Partisipasi Publik dalam Diskusi Tentang Lingkungan, partisipasi dari masyarakat ini sendiri tentang lingkungan dapat menimbulkan sikap kerjasama untuk saling merawat lingkungan. Kerjasama dari masyarakat ini sendiri nantinya dapat memperbaiki kondisi atau menjaga lingkungan dengan baik.  

4. Kampanye Advokasi, pertumbuhan yang cukup cepat dalam hal edukasi masyarakat tentng lingkugan sudah semakin berkembang, dikarenakan para ilmuwan iklim yang mengkhwatirkan tentang kondsi alam, khusunya pemanasan global. Bidang ini disebuat juga dengan pemasaran sosial yang memiliki tujuan untuk merubah sifat atau prilaku orang untuk kepentingan lingkungan. 

5. Kolaborasi Lingkungan dan Resolunsi Konflik, permasalahan yang muncul pada iklim membentuk sebuah partisipasi dari masyarakat dalam menyelesaikan sebuah permasalahan lingkungan. Berbagai alternatif cara untuk mencari solusi oleh peneliti didapatkan dari inspirasi kelompok masyarakat yang berhasil dalam menjalanan kerjasama menyelesaikan masalahnya.

6. Dampak Komunikasi, dalam bidang ini peran komunikasi dapat dilakukan saat terjadi sebuah permasalahan yang menyebabkan sebuah kerugian bagi yang tida perduli. Studi pada bidang ini terbagi menjadi dua yaitu:

a). Keefektifan pesan komunikasi baru akan berhasil saat di dalamnya memiliki potensi yang memberitahukan bahwa akan adanya resiko kesehatan yang bisa terjadi. Metode seperti ini sendiri digunakan untuk resiko komunikasi dalam memberikan peringatan pada masyarakat.

b). Masyarakat mulai mengukur atau memperkirakan resiku dengan kebiasaan yang dikenal oleh kelompok tersebut. cara ini akan efektif dalam membantu memperingatkan masyarakat akan suatu bahaya atau ancaman berdasarkan apa yang mereka percaya.

7. Reperesntasi Alam Dalam Budaya Populer dan green markrting.Dalam studi ini menggunakan sesuatu yang modern atau baru menjadi salah satu cara yang efektif untuk memperingatkan masyarakat, seperti dalam sebuah gambar tentang alam, film atau musik. Cara ini dapat membentu sebuah kepedulian yanga ada pada dalam masyarakat pada lingkungan mereka.

Selanjutnya masuk dalam definisi dari komunikasi lingkungan itu sendiri. Fokus yang kemudian muncul ada pada simbol atau tanda yang kemudian masuk dalam komunikasi yang ada dalam masyarakat. Berikut adalah beberapa prinsip yang ada, pertama komunikasi manusia dalam bentuk tindakan simbolis. Kedua, kepercayaan kita, dan prilaku orang yang berhubungan dengan alam dan permasalahan lingkungan sebagai media dari komunikasi. Ketiga, ruang publik muncul sebagai sarana diskursif untuk berkomunikasi tentag lingkungan. Pada prinsip ini hubungan dari komunikasi, individu, dan ruang publik saling memiliki hubungan yang kemudian sampai pada permasalahan lingkungan.   

Daftar Pustaka

Cox, Robert. (2010). ENVIROTEMENTAL COMMUNICATION and The Public Sphere, Secone Edition. United State of America. SAGE Publication, Inc.