HEADLINE HIGHLIGHT

Rumitnya Proses Mengolah Tembakau

03 Oktober 2012 18:57:09 Dibaca :
Rumitnya Proses Mengolah Tembakau
pemupukkan, dengan cara melubangi tanah sekitar pohon, lalu menaburkan pupuk ke dalam lubangnya

Mengolah hasil tembakau tidaklah semudah dan sesederhana seperti hasil panen tanaman lain seperti padi, jagung ataupun sayuran lainnya. Diperlukan waktu panjang, ketelatenan dan juga kesabaran. Berikut beberapa langkah dari petani dan penggarap  sebelum mereka bisa meraup untung dari hasil panen tahunan tembakau ini.

1. Pemupukkan.

Langkah awal ini dilakukan sesaat sebelum menanam benih dan sesudah benih ditanam

2. Kira-kira 3 bulan, dimulailah panen pertama pada daun tembakau. Memanen daun tembakau tidaklah mudah, haruslah bertahap dari daun paling bawah hingga daun paling atas, dan itu memakan waktu yang tidak sebentar. Dari memanen daun pertama sampai daun terakhir dibutuhkan waktu antara 4 sampai dengan 4,5 bulan. Karena dalam satu batang pohon, daun tembakau dibagi dalam beberapa grid atau tingkatan. Tiap tingkatan itu menandakan kwalitas daun( petani Temanggung menyebut totol) dan biasanya itu terlihat dari warna dan teraba dari aromanya. Untuk aroma memang hanya orang tertentu saja yang bisa menentukan apakah aromanya cukup atau kurang. Dan semakin keatas, kwalitas daun akan semakin tinggi dan hargapun semakin mahal.

1349275979801108733
panen di awali dengan memetik daun yang paling bawah

a. Kwalitas A (Totol A) daun berwarna hijau, biasanya umur sekitat 3 bulan bisa mulai dipanen.

b. Kwalitas B (Totol B) daun berwarna hijau tapi sudah mulai terlihat warna kuning diantaranya

c. Kwalitas C (Totol C) daun berwarna kuning saja.

d. Kwalitas D (Totol D) daun berwarna kuning agak kemerahan

e. Kwalitas E (Totol E) daun berwarna merah namun masih ada semburat kuningnya

f. Kwalitas F (Totol F) daun berwarna kemerahan

g. Kwalitas G (Totol G) daun berwarna merah atau yang disebut juga mbako Srinthil (tembakau dengan kwalitas paling bagus dan berharga sangat mahal)

Sebenarnya Totol F dan G hampir sama warna daunnya yang membedakan hanyalah pada proses memperamnya dikemudian hari. Karena setelah dipanen, daun tembakau tidak bisa lantas diolah, harus melalui proses memperamnya (biasa disebut daun imbon atau daun yang telah di imbu).

1349285736188893351
diperam (diimbu) beberapa hari untuk mengurangi kadar air dalam daun
Dan tiap Totol, proses memperamnya pun berbeda-beda Totol A diperam 2 hari, B diperam 3 hari,C diperam 4/5 hari,D diperam 6/7 hari,E dan F maksimal diperam 9 hari. Adapun dalam memperam itupun haruslah tepat waktu, tidak boleh berkurang ataupun berlebih karena akan menentukan kematangan dan kebusukan daun.

3. Merajang

Sekarang para petani/penggarap tembakau telah dimudahkan dengan mesin pengrajang tembakau yang super cepat. Dibandingkan dulu yang merajang dengan system manual layaknya seorang yang merajang sayur. Kini dalam semalam mesin pengrajang itu bisa menghasilkan berkwintal-kwintal tembakau rajangan

1349276114425696364
mesin pengrajang
13492761841567869587
pisau atau gobang yang telah ditinggalkan para penggarap tembakau

4. Mencampur dengan gula pasir

Setelah dirajang, langkah selanjutnya mencampur dengan gula pasir, rata-rata dengan perbandingan satu kwintal tembakau dicampur 10 kg gula pasir. Tujuan mencampur rajangan tembakau dengan gula  pasir adalah untuk membuat lentur rajangan tembakau hingga nanti memudahkan proses penggulungannya. Dalam proses pengrajangan ini kadang ada penggarap yang “nakal” ingin mendapatkan untung banyak dengan mencampur rajangan tembakau itu dengan bahan pewarna khusus. Memang dari segi warna rajangan tembakau bisa sama dengan yang berkwalitas bagus, namun untuk aroma bisa tercium antara yang asli dan bercampur bahan-bahan lain.

1349284090481538117
rajangan tembakau dicampur dengan gula pasir
13492770702075902476
pewarna tembakau yang sering dipakai oleh penggarap yang

5. Nganjang

Nganjang adalah proses menata rajangan tembakau pada satu tempat yang dinamakan irig untuk kemudian dijemur. Perlu ketelatenan dan juga ketrampilan dalam proses ini. Karena ada cara khusus sebelum akhirnya rajangan tembakau itu tertata rapi di atas irig. Rajangan tembakau harus tetap rapi dan memanjang sehingga setelah kering mudah untuk digulung.

1349277276528007663
perlu kerapian, ketelatenan dan keseriusan pada proses ini karena rajangan tembakau harus benar-benar memanjang dan tidak terputus tiap irisannya

5. Menjemur

Dalam proses penjemuran, selain harus sering dibolak balik, para penggarap haruslah selalu waspada terhadap cuaca, jangan sampai jemuran tembakau ini terkena sedikitpun air(hujan) karena jika kehujanan rajangan tembakau itu akan membusuk, dan tembakau tidak layak jual.

1349284199577799706
cuaca panas sangat diharapkan

6. Pengembunan

Setelah dijemur dengan cukup kekeringannya, rajangan tembakau dalam irig itu ditaat dan ditaruh diudara terbuka  semalaman yang memungkinkan terkena embun pagi. Semakin dingin cuaca maka hasil rajangan tembakau itu akan semakin baik.

1349285011741175215
pengembunan

7. Pengepakkan (Momot)

Setelah proses pengembunan dirasa cukup, tibalah waktunya menata rajangan tembakau dan dimasukkan dalam keranjang tembakau.  Cara memasukkanpun tidak sembarang, ada beberapa langkah yang harus dilakukan penggarap, seperti menata terlebih dahulu lembaran-lembaran pelepah batang pisang kering yang nantinya digunakan sebagai penutup keranjang dan sebagainya. Adapun isi dalam satu keranjang bisa mencapai 40 sampai dengan 50 kilogram tembakau. Keranjangnya sendiri mempunyai berat kisaran 6 sampai 7 kilogram.

13492851611118041679
tatanan tembakau sebelum dimasukkan ke keranjang
134928599053580118
mempersiapkan keranjang
13492884581941865568
saatnya momot (memasukkan tembakau dalam keranjang)
Setelah selesai pengepakkan barulah penggarap itu bisa menjual tembakau pada tengkulak atau menjual sendiri pada gudang-gudang penerima hasil tembakau.
13492866511195434018
siap dipasarkan/ dikirim ke gudang penerimaan hasil panen
Inilah sedikit gambaran betapa rumitnya mengolah tembakau. Meski begitu, petani dan penggarap khusunya yang berada di daerah Temanggung banyak yang menggantungkan kehidupannya pada hasil tanaman musiman ini. Mereka selalu berharap hasil dari panen yang hanya sekali dalam setahun ini bisa menutupi kebutuhan selama setahun. Karena jika cuaca mendukung, kemarau yang sampai berdebu, hasil panen bisa dipastikan berhasil dan mereka meraup keuntungan yang tidak sedikit. Dengan mengulas sedikit dari jerih payah petani dan penggarap tembakau ini, ada harapan kepada pemerintah untuk memperhatikan kelanjutan hidup mereka. Karena selama ini dukungan pemerintah dirasa masih sangat minim kepada mereka. Padahal tidak bisa dipungkiri mereka telah menyumbangkan devisa yang besar pada negara.

***************

lereng Sindoro=Sumbing

Selsa

/selsa

TERVERIFIKASI (BIRU)

aku wanita biasa
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?