PILIHAN

Terobosan Baru dan Masa Depan Pertanian

15 Juni 2017 03:46:25 Diperbarui: 15 Juni 2017 03:53:25 Dibaca : 154 Komentar : 1 Nilai : 1 Durasi Baca :
Terobosan Baru dan Masa Depan Pertanian
riaubook.com

Sektor pertanian akhir-akhir ini mencuri pertanian banyak pihak tidak hanya para pemerhati dan pelaku sektor ini, namun pihak lainnpun menaruh perhatian dan ketergantungan pada sektor pertanian kedepanya. Pertanian tidak lagi dipandang sebagai kebutuhan mendasar untuk dikonsumsi namun ia sudah berubah menjadi alat/tools sebagai eksistensi suatu bangsa dan negara dimasa mendatang. Kekuatan sektor pertanian dalam memenuhi seluruh komponen kehidupan sangat berkaitan erat dengan kekuatan dan daya tahan aktor pertanian yatitu petani dan komponen lainnya dalam memaksimalkan seluruh potensi yang ada baik sektor hulu dan hilir. 

Pertanian ke depanya tidak biasa mengalir apa adanya dan bergulit pada berbagai permasalahan yang melanda, namun pertanian harus mencerminkan kekuatan hulu dan hilir dinamis dan mampu masuk dan menyesuaikan dinamika pasar global dan lingkungan perubahan. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan terobosan kegiatan dan program dalam upaya memacu pertumbuhan dan mengejar ketertinggalan dari berbagai aspek. 

Secara umum pertanian Indonesia belum menjadi sektor unggulan dan masih terkalahkan kontribusinya dengan sektor lainnya yaitu migas, industri dan jasa. Namun seiring dengan semakin langkanya ketersediaan sumberdaya migas karena terkait dengan menyusustnya fosil, maka sektor pertanian akan menjadi sektor alternatif sebagai sumber pengganti energi terutama dari bahan bakar nabati (BBN). Untuk itu menyikapi terhadap krisis energi nasional dan dunia tersebut, pertanian tidak bisa diabaikan dan dipandang sebelah mata dalam pengelolaanya karena menyangkut masa depan dan eksistensi kehidupan manusia. Ketergantungan pangan terhadap sektor pertanian adalah realita dan upaya untuk menyediakan keberlanjutannya adalah keniscayaan . 

Untuk itu perlu ide dan gagasan besar dalam membangun dan membangkitkan sektor ini melalui berbagai terobosan yaitu: (1) memperbaiki mekanisasi sektor pertanian yang selama ini masih dikelola dan berjalan manual atau tradisonal baik pada komponen di hulu dan di hilir. Mekanisasi pertanian yang modern tidak hanya meningkatakan nilai tambah, efisiensi, namun juga mampu meningkatkan hasil produksi yang maksimal melalui masa bercocok dan tanam yang lebih cepat atau tepat waktu. Hal ini menjadi sangat penting seiring dengan permintaan dunia terhadap pangan, mekanisasi pertanian yang modern sudah menjadi tuntutan baik di huu dan hilir, 

(2) Sektor pertanian tidak bisa dipisahkan dengan ancaman  dan kegagalan panen akibat bencana sehingga memapu memberikan kegugian yang besar terhadap petani, untuk itu dalam menghadapi situasi tersebut, seudah sewajarnya sektor pertanian melakukan isentif akibat kegagalan panen yaitu melalui asuransi pertanian. Kehadiran asuransi tidak hanya sebagai penjaga kerugian akibat bencana/kegagalan panen, namun sekaligus mampu menjaga keberlanjutan usahatani karena dengan dukungan asuaransi petani tidak akan kwatir untuk melakukan proses produksi, 

(3) ancamana lainya yang tidak kalah pentingnya adalah kegagalan panen atau produksi akibat tidak tersedia atau minimnya input produksi berupa supply air. Tahun 2015 menajdi pelajaran besar bagi pertanian secara nasional, dimana sepanjang bulan pada tahun itu terjadi kekurangan air akibat kemarau panjang yang kemudian berdampak pada gagal panen dan kerugian sangat besar bagi petani kemudian diikuti oleh inflasi beberapa komoditas. Untuk itu embung dan perluasanya menajdi alternatif dan atau mengantisipasi terhadap kemungkinan kemungkinan tersebut. Selain sebagai fungsi supply air embung juga mampu mengantisipasi potensi kegagalan panen, 

(4) aktivitas usahatani tidak terlepas dari ketersediaan input produksi salah satunnya adalah ketersediaan benih dalam jumlah yang dibutuhkan, kualitasnya bagus/hasil tinggi, harga terjangkau dan mudah untuk di dapatkan/dakses oleh petani sepanjang musim. Untuk itu pemerintah memiliki kewajiban dan tanggungjawab dalam ketersediaan benih tersebut  terutama benih-benih/bibit yang menjadi komoditas strategis atau unggulan wilayah masing-masing, 

(5) Jaringan irigasi juga merupakan komponen vital dan sangat berpengaruh terhadap hasil produksi, untuk itu secara nasional hampir 60% lebih kondisi infrastuktur jaringan irigasai nasional mengalami kerusakan baik sekunder dan tersier, sehingga hal mengakibatkan banyak kerugian terhadap aktivitas pertanian karena distribusi air tidak sesuai dengan yang dibutuhkan (water lossed). Untuk itu pemerintah harus serius dalam menangani sekaligus memperbaiki jaringan irigasi tersebut teruma untuk jaringan pangan strategis, 

(6) potensi sektor pertanian ternyata tidak hanya berada di wilayah wilayah optimal atau strategis, namun juga berada pada wilayah-wilayah perbatasan terutama pada 7 negara yang berinteraksi langsung dengan Indoensia. Selain untuk meningkatkan nilai tambah dan perbaikan ekonomi masyarakat perbatasan, pengoptimalan pembangunan pertanian di daerah perbatasan akan mampu mengurangi bahkan menutup kemungkinan ketergantungan masyarakat perbatasan dengan luar negeri. Untuk itu upaya pembangunan sektor pertanian di daerah perbatasan harus menjadi program prioritas dimasa mendatang, 

(7) sumber kontribusi dan potensi devisa negara dari kelapa sawit tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa secara nasional keberadaan kelapa sawit menajdi faktor pertumbuhan baru ekonomi daerah-daerah melalui program transmigrasi, namun upaya untuk memaksimalkan dari petensi kelapa sawit tersebut perlu dilakukan langkah integrasi sawit dengan jagung sebagai sumber pakan ternak potensil nasional. Pada sisi lain telah berjalan aktivitas integrasi antara kelapa sawit dan ternak dan hal ini sudah berkemabng namun perlu perluasan lagi dalam upaya menjaga kebutuhan daging lokal, 

(8) impor komoditas strategis selama ini menjadi sumber permasalahan terutama padi, jagung, kedelai, cabai, bawang dan daging. Untuk itu pemerintah berupaya dalam penekanan jumlah impor atau menutup kran import terhadap 6 komoditas tersebut melalui program swasembada dan bahkan memilki target menjadi lumbung pangan dunia. Memang bukanlah pekerjaan yang mudah namun langkah awal harus ditenpuh dan dimulai untuk mencapai keinginan tersebut, 

(9) peningkatan indek pertanaman (IP) yang ditargetkan menjadi IP 1,73 juga menjadi program terobosan Kementan saat ini. Tentu dibutuhkan dukungan riset berkelanjutan dalam upaya meningkatkan IP tersebut dan melibatkan berbagai stake holder dalam mencapainya karena rata-rata nasional IP masih di bawah standar yang diharapkan, 

(10) semakin kritisnya fungsi lahan optimal akibat jenuh oleh bahan-bahan kimia baik pupuk dan obat serta alih fungsi lahan yang semakain masif karena dorongan pertumbuhan sektor non pertanian (industri dan kontruksi), maka pemanfaatan lahan sub optimal menjadi salah satu alternatif dalam upaya menjaga keberkanjtan swasembada pangan. Untuk itu melalui program pengembangan lahan rawa dan lebak pemerintah harus mampu melaksanakannya dengan dukungan teknologi dan anggaran yang memadai karena pengelolaan dan penanganan lahan ini sangat mahal terutama pada fase-fase awal, 

(11) laju pertumbuhan penduduk dan kebutuhan akan sumber protein hewani semakin meningkat dan tidak bisa dihindari, untuk itu ketersediaan dan supply daging menjadi mutlak. Untuk itu pemerintah menempuh langkah srategis selain bertujuan menekan laju import terhadap daging sapi namun juga sekaligus membangkitkan peternak-peternak nasional menggulirkan program sapi indukan wajib bunting yang terkenal dengan istilah SIWAB. Ini merupakan program terobosan sekaligus menantang berbagai pihak terutama para peternak dan peneliti untuk memujudkannya dengan target 1,5 juta ekor per tahun, 

(12) program selanjutnya yang harus ditemph oleh pemerintah berkaitan dengan sektor hilir adalah, menumbuhkan toko tani Indonesia (TTI) secara nasional. Program ini harpakan mampu menjawab permasalahan sektor pertanian selama ini yaitu nilai tambah yang rendah terhadap hasil pertanian sekaligus akan memperbaiki tingkat harga di tingkat petani dan ada kepastian pembelian pasar. Toko tani harus mampu menjawab keinginan-keinginan pasar  baika dari sisi harga yang kompetitif dan kualitas yang baik, dengan demikian pasar tani merupakan bagian/organ dari aktivitas pertanian secara nasional  sekaligus menjadi kebutuhan pasar domestik dan dunia dimasa mendatang.

Berbagai program terobosan tersebut dalam tataran operasionalnya tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan selain dihadapkan pada permasalahan teknis pemerintah juga menghadapi masalah non teknis pada tataran petani dan seluruh stake holder pembagunan pertanian terutama terkait dengan kultur usahatani, pengetahuan dan aspek-aspek soaial lainnya yang mengiikat. Paradigma baru pembanguna pertanian harus ditumbuhkan dan digulirkan di masyarakat, bahwa sektor pertanian adalah sumber kehidupan dan eksistensi sekaligus masa depan Indoensa.

Mr Sae

/sae

TERVERIFIKASI

Aktivis Kemasyarakatan dan Pemerhati Kebijakan
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL hijau green

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana