Kenangan Belajar Meliput di SEA Games 2011

16 Desember 2013 00:35:58 Diperbarui: 23 Juni 2015 20:53:23 Dibaca : 106 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :
Kenangan Belajar Meliput di SEA Games 2011
13871442641544172554

Selebrasi gol penggawa Indonesia di SEA Games 2013 (www.kompasiana.com/roelly87)
Sore ini, Senin (16/12) di Stadion Thuwunna, Yangon, tim nasional (timnas) Indonesia U-23 akan menghadapi duel "Hidup Mati" versus Myanmar. Ya, pertandingan itu akan menentukan langkah Indonesia U-23 untuk lolos ke semifinal SEA Games 2013 cabang sepak bola. Syaratnya, tim berjulukan "Garuda Muda" itu harus mengalahkan tuan rumah Myanmar. Sebab, Andik Vermansyah dan kawan-kawan baru meraih empat poin sehingga berada di bawah Thailand dan Myanmar dalam klasemen sementara Grup B. Lantaran  pada tiga pertandingan sebelumnya, Indonesia U-23 hanya menang tipis atas Kamboja, skor 1-0, dikecundangi Thailand (1-4) dan imbang dengan Timor Leste (1-1). Tak pelak, kemenangan merupakan harga mati saat menghadapi Myanmar. Seri atau kalah, skuat asuhan Rahmad Darmawan itu akan tersingkir. Menyaksikan konstelasi tersebut, membuat pikiran saya melayang pada kenangan dua tahun lalu. Tepatnya ketika Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games 2011 di Palembang dan Jakarta. Saat itu, saya bersama beberapa kawan Kompasianer menjadi saksi bisu kegagalan Indonesia U-23 merebut medali emas yang pertama sejak 1991. Lantaran, "Garuda Muda" hanya menjadi runner-up usai di final takluk dari Malaysia melalui adu penalti, skor 3-4 di Gelora Bung Karno (GBK). Ya, SEA Games 2011 merupakan salah satu momentum berkesan sepanjang seperempat abad saya mengarungi hidup. Bukan hanya sekadar menyaksikan langsung permainan Indonesia U-23 di GBK. Melainkan, karena saya mendapat kesempatan untuk belajar meliput suatu peristiwa sebagai seorang blogger di Kompasiana (Kompasianer). Itu semua berawal dari ajakan dua sahabat Kompasianer senior, Hazmi Srondol dan Dian Kelana. Selain Bang Srondol (panggilan akrab saya kepada Hazmi Srondol) dan Pak Dian, juga bergabung beberapa sahabat Kompasianer lainnya, yaitu Joshua, Achsin, dan Yusep Hendarsyah, serta penulis buku politik, Shulhan Rumaru. Saat itu, kami menyaksikan berbagai pertandingan SEA Games yang ada di Jakarta, khususnya sepak bola dan bulu tangkis. "Minum air harus ingat sumbernya". Adagium lawas itu berlaku bagi saya pribadi yang mendapat banyak pelajaran tak ternilai harganya yang hingga kini masih terpakai dalam pekerjaan sehari-hari. Sebab, sejak mengikuti event olahraga dua tahunan itu, saya bisa bisa mengetahui cara membuat tulisan cepat yang langsung di-posting di Kompasiana beberapa menit seusai pertandingan berlangsung. Lalu, memotret momen penting, berinteraksi dengan penonton, panitia, dan pemain. Serta, bagaiamana kami harus bersusah payah mengejar narasumber di ruang media. Kebetulan, kami mendapat fasilitas berupa id card dari salah satu operator terkemuka di Indonesia, Indosat, yang saat itu menjadi sponsor SEA Games 2011. Itu terjadi setelah Indonesia U-23 berhasil menyingkirkan rival abadinya, Thailand, skor 3-1. Puncaknya ketika saya harus menyaksikan wajah-wajah lesu dari beberapa penggawa timnas usai kekalahan dari Malaysia. Kini, dua tahun telah berlalu. Meski sang tempo begitu cepat berubah yang tentunya juga ikut memengaruhi suasana. Namun, persahabatan saya dengan Bang Srondol, Pak Dian yang baru merayakan ulang tahun (Selamat ultah Pak), Joshua, Bang Achsin, Pak Yusep, dan Bang Shulhan  tetap terjaga dengan baik. Ya, mereka, admin yang menggawangi Kompasiana, dan beberapa Kompasianer lainnya yang turut berbagi suka-duka baik di dunia maya maupun nyata, merupakan sahabat. Dan, pepatah mengatakan, tidak pernah ada kata "mantan" untuk sebuah persahabatan.

*      *      *

13871443911361194722
13871443911361194722
Joshua, Hazmi Srondol, Achsin, dan Dian Kelana

*      *      *

13871444441043485073
13871444441043485073
Yusep Hendarsyah, Hazmi Srondol, Shulhan Rumaru, dan Joshua

*      *      *

1387144494941206645
1387144494941206645
Memposting tulisan langsung dari Stadion GBK

*      *      *

1387144556564144351
1387144556564144351
Dua tahun lalu, Indonesia sukses mengalahkan Thailand...

*      *      *

13871446011075242694
13871446011075242694
Euforia masyarakat menyaksikan penggawa

*      *      *

13871446481455358103
13871446481455358103
Kenangan manis di SEA Games 2011 sayangnya Indonesia gagal juara...

*      *      *

Sebelumnya: - Pudarnya Semangat Nasionalisme Penonton, Hanya karena Seorang David Beckham - Dampak Sosial dari Pagelaran SEA Games 2011 - Malaysia Juara Sepak Bola SEA Games 2011: Pupus Sudah penantian Panjang Masyarakat Indonesia Selama 20 Tahun - Hajar Vietnam 2-0, Indonesia Bertemu Malaysia di Final SEA Games 2011 - Taufik Hidayat: Indonesia Pasti Juara SEA Games! - Menyaksikan Langsung Parade Obor SEA Games 2011 di Jakarta - Ketika Sepak Bola Tinggal Kenangan - Tenggelamnya Tiang Gawang Kami

*      *      *

Foto-foto merupakan koleksi pribadi (www.kompasiana.com/roelly87) - Jakarta, 16 Desember 2013

Choirul Huda

/roelly87

TERVERIFIKASI

Penulis di Kompasiana (Kompasianer) yang hobi reportase untuk menulis catatan harian, musik, olahraga, fiksi, dan sebagainya. @roelly87 (www.roelly87.com)
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana