Mohon tunggu...
Bagus K. Anand
Bagus K. Anand Mohon Tunggu... Mahasiswa -

Mahasiswa, penikmat kopi, perokok pasif, pecinta reggae, penghobi ngartun, pecinta damai. bagus.k.anand@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Becak, Riwayatmu Kini

11 Desember 2015   16:11 Diperbarui: 11 Desember 2015   16:28 300
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Becak jaman dulu kala"][/caption]

Becak merupakan alat transportasi beroda tiga yang dapat ditemukan di Indonesia dan juga sebagian negara Asia yang lain. Becak hanya bisa memuat maksimal 2 penumpang dan juga seorang pengemudi. Becak di Indonesia merupakan transportasi darat di Indonesia yang lahir pada tahun 1930-an.

Becak tidak terlepas dari masa penjajahan oleh Belanda dan Jepang di Indonesia. Pada tahun 1940, becak baru digunakan sebagai kendaraan umum. Becak mengalami perkembangan yang pesat saat Jepang mulai datang menjajah Indonesia. Yakni tahun 1942 becak menjadi satu-satunya alternatif terbaik transportasi di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Saat masa awal kemerdekaan Indonesia, becak berkembang dengan sangat pesat dan tersebar hampir di seluruh Nusantara. Bahkan becak bisa dibilang menjadi gojek-nya Indonesia pada saat itu. Hingga pada tahun 90-an, becak masih tetap menjadi alat transportasi favorit dan populer bagi masyarakat kalangan bawah hingga atas.

Tapi memasuki era 2000-an, becak mulai menghilang sedikit demi sedikit di bumi pertiwi. Bahkan pada saat itu, becak disingkirkan paksa oleh Pemerintah DKI Jakarta dengan alasan menjadi penyebab kemacetan dan juga cukup banyak kecelakaan lalu lintas yang disebabkan becak.

Lantas bagaimana pada saat ini ?

Setelah memasuki era 2000-an, kendaraan bermotor telah cukup banyak memasuki wilayah nusantara. Dan juga transportasi umum dengan kendaraan bermotor memang sudah mulai berkembang. Hal ini tentu saja akan mengurangi selera masyarakat untuk menggunakan becak sebagai transportasi umum.

Pada saat ini, becak juga mulai berkembang, yakni dengan hadirnya bentor (becak motor). Tapi kehadiran bentor sepertinya juga tidak bertahan lama, sama nasibnya seperti becak pada umumnya. Hal ini tentu menjadi beban tersendiri bagi bapak-bapak pengemudi becak.

Di tempat tinggal saya, yakni Kabupaten Kudus, becak juga sudah jarang ditemukan. Banyak pengemudi becak yang harus menjual becaknya dan mencari pekerjaan lain untuk menafkahi keluarganya. Tapi untuk beberapa tempat wisata, seperti menara Kudus, becak masih banyak ditemukan. Bahkan ada paguyuban sesama pengemudi becak di Menara Kudus, becak menara sering disebutnya.

Selain itu, untuk pasar-pasar tradisional masih lumayan banyak pengemudi becak yang ditemukan. Ya walaupun jumlahnya sangat lebih sedikit dibanding jaman dulu kala. Di sekolah-sekolah SD, SMP, SMA pun telah jarang ditemukan becak, beda pada jaman dahulu, sekolah sekolah juga menjadi tempat mangkal bagi pengemudi becak.

[caption caption="Becak di daerah Menara Kudus"]

[/caption]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun