Pical Gadi
Pical Gadi karyawan swasta

People Empowerment Activist | Phlegmatis-Damai| twitter: @picalg | picalg.blogspot.com | planet-fiksi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen highlight

Nasi Goreng Terakhir

20 Maret 2017   15:40 Diperbarui: 20 Maret 2017   15:51 340 14 10
Nasi Goreng Terakhir
gambar dari: http://lifestyle.okezone.com

“Sayang, bikin nasi goreng dulu dong. Laper nih…”

Surya memohon manja dari bawah selimut. Hari masih pagi benar. Dina, istrinya, yang sudah terbangun sejak tadi mengiyakan. Namun tatapannya sedingin embun di luar sana.

***

Di ujung dapur, Dina mulai menumis bumbu. Wangi bawang putih beradu dengan minyak panas menggelitik penciuman. Menyusul irisan daun bawang, irisan tomat, irisan cabe dan kacang polong ke dalam wajan. Aroma tumisan semakin menggugah selera. Setelah beberapa saat, dia menuang telur dan potongan-potongan sosis lalu mengaduk semua racikan tersebut dengan linangan air mata.

Kemudian semangkuk  nasi putih yang masih mengepul dimasukkan. Sembari membolak-balik masakan tersebut, Dina menggenggam gagang pisau dengan penuh amarah.

Sentuhan terakhir….

Dia lalu membelah dadanya sendiri dan mengeluarkan hati yang merah membara. Isi dadanya itu dicincang dengan kasar lalu ditaburkan ke atas nasi goreng yang hampir siap disajikan.

***

Nasi goreng pesanan Surya telah sedia di dalam nampan di atas tempat tidur. Sayangnya, dia itu tidak bisa mencicipi masakan tersebut. Sebilah pisau tertancap di atas dada telanjangnya. Tubuhnya dingin dan nyaris kaku.

Sementara itu, Dina terbaring di lantai kamar nyaris sama kakunya. Di sisinya, tergeletak telepon pintar Surya yang masih berpendar. Menayangkan video berulang-ulang, video telanjang wanita kawan kantornya sekaligus kawan akrab Dina.

---