HIGHLIGHT

Ann Romney, Kontroversi Calon Ibu Negara AS

16 April 2012 03:47:15 Dibaca :
Ann Romney, Kontroversi Calon Ibu Negara AS
Ann dan Mitt Romney

Nama Ann Romney mendadak menjadi sangat terkenal di Amerika saat ini. Sebelumnya tidak banyak orang yang tahu nama perempuan yang tepat berusia 63 tahun hari ini. Sebagai istri dari Mitt Romney, salah seorang bakal calon presiden dari partai Republik, sosok Ann tidaklah istimewa. Sama seperti istri-istri bakal calon lain yang setia mendampingi suaminya dalam berkampanye, just another face in the crowd. Kalau suaminya gagal maka wajahnya pun akan hilang dari peredaran. Kalau suaminya maju terus dalam babak primary, pemilihan pendahuluan internal partai, wajahnya akan mejeng terus di media massa. Itu pun masih hanya sebagai pendamping suami saja.

Nasib bagus ternyata terus mengikuti Mitt. Saat ini dari 13 bakal calon yang mulai bertarung 5 Mei 2011 lalu, hanya dia dan dua calon lain yang tersisa. Selain itu sejauh ini dia berhasil menempatkan diri sebagai bakal calon yang paling banyak mempunyai delegasi untuk babak final nanti. Sistem pemilihan calon presiden dari partai di Amerika ditentukan dari jumlah banyaknya dukungan dari semua delegasi yang hadir di konvensi nasional. Untuk partai Republik akan diadakan di Tampa, Florida tanggal 27 Juli nanti.

Sebanyak 2286 delegasi akan hadir dan akan memilih siapa calon presiden dari partai mereka. Untuk menjadi calon diperlukan minimal 1144 vote. Sejauh ini Romney sudah berhak mengirimkan 536 delegasi, 46% dari jumlah suara minimal untuk menjadi calon. Saingan terdekatnya hanya mempunyai 132 suara atau 11%. Bisa dibilang secara tak resmi Mitt Romney adalah calon presiden Amerika dari partai Republik untuk pmilihan presiden nanti.

Konsekuensinya, setiap statement Mitt diteliti dengan seksama oleh pihak lawan yaitu presiden Barrack Obama yang mencalonkan diri dari partai Demokrat. Termasuk statementnya dalam bidang ekonomi dimana Mitt menyatakan kalau dia mempunyai penasehat yang tepat soal ini yaitu istrinya sendiri. Ann Lois Romney. Di sini akhirnya apa dan siapa istri Mitt Romney ini menjadi pembicaraan nasional.

1334547769435757485
Hilary Rosen
Adalah Hilary Rosen, seorang penasehat kampanye Obama yang mengkritisi pernyataan ini. Di sebuah acara di stasiun TV CNN hari Rabu malam lalu (11/4) Hilary mempertanyakan kredibilitas advise yang diberikan oleh Ann. Mengingat Ann tidak pernah bekerja seumur hidupnya. Keluarga Mitt Romney adalah keluarga yang sudah sangat berada dari sononya. Karena menikah dengan orang kaya tentu  saja membuat Ann tidak perlu bekerja membantu suaminya mencari nafkah cukup tinggal di rumah mengurus lima anak mereka. Bagaimana bisa seorang ibu rumah tangga keluarga kaya raya bisa mengerti masalah (ekonomi) ibu rumah tangga-ibu rumah tangga lain yang kebanyakan harus berjuang mengatasi kesulitan perekonomian keluarga mereka.

Kritik Hilary ini langsung menjadi isu eksistensi ibu rumah tangga selain isu kampanye. Status ibu rumah tangga yang tidak bekerja seperti Ann menjadi dibahas. Tidak banyak ibu yang beruntung seperti Ann, bisa tinggal di rumah mengurus anak-anak tanpa harus bekerja. Tetapi kalau bisa memilih, semua, minimal mayoritas ibu akan memilih tinggal di rumah saja mengurus anak. Hanya karena penghasilan suami tidak mencukupi sajalah kebanyakan ibu harus bekerja. Jadi kalau bisa tinggal di rumah membesarkan anak secara total mengapa tidak?

Mengasuh anak adalah juga suatu pekerjaan yang tidak kalah beratnya dari bekerja di luar rumah. Bahkan, hasil yang dicapai bukan hanya dinikmati oleh keluarga saja tetapi juga dinikmati oleh masyarakat. Anak-anak yang diasuh dengan baik dan benar oleh seorang ibu akan tumbuh menjadi pemuda/pemudi yang baik. Siapa lagi yang merasakan manfaat mempunyai generasi muda yang baik, terpelajar dan bermoral kalau bukan masyarakat sekitar. Jadi menjadi ibu rumah tangga adalah juga suatu hal yang serius tak kalah dengan seriusnya dengan pekerjaan di luar rumah.

Sedangkan isu kampanye sudah jelas. Pernyataan Hilary sangat merugikan posisi partai Demokrat yang secara tradisi mendapat dukungan dari kaum perempuan. Karena partai ini berhaluan liberal, maka lebih longgar dalam masalah penyediaan/pemakaian alat kontasepsi, aborsi dan kehamilan remaja. Berbeda dengan partai Republik yang berhaluan konservatif lebih ketat menyikapi hal-hal ini. Karena itu partai Demokrat sangat bangga dengan pemihakan mereka kepada perempuan yang diberi title War on Women.

Hilary Rosen tampaknya lupa atau tidak tahu  kalau ada sesuatu yang lain di diri Ann Romney yang membuatnya tidak bisa dikritik dalam soal stay home mom ini. Ann pernah mengidap penyakit multiple sclerosis (MS), penyakit yang berhubungan dengan syaraf (didiagnosa tahun 1997) dan kanker payudara di tahun 2008. Apapun strata finansialnya, kaya, menengah ataupun miskin, mereka yang terkena penyakit MS tidak akan bisa bekerja dengan optimal atau malah harus berhenti dari pekerjaan. Dan bagi yang tidak mampu bisa meminta bantuan dari pemerintah. Mengkritik seorang stay home mom saja sudah membuat orang tidak simpati apalagi yang tidak bekerja karena menderita MS

Tak heran kalau kritik Hilary berbuah kritik juga. Dia dikritik bukan hanya oleh partai Republik tetapi juga oleh partai Demokrat sendiri. Tak kurang ibu negara Michelle Obama memberikan komentar yang mendukung status ibu rumah tangga-nya Ann. Presiden Obama ikut juga berkomentar yang meminta supaya tidak membawa-bawa masalah keluarga tetapi focus hanya kepada politisi yang bersangkutan saja.

Sedangkan Ann sendiri menanggapi kritik Hilary dengan kalem. Menurutnya menjadi ibu rumah tangga adalah pilihan karier yang dia pilih. Pilihan yang didukung oleh suaminya yang memang mampu. Walaupun dia tidak pernah mengalami masalah keuangan tetapi saat yang sama dia berjuang melawan penyakit MS dan kanker payudara.

Bagaimana dengan Hilary? Mulanya perempuan yang juga ibu dari beberapa anak ini tetap berkeras dengan kritikannya. Tetapi akhirnya karena desakan dari banyak orang di team kampanye Obama dia meminta maaf kepada Ann. Minta maaf yang tidak ikhlas.

Hilary Rosen kini boleh menyesali nasibnya. Lepas dari materi kritiknya yang logis, bisakah orang kaya mengerti perjuangan hidup orang miskin, kini dia dijauhi oleh orang-orang yang baru beberapa hari lalu masih menjadi koleganya di team kampanye Obama.

Tapi kalau tidak karena Hilary mungkin saat ini tidak banyak orang Amerika yang tahu siapa dan bagaimana kehidupan calon ibu negara mereka. Ada gunanya juga kritik Hilary itu jadi bisa punya waktu lebih banyak untuk membandingkan antara Michelle Obama dengan Ann Romney. Walaupun yang akan dipilih adalah suami mereka, bisa Barrack atau Mitt, tapi perlu juga tahu siapa yang akan menjadi ibu negara nanti.

Bukankah dibalik kesuksesan seorang pria ada seorang wanita? Jangan sudah suaminya tidak sukses ekh istri malah selalu ngajak liburan pakai fasilitas negara lagi. Tambah susah rakyat.

Sekedar cerita kampanye pemilu 2012 yang sudah semakin panas. Salam Kompasiana.

sumber gambar 1

sumber gambar 2

Pautan Pasaribu

/pautanpasaribu

Stand up for what you believe in even if you are standing alone - Sophie Scholl
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?