Artmasokan Pasedan
Artmasokan Pasedan Belajar-Mengajar

Iklas, Jujur, Sederhana, Rajin, Peduli, Suka Berbagi, Cerdas, Berani, Tahu Diri, ... adalah Pondasi Pemimpin yang Dirindukan

Selanjutnya

Tutup

Kotak Suara

Terawang Pemenang dan Dampak Pilkada DKI Jakarta

23 Februari 2017   00:23 Diperbarui: 23 Februari 2017   00:44 457 1 0

Pilkada DKI Jakarta sungguh menarik perhatian seantero Nusantara dan saya tertarik untuk menuliskan terawang meskipun tidak punya hak pilih pada Pilkada DKI Jakarta 2017 apalagi dipilih jadi Gubernur atau Wakil. 

Putaran kedua hampir pasti sebelum KPUD mengumumkan hasil resmi penghitungan suara dan tentu saja kedua tim yang akan lolos sedang berupaya menganalisa dan mengevaluasi seluruh rangkaian strategi yang sudah dilakukan tim pemenangan calon masing-masing yang berujung pada strategi pemenangan calon pada putaran kedua.

Sudah hampir pasti bahwa pemenang Pilkada DKI adalah pasangan Ahok-Jarot ATAU Anies-Sandi.

Hal yang menarik adalah menerawang dampak dari hasil pilkada DKI yaitu jika Ahok-Jarot yang unggul dan jika Anies-Sandi yang terpilih.

Mari kita telusuri sambil menyiapkan KOTOR[kopi Toraja]... lalu sruput perlahan.

  1. Ahok-Jarot Gubernur DKI Jakarta Periode 2017-2021.
    Penduduk Jakarta lebih paham dan sudah merasakan apa yang telah dilakukan oleh Ahok-Jarot sejak diberi mandat memimpin Ibukota. Soal pembangunan pisik, soal penataan birokrasi, pelayanan publik, tentang kepatuhan azas-aturan, termasuk persoalan karakter yang kerap menjadi polemik di tengah masyarakat.

    Persoalan klasik yang Ahok-Jarot akan hadapi adalah kencangnya badai tornado dari legislatif yang akan terus berjuang hingga titik darah keringat terakhir untuk mendapatkan akses, persetubuhan dalam "mengelola" APBD

    Bisa dipastikan bahwa semua program, kerja yang telah dinyatakan akan lebih ditingkatkan lagi. Jadi sesungguhnya tidak rumit menebak apa yang bakal terjadi.

    Pak Anis kembali ke habitat lamanya bergelut dengan dunia kampus sementara pak Sandi lebih giat lagi dengan dunia bisnisnya. 

  2. Anies-Sandi Gubernur DKI Jakarta Periode 2017-2021.

    Ini yang menantang untuk diterawang.

    Yang pasti bahwa Jakarta bebas tanpa banjir, bebas tanpa macet, Anggota Dhewan bahagia rukun dan damai, tanpa demonstrasi, APBD meningkat. Alangkah indahnya mimpi ini, terawang merajut kebangsaan sungguh menjadi kenyataan.

    Jakarta tanpa banjir! ini jelas kan terbukit dan tidak perlu diragukan lagi. Rencana penanganan luapan air dengan Vertical Drain sudah pasti berdampak pada amblasnya tanah dan tentu saja tidak perlu ada banjir, sebab daratan sudah menyatu dengan laut. Masuk akal bukan... yessss

    Anies-Sandi adalah pribadi baik hati dan tidak akan pernah tega menggusur-relokasi penduduk di bantaran kali untuk normalisasi kali, itu sebabnya satu-satunya solusi adalah Vertical Drain

    Jakarta tanpa macet! Ini dia program multifungsi untuk kesehatan lebih baik, bebas macet. Jalan-Lari menjadi kewajiban seluruh warga Jakarta. Suka tidak suka warga Jakarta pasti bisa. 

    Bahagianya Anggota Dewan! Anies-Sandi pribadi santun dan baik hati. Tentu saja tidak bisa mengatakan TIDAK kepada Legislatif. Agar program-program yang telah dirancang bisa dikawal oleh Legislatif.  

    Jakarta tanpa demonstrasi! Sudah sekian lama masyarakat berharap punya rumah, punya pekerjaan tetap gaji tetap. Dengan program pengadaan rumah yang meringankan masyarakat kelas menengah ke bawah yang bisa mendapatkan rumah dengan DP 0% atau DP Nol. yang didukung dengan tawaran pilihan jenis usaha yang bisa dikerjakan oleh semua masyarakat maka program ini sangat membantu. Terima kasih pak Anis-Sandi, kita tidak perlu gubris apa kata Bank Indonesia. Alasan apalagi yang bisa membuat masyakat berdemo?

    APBD DKI Jakarta mencapai 200T...! Berbekal pengalaman, hal ini bisa terpenuhi. Pak Sandi sebagai bussines man sangat piawai dalam berinvestasi dan mengembangkan dunia usaha. Sementara pak Anis punya pengalaman berharga sebagai mentri dalam mengelola anggaran pendidikan, seperti mampu menyisihkan dana 23T. 



Hasil terawang ini pasti akan terjadi. 


berharap saja bahwa kedua pasang calon TIDAK memanfaatkan sentimen keyakinan tertentu! 

Jika tidak maka keyakinan tertentu dan perangkatnya akan mengalami NODA dan NISTA meskipun keyakinan tidak akan pernah terNODA, terNISTA selain pengikutnya sekedar mabuk pun rasa yang tersenggol.

 

Salam.