Mohon tunggu...
Ozy V. Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Guru - Guru, Blogger

Seorang Guru. Ingin menebar kebaikan kepada seluruh alam. Singgah ke: Gurupenyemangat.com

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Kasus Pengeroyokan Guru Oleh Siswa, Mengapa KPAI Belum Berkomentar?

8 Maret 2020   13:12 Diperbarui: 8 Maret 2020   13:13 323
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Apa karena bukan siswa yang dianiaya?"

"Lalu, mengapa tidak lakukan pendampingan?"

Sudah lima hari berlalu sejak hebohnya kasus penganiayaan guru oleh siswa SMA yang terjadi di Kupang. Tepatnya pada 3 Maret 2020 lalu, di mana ada 3 orang siswa menganiaya seorang guru di dalam kelas.

Kejadiannya bermula saat sang guru memeriksa absensi alias daftar hadir ujian semester. Karena masih ada satu absensi yang kosong, guru melempar pertanyaan kepada siswa seisi kelas sembari berharap ada pengakuan dari siswa yang lalai.

Tapi, bukannya mendapat pengakuan malah sang guru yang dimarahi dan dibentak secara tidak sopan. Salah seorang siswa marah-marah dan berkata kepada guru bahwa absensi seharusnya sudah selesai dan terisi semua.

Sontak saja, guru langsung mendatangi siswa dan memukul siswa yang tidak sopan tadi. Teman siswa yang tidak terima, segera membalas dan menganiaya guru sampailah terjatuh.

"Saat guru tersebut jatuh, para pelaku lalu menginjak kepala sang guru dan melempar dengan kursi dan batu," ucap Pejabat Humas Polres Kupang Aipda Randy Hidayat.

Keterlaluan memang, seorang guru yang mestinya dihormati dan diteladani malah dikeroyok sampai menderita luka.

Hampir sejalan, Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Simson Amalo menjelaskan bahwa sebelum terjadi pengeroyokan ada seorang siswa yang marah dan memukul papan informasi yang berada di depan ruang kelas.

idntimes.com
idntimes.com

Melihat kejadian itu, sang guru kemudian menampar siswa sebanyak dua kali dan akhirnya terjadilah pengeroyokan.

Berdasarkan kronologis kejadian ini, agaknya yang menjadi faktor pemicu pengeroyokan adalah sikap tidak sopan siswa. Sikap itu pula yang direspon dengan hukuman fisik oleh guru, dan kemudian menyulutkan emosi teman dari siswa yang dihukum.

Akhirnya, yang paling menderita adalah sang guru karena ia menerima luka akibat pengeroyokan. Atas kelakuan "berlebihan" dari siswa inilah, guru tadi melaporkan kejadian ke Polsek Fatuleu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun