Pelajaran Seks dari Raja Jawa kok disingkirkan ?

17 Mei 2011 03:23:44 Dibaca :

hanya bertanya dan sama sekali tidak ada sangkut-paut dengan sang penulis.

kenapa tulisan dengan judul Pelajaran Seks dari Raja Jawa didalam kolom Media disingkirkan ?

tadi sekilas sempat membacanya dan isi tulisannya tidak ada yang begitu vulgar,

tulisan lebih banyak merupakan pengetahuan tentang adanya Serat Centhini yang isinya adalah pelajaran dan filsafat kehidupan yang ditulis oleh seorang raja Jawa dan para ahlinya,

tulisan lebih banyak merupakan kilasan mengenai isi Serat Centhini  dengan penyampaian halus, terlihat tidak asal tulis (menilik pembagian paragraf nya)

tulisan tidak langsung mengetengahkan sisi fisik sebuah aktifitas melainkan latar belakang yang sepatutnya ada sebelum aktifitas,

tulisan lebih banyak merupakan informasi sejarah bangsa, bahwa bangsa kita pun sanggup membuat tulisan filsafat-pengetahuan dengan begitu panjang lebar (4200 halaman),

jauh sebelumnya sebersit pernah mendengar nama Serat Centhini namun setelah membaca tulisan ini baru tahu apa sebetulnya Serat Centhini, apa yang dikandungnya

tulisan ini jauh lebih baik dan bermanfaat daripada tulisan yang kemudian hanya jadi pertengkaran SARA, utamanya sebagai informasi sejarah

mohon dinilai ulang, jangan hanya karena ada kata "Seks" nya lantas di breidel,

terimakasih dan mohon maaf apabila didalam penulisan ini saya salah atau saya salah menilai,

Ongky Indarmana Adi

/ongkie_n_emir

berusaha tidak berhenti mencari pemahaman dan pengertian semua hal yang menggelitik hati, tapi nggak paham paham, nggak ngerti ngerti makanya nggak berhenti berhenti
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?