Vaksin: Semestinya Laporan Terakhir Berikut Ini Menyudahi Polemik tentang Vaksin

02 Maret 2011 12:14:51 Dibaca :
Vaksin: Semestinya Laporan Terakhir Berikut Ini Menyudahi Polemik tentang Vaksin

Artikel ini merupakan saduran dari Laporan aslinya: Vaccines: Get the Full Story yang dapat dilihat aslinya pada link berikut ini . Laporan ini sangat ditunggu tunggu diseluruh dunia dan mengungkap masalah Vaksin yang diperdebatkan kegunaannya dan dampak sampingannya yang buruk bagi kesehatan manusia terutama anak. Laporan ini dibuat oleh tidak kurang dari team yang berisi 80 orang para ahli peneliti dan praktisi kesehatan resmi, yang mewakili dokter anak, ahli orak, professor pathology, ahli kimia, biologi dan immunologi. Untuk sekedar memberi latar belakang argumentasi mengenai Vaksin ini, anda dapat melihat artikel saya yang lalu di artikel yang lalu.

Sejumlah hal2 yang mengagetkan diungkap didalam laporan ini dan sebahagian saya sadurkan berikut ini:

Pernahkah anda bertanya mengapa sering para dokter tidak dapat mengetahui sumber dari sejumlah penyakit? Ternyata mereka tidak mengerti hubungan antara penyakit dan vaksin. Berikut ini adalah sejumlah penyakit yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan vaksin: alergi, arthritis, asthma, Autism, cancer, diabetes, penyakit ginjal, keguguran, berbagai penyakit syaraf dan berbagai penyakit lainnya.

Autism [Autis] yang berulang kali dibantah berhubungan dengan vaksin ahirnya dibenarkan dapat terjadi akibat vaksin.

Pabrik farmasi dan industri asuransi kesehatan dan system kesehatan dikatakan benar bertambah kaya bila anda sakit. Dikatakan bahwa Vaksin tidak akan memberi kekebalan yang lama atau seumur hidup, dengan demikian perlu diberi suntikan “booster”, dimana setiap kali dilakukan maka dampak sampingnya semakin besar. Dampak sampingan vaksin ini dapat mengakibatkan penyakit yang diderita seumur hidup. Secara sinis disebutkan juga bahwa ternyata banyak obat2 tertentu yang diproduksi khusus untuk menyembuhkan dampak sampingan vaksin. Di Amerika [dan juga di banyak Negara lain], pabrik obat dan para dokter tidak dapat dituntut dan dipenjarakan bila terjadi dampak samping yang merugikan masyarakat. Disana mereka ini dilindungi oleh undang2.

Kebanyakan para dokter dan praktisi kesehatan tidak melakukan vaksinasi bagi dirinya dan anak2nya. Mengapa? Mereka tahu bahwa vaksin itu tidak aman dan tidak efektif. Mereka tahu bahwa vaksin itu berbahaya. Mereka sering mengobati pasien yang sakit akibat dampak sampingan vaksin.

Siapa yang menggaruk untung dari penjualan vaksin? Pertama tama adalah pabrik Farma. Mereka menguasi dan mengontrol semluruh system kesehatan, rumah2 sakit, universitas, klinik dan took obat. Pabrik oabt mengantongi puluhan Triliun rupiah dari bisnis ini. Dokter2 berpraktek secara buta butaan dan tidak berani mempertanyakan ke efektifan dan bahaya vaksin. Bila dilakukan, ini dapat menghancurkan karir dan periuk nasi mereka. Pabrik obat juga mengambil untung dari penjualan obat untuk menyembuhkan dampak sampingan vaksin tadi. Kedua adalah rumah sakit yang menampung korban dari dampak sampingan ini. Secara keseluruhan vaksin ternyata merupakan tulang belakang dari system kesehatan kita dalam arti yang buruk. Tanpa adanya vaksin, maka dapat dipastikan bahwa ongkos kesehatan akan berkurang jauh karena kita akan memiliki masyarakat yang lebih sehat secara keseluruhan. [Pernyataan ini perlu digaris bawahi dan sangat keras] Kita menggantikan cacar air dengan Autis, menggantikan flu dengan astma, mengganti radang telinga dengan diabetes dan daftar penyakit ini memanjang. Untuk menghindari penyakit2 yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya, kita menggantikan penyakit sementara ini dengan penyakit seumur hidup yang menurunkan kualitas hidup secara drastis.

Ada berapa macam vaksin yang diketahui saat ini? Di Amerika, setiap anak diberi 35 suntikan yang ternyata mengandung 113 jenis partikel dari penyakit, berisi 4 macam sel binatang dan DNA nya, berisi DNA dari tissue bayi hasil abortus dan berisi albumin manusia.

Apa yang menyebabkan Vaksin berbahaya bagi kesehatan? Virus dan bakteri dari kulur sel binatang dimana vaksin diproduksi. Sejumlah bahan metal mercury, almunium yang menyebabkan kerusakan syaraf dan kerusakan otak; Sel hewan dari monyet, ginjal anjing, ayam, sapi dan manusia; Formalin yang diketahui carcinogen. Gelatin dari hewan babi dan sapi; Polysorbate yang diketahui menyebabkan wanita mandul; MSG yang menyebabkan kekacauan metabolisme dan diabetes, kejang2 dan gangguan syaraf.

Apakah ada masalah konflik kepentingan didalam bisnis ini? Jelas ada. Dibeberapa Negara dokter anak diberikan bonus atas jumlah vaksin yang diberikan kepada anak2. Konflik kepentingan lain terlihat mana kala representatif dari pabrik obat selalu duduk pada badan2 kesehatan nasional dan mendorong penggunaan vaksin.

Apakah ada penelitian yang membandingkan kesehatan antara anak yang diberi vaksin dan yang tidak? Ternyata ada. Dari survey pada 17.674 orang anak didapatkan bahwa: Anak2 yang divaksinasi menderita lebih banyak astma sebesar 140%, ADHD [kelainan perangai anak, cenderung hyperaktif] sebesar 317%, masalah neurology sebesar 185% dan autism sebesar 146% dibandingkan dengan anak2 yang tidak diberi vaksin.

Apa yang perlu dilakukan oleh masyarakat? Disini dicantumkan beberapa saran dari sekian banyak hal yang perlu diketahui oleh orangtua atau masyarakat: Pertama adalah Katakan TIDAK untuk vaksin. Anda memiliki hak untuk menolaknya. Orangtua tidak memerlukan dokter anak untuk memeriksa anaknya secara berkala, menimbang dan kemudian memberi suntikan vaksin. Pergi ke dokter lain atau dokter umum untuk hal ini. Mengapa? Karena dokter yang mendorong pemberian vaksin umumnya adalah dokter anak [pediatrician]. Bayi dilahirkan dengan kemampuan hidup yang tinggi dan tidak memerlukan vaksin. Orangtua perlu mempelajari tentang kesehatan anak, mengapa mereka demam dan seterusnya, belajar mengenai nutrisi dan informasi kesehatan lainnya. Belajarlah tentang vaksin lebih pintar dari dokter anda. Kemungkinan sekali para dokter tidak pernah tahu persis mengenai vaksin kecuali info yang diberikan oleh pabrik pembuatnya yang tentunya memuji muji tentang kegunaan vaksin dan menakut nakuti tentang bahaya bila tidak diberikan vaksin.

Semoga laporan ini mengahiri polemik tentang bahaya tidaknya vaksin dan pemerintah perlu mengambil sikap yang tegas dalam penggunaan vaksin didalam program2 kesehatannya. Harus disadari akan banyak pihak yang berang, merasa terancam dan menolak isi studi ini, termasuk juga didalamnya para birokrat dan praktisi kesehatan. Diprediksi bahwa akan butuh 10-20 tahun lagi bagi seluruh Negara untuk menghapus penggunaan vaksin ini. Sebaliknya untuk keluarga2 yang lebih cerdas seperti anda, penggunaan vaksin dapat dimulai sejak sekarang.

Untuk yang masih ingin membaca tentang hal sekitar vaccine, bisa dilihat pada sejumlah artikel pada site ini:

http://www.vaccinationcouncil.org

http://www.imcv‐wi.org, www.imcv‐me.org

http://www.drtenpenny.com

http://www.facebook.com/vaccineinfo

http://www.thinktwice.com

http://www.vaclib.org

http://www.novaxdoctors.webs.com

http://www.holisticmoms.org

http://www.momslikeme.com

Omri Samosir

/omri

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Menulis itu lebih dari sekedar menyenangkan, karena juga mendorong keinginan membaca. Cara yang paling konvensional adalah menulis yang benar benar kita ketahui, tetapi menulis untuk sesuatu yang tidak seluruhnya kita ketahui juga bisa menjadi asyik, karena segera mengetahui dari pembaca kita, betapa bodoh dan dangkalnya kita dan ahirnya mendorong untuk lebih tahu. Saya menyenangi perjalanan jauh, olah raga, fotografi, nanam sayur dan mendorong kiat hidup sehat.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?