Kehormatan, Harga Diri, dan Kesombongan

30 Oktober 2012 01:32:43 Dibaca :

Kehormatan dan harga diri adalah sesuatu yang harus dijaga dan tak boleh mati Kehormatan adalah kesetiaan dalam menjalankan kebenaran Kebenaran yang akhirnya melahirkan martabat Dan martabatlah yang membuat segala menjadi terhormat Harga diri adalah wujud dari keinginan untuk tetap terhormat Terhormat beda dengan gila hormat Terhormat adalah sebuah tindakan untuk menjaga martabat dengan melakukan tindakan berdasarkan asas kebenaran dan tatanan Gila hormat adalah orang yang senantiasa ingin dihormati padahal tidak melakukan hal yang bermartabat Tidak melakukan tindakan yang benar Yang tidak membuat dirinya terhormat Tapi ingin diperlakukan layaknya orang terhormat Terhormat adalah sikap yang diterima Sebuah timbal balik Dari tindakan menghargai orang lain dengan baik Siapapun itu Bukan karena jabatan dan kekuasaan dan kekayaan Tetapi karena penghargaan sebagai sesama manusia Harga diri adalah sikap yang muncul karena usahanya untuk menjaga kehormatannya Ditandai dengan berusaha berdiri di kaki sendiri Makan Berjalan Bekerja Semua dikerjakan semampunya Tidak tergantung dengan orang lain Hingga harga diri yang kadang-kadang salah kaprah dengan kesombongan karena yang muncul adalah "aku", keakuan Dan bukan karena menjaga kehormatan Karena saya yang ingin diakui Karena ingin menunjukkan siapa saya Niat dalam menjalankan kebenaran karena ketulusan dan bukan untuk sebuah pujian ataupun pamrih Untuk dilihat Untuk dielu-elukan Sulitnya menjaga ketulusan Karena si aku senantiasa merasuk sampai ke dalam sanubari untuk di"aku"i Kesombongan adalah sikap yang muncul karena ketika dirinya terhormat Dirinya berharga diri tinggi Dan akhirnya merasa lebih dari yang lainnya Tekanan kesombongan adalah perasaan "merasa" Merasa itu artinya belum tentu seperti yang dirasakan Kesombongan itu membawa kepada kehancuran karena sikap merasa membuat tidak bisa melihat pada kebenaran yang hakiki Hati hatilah Karena kehormatan, harga diri, kesombongan adalah suatu rangkaian perilaku Ketiganya adalah sebuah akibat dari perilaku Tetapi jika melangkah dengan ketulusan Tanpa pamrih Rendah hati Niat baik Dan semua niat Ilahi taala Insya Allah Tuhan merestui langkah kita Dan kita tidak terjebak dalam kesombongan Iksanlah Maka martabatmu akan selalu terjaga (Tuhan selalu melihat apa yang kita lakukan dimanapun dan kapanpun)

Maria Etik Widarningsih

/metik

TERVERIFIKASI (HIJAU)

belajar dari keterbatasan.... belajar dari ketiadaan
Membaca dan memahami tulisan dongeng saya, harus dari depan.. karena bagian satu dengan yang lainnya berkaitan, tidak berdiri sendiri

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?