Mohon tunggu...
Mas Gagah
Mas Gagah Mohon Tunggu... Dosen - (Lelaki Penunggu Subuh)

Anak Buruh Tani "Ngelmu Sampai Mati"

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Komodifikasi Tagar "2019 Ganti Presiden"

3 Juli 2018   21:52 Diperbarui: 3 Juli 2018   21:55 1646
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Sumber: breakingnews.co.id)

Dalam kancah pesta demokrasi Indonesia selalu saja muncul cara unik untuk berseteru dengan lawan politik.  Salah satunya adalah perang dengan Tagar 2019 Ganti Presiden. Selain perang tagar ini, hari ini bangsa Indonesia  sedang sibuk dengan menonton bola dan menonton berita politik. Apakah mungkin ada masyarakat yang melupakan Tagar 2019 Ganti Presiden gara-gara menonton pertandingan bola piala dunia?

Sebagian rakyat juga senang menonton piala dunia hingga larut malam. Akhirnya esok pagi badan menjadi loyo karena kurang tidur. Hal terburuknya adalah jika kemudian menjadi malas bekerja. Bola yang awalnya hanya tontona hiburan yang kemudian menjadi bisnis industri dunia, itulah yang disebut komodifikasi. Apapun yang kegiatan yang berusaha mencari keuntungan dengan sebesar-besarnya itulah yang disebut komodifikasi kapitalistik.

Kembali lagi ke masalah termin 2019 Ganti Presiden. Saya sendiri belum mengetahui siapa orang/kelompok yang menyebarkan tagar ini hingga sekarang menjadi viral di media sosial. Politik memang selalu memunculkan perdebatan yang tidak pernah selesai. Tetapi tidak boleh juga mengatakan bahwa politik itu busuk. Politik hanyalah sebuah seni untuk mengatur negara atau pemerintahan.

Termin 2019 Ganti Presiden ini disinyalir sebagai sebuah kampanye hitam untuk mengganti Presiden Joko Widodo pada pemilu tahun 2019 nanti. Kampanya ini massif dilakukan sebagai kritik kebijakan presiden Jokowi yang belum mampu mewujudkan project Nawacita yang telah dijanjikan. Ada sebagian orang yang masih belum yakin bahwa Jokowi benar-benar bekerja untuk rakyat Indonesia.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi) menganggap jika tagar tersebut adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Karena menurutnya, pertarungan 2019 sudah mencuat hanya dua kutub saja yaitu Jokowi dan Prabowo (https://www.idntimes.com)

Polemik yang sering muncul di media sosial adalah bahwa Jokowi merupakan antek asing dan aseng. Isu-Isu ini selalu dibenturkan dengan kebijakan Jokowi yang memang pro China. Beberapa project pembangunan sekarang ini menurut kabar memang didanai oleh Tiongkok. Beberapa media sosial juga mengabarkan tentang banyaknya tenaga asing dari Tiongkok yang masuk secara illegal di Indonesia.

Isu-isu ini pun dijawab oleh pemerintah dengan beberapa kebijakan yang dapat dikatakan untuk kepentingan rakyat. Misalnya pembangunan jalan Tol di Jawa dan Sumatra hingga jauh ke Papua. Masih juga ada beberapa kelompok yang tidak puas dengan kinerja Pak Jokowi. Tentu ketidakpuasan ini harus disikapi dengan bijaksana oleh pemerintahan Jokowi.

Kemudian munculah Tagar 2019 Ganti Presiden yang begitu massif di media sosial. Tidak hanya di media sosial, tagar ganti presiden ini kemudian menjadi politik industri. Tagar 2019 Ganti Presiden menjadi kepentingan ekonomi di tengah panasnya pertarugan politik antara Jokowi dan Prabowo.

Kenapa saya katakan Tagar 2019 Ganti Presiden menjadi ekonomi politik? Sebab beberapa teman saya yang membuka usaha sablon, menjual kaos, menjual topi, dan usaha konveksi lainnya mendapatkan keuntungan. Tagar 2019 Ganti Presiden dijadikan tulisan dalam kaos yang bentuknya beraneka ragam. Yang awalnya hanya Tagar di medsos, akhirnya memberikan keuntungan yang luar biasa.

Model tulisan dalam kaos "2019 Ganti Presiden" memang bermakna politis. Tetapi jika kemudian mampu dijual dan menghasilkan keuntungan berlipat, siapa yang mau disalahkan? Tulisan 2019 Ganti presiden ini kemudian hadir dalam ragam bentuk yang bernilai ekonomis. Tulisan yang awalnya hanya tagar politis kemudian dapat dijual inilah yang disebut dengan komodifikasi.

Mengutip pendapat Wenerda (2015), komodifikasi adalah upaya yang dilakukan oleh media massa dalam merubah segalanya agar dapat dijadikan sebagai alat penghasil keuntungan. Dari pendapat ini dapat disederhakan, bahwa komodifikasi merupakan usaha mebuah sesuatu agar layak jual. Apapun pekerjaan yang bertujuan untuk menghasilkan uang itulah komodifikasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun