Kapan Terakhir Kali, Anda Belajar dan Menggunakan 8 Kata Baru dalam Sehari?

01 Desember 2016 01:33:30 Diperbarui: 01 Desember 2016 01:45:23 Dibaca : Komentar : Nilai :

Pembentukan bahasa dimulai pada dua bulan pertama. Bayi mungkin baru bisa menangis dan mengeluarkan bunyi tanpa arti, tetapi mereka telah dapat merespon nada suara, intensitas dan bunyi bahasa, dan mereka bereaksi terhadap emosi dan ritme dalam suara. Kebanyakan orang tua mengubah suaranya saat mereka berbicara dengan bayi (nada mereka lebih tinggi dan lebih bervariasi dan menggunakan intonasi serta penekanan pada huruf hidup secara berlebihan). Penggunaan bahasa bayi (para peneliti disebut parentase)oleh orang dewasa, telah didokumentasikan dari seluruh dunia, dari Swedia sampai Jepang. Parentase membantu bayi untuk mempelajari melodi dan ritme dalam bahasa ibu mereka.

Saat berusia 4 sampai 6 bulan, bayi biasanya dapat mengenali nama mereka dan kata-kata lain yang secara teratur diucapkan dengan emosi tertentu, seperti “ayah” dan “ibu”. Mereka juga mengenali berbagai konsonan penting dan bunyi huruf hidup (vocal) dalam bahasa ibu serta dapat membedakan bunyi-bunyi tersebut dalam bahasa yang berbeda.

Antara usia 6 bulan hingga 1 tahun, bayi secara bertahap terbiasa dengan struktur bunyi (logat)  dalam bahasa ibu mereka. Mereka dapat membedakan kata-kata dalam urutan pembicaraan. Mereka akan mendengarkan lebih lama kata yang tidak sesuai dengan pemahaman mereka (kata tersebut harusnya berbunyi seperti apa) dan bahkan mengenali kalimat yang tidak sesuai dengan pemahaman mereka (kalimat tersebut harusnya seperti apa) mereka mulai mengoceh, mengeluarkan bunyi ba-badan gu-gu,terus mengulang bunyi dan suku kata.

Pada tujuh setenga bulan, mereka mulai mengingat kata-kata yang pernah mereka dengar, namun karena memperhatikan intonasi, kecepatan dan volume suara pembicara, mereka tidakbisa selalu mengenali kata yang sama saat yang diucapkan oleh orang yang berbeda. Saat mereka berusia sepuluh setengah bulan mereka tiba-tiba bisa melakukannya. Saat mereka berusia kurang lebih satu tahun, meskipun terdapat variasi, mereka menamai benda dan hal-hal tertentu. Mereka telah memiliki beberapa konsep dalam pemikiran mereka terhadap orang-orang dan benda yang telah mereka kenal dan kata-kata mereka mewakili konsep-konsep tersebut (“ma ma” [ibu], “gug-gug [anjing], “embek” [kambing], “ce ce” [susu].

Pada akhir tahun pertama, bayi juga membangun bahasa tubuh untuk menggambarkan sesuatu  (mengangkat tangan untuk mengekspresikan “besar”), meminta sesuatu (mengulurkan tangan) dan menjawab pertanyaan (membuka kedua telapak tangan atau mengangkat bahu untuk “aku tidak tahu”). Mereka bertepuk tangan jika mereka menyukai sesuatu. Saat bayi mulai berbicara, mereka terus menggunakan bahasa tubuh bersamaan dengan kosa kata, menegaskan bahwa bahasa tubuh bukanlah pengganti bahasa verbal tetapi sangat penting bagi perkembangan bahasa umumnya.

Antara usia 18 bulan hingga 2 tahun, balita mulai berbicara dalam kalimat yang terdiri dari dua atau tiga kombinasi kata (“mama sini”, “puss huss”, “mainan ku”). Kombinasi pertama yang diucapkan oleh bayi sering digambarkan sebagai telegrafis.Anda ingat telegram? Setiap kata dalam telegram memiliki tarif, sehingga orang yang mengirim telegram akan membuang bagian-bagian kata yang tidak penting, namun mempertahankan bentuk dasar kata agar masih dapat dipahami artinya. Persis seperti itulah kalimat bayi yang terdiri dari dua kata, yang tidak memiliki semua unsur dalam bahasa, tetapi masih dapat secara akurat dipahami artinya. Anak menggunakan kalimat dua kata untuk menunjukan lokasi (“ayah disana”), meminta (“susu lagi”), menggambarkan kejadian (“kelinci pergi”), menggambarkan sesuatu (“baju bagus”) menunjukkan kepemilikan (“baju mama”), dan bertanya (“ayah mana?”). Cukup baik untuk seorang anak kecil, benar?

 Pada usia 6 tahun, seorang anak pada umumnya telah memiliki kosa kata sebanyak 8.000 hingga 14.000 kata, ini berarti bahwa anak usia dua sampai enam tahun mendapatkan sekitar lima sampai delapan kata setiap harinya. (kapan anda terakhir belajar dan menggunakan delapan kata baru dalam sehari?) Mereka menyerap kata baru saat mereka mendengar kata tersebut.


KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article