Kotaksuara highlight

Mengapa PDIP Talak Tiga dengan Ridwan Kamil?

14 Agustus 2017   07:58 Diperbarui: 14 Agustus 2017   08:19 1775 7 6

Ridwan Kamil (RK) adalah walikota Bandung yang sangat populer.Ia dikenal tidak hanya di Kota Bandung atau juga juga Provinsi Jawa Barat saja tetapi keterkenalannya sudah merembes kemana - mana. RK banyak dibicarakan anak anak muda di negeri kita ini.Konon kabarnya pada 3 Januari 2017 yang lalu follower instagram nya sudah menembus angka 5 juta. Di banyak kota ia menjadi bahan pembicaraan yang merupakan kisah sukesnya membangun kota Bandung.Banyak orang diluar kota Bandung yang mengatakan ,belajar dan tirulah cara RK membenahi kotanya.

Kalau kita berkunjung ke Banda Aceh dan mengunjungi Musium Tsunami ,nama walikota Bandung tersebut dibicarakan lagi karena dia adalah arsitek musium itu.
Selanjutnya publik masih ingat ketika proses pilgub dki mulai menggeliat dan ketika PDIP belum memutuskan untuk mengusung Basuki Tjahaja Purnama ada juga yang menafsirkan bahwa ia akan dicalonkan PDIP pada perhelatan demokrasi di DKI itu. Bahkan RK hadir pada acara Sekolah Partai PDI Perjuangan yang diselenggarakan di Wisma Kinasih Depok Jawa Barat tanggal 30 Agustus 2016. 

Seperti diberitakan detiknews,30/8/2016,RK datang dengan kemeja warna merah lengan pendek serta memakai peci. RK memasuki ruangan ketika Megawati sedang berpidato di hadapan calon kepala daerah .Kedatangannya disambut meriah oleh para calon kepala daerah dan Mega mengatakan " Politik itu begini,mengejutkan" .
Walaupun kemudian RK tidak dicalonkan PDIP untuk Pilgub DKI tetapi melihat kedekatannya dengan partai berlambang banteng moncong putih itu sebahagian publik menilai ia akan dipersiapkan bertarung pada pilgub Jawa Barat.

Sebagaimana diketahui hanya partai pimpinan Megawati itu menjadi satu satunya parpol yang dapat mengusung sendiri calonnya pada pilgub karena partai ini berhasil memperoleh 20 persen kursi di DPRD sementara partai lain harus berkoalisi dengan partai lainnya. Susunan kekuatan DPRD Jawa Barat hasil Pemilu 2014 adalah ,1).PDIP = 20 kursi,2).Golkar= 17 kursi,3).PKS=12 kursi,4). Demokrat=12kursi,5).Gerindra = 11 kursi,6). PPP= 9 kursi,7).PKB= 7 kursi,8).Nasdem =5 kursi,9). PAN= 4 kursi dan 10).Hanura =3 kursi.

Dengan anggapan bahwa RK akan diusung oleh PDI P maka sebahagian dari publik agak terkejut juga ketika pada 19 Maret 2017 yang lalu ,Ridwan Kamil dengan resmi diusung oleh Partai Nasdem sebagai calon gubernur Jawa Barat pada pilgub 2018 nanti. Deklarasi dukungan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Lapangan Tegalega. Walaupun Nasdem lebih awal mendeklarasikan dukungan kepada RK tapi sebahagian publik menilai bahwa PDIP juga akan mendukung Walikota Bandung tersebut pada Pilgub Jabar nanti.

Anggapan yang demikian muncul karena mengingat adanya  hubungan politik yang kuat antara Megawati dengan Surya Paloh.PDIP dan Nasdem adalah partai pengusung utama Jokowi-JK pada pilpres 2014 dan juga Nasdem mendukung Basuki Tjahaja Purnama -Djarot Syaiful Hidayat pada pilgub DKI. Hal lain yang membuat publik yakin PDIP akan mengusung RK karena sesuai kontrak politik RK dengan Nasdem ,salah satu tugas pokok RK apabila nanti menang menjadi Gubernur Jawa Barat ialah harus memenangkan Jokowi pada Pilpres 2019.Jokowi adalah kader PDIP yang diperkirakan akan diusung kembali oleh partainya pada kontestasi pilpres 2019.

Jawa Barat dinilai sangat penting artinya bagi Jokowi mengingat pada pilpres 2014 ,provinsi ini dikuasai oleh Prabowo-Hatta Rajasa. Pada pilpres yang lalu ,Prabowo-Hatta Rajasa memperoleh 14.167.381 suara atau setara dengan 59,78 persen  sedangkan Jokowi-JK hanya memperoleh 23.990.089 suara, setara dengan 40,22 persen .(Sumber,Berita Satu .com,18/7/2014). Selain untuk memenangkan Jokowi ,Jawa Barat juga dinilai penting artinya bagi PDIP mengingat di DKI dan Banten calon yang diusung oleh partai ini kalah pada pilgub yang lalu.

Tetapi perkiraan maupun harapan bahwa RK akan diusung oleh PDIP pada Pilgub Jabar nanti menjadi sirna karena Sekjend PDIP,Hasto Kristyanto mengaku,partainya tidak akan mengusung Ridwan Kamil pada pilgub Jawa Barat mendatang. Sebagaimana diberitakan liputan6.com,13/8/2017,dasar alasan yang dikemukakan Hasto karena Walikota Bandung tersebut telah mengambil keputusan untuk diusung Partai Nasdem untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat 2018-2023.

"Maka kami tidak bisa untuk melanjutkan dialog-dialog bagi mereka yang telah memutuskan untuk menjadi calon gubernur tanpa melibatkan kami" ,ujar Hasto di Lenteng Agung ,Jakarta Selatan,Minggu,13/8/2017.

Berdasarkan penjelasan Hasto ini dapat ditangkap kesan bahwa PDIP merasa tersinggung karena RK tanpa dialog dengan PDIP,memutuskan sendiri maju dengan diusung Partai Nasdem. Berkaitan dengan hal tersebut wajar muncul pertanyaan mengapa RK yang dianggap sudah sangat dekat dengan PDIP tidak berkonsultasi dengan partai tersebut sebelum dicalonkan Nasdem.

RK tidak berdialog sebelumnya dengan PDIP mungkin karena hal hal berikut,1).RK beranggapan PDIP - Nasdem terikat dalam hubungan emosional politik yang kuat sehingga  ketika ia dicalonkan Nasdem maka otomatis PDIP akan mengikutinya,2).salah satu kontrak politiknya dengan Nasdem ialah memenangkan Jokowi di Jawa Barat pada pilpres nanti. Mungkin RK beranggapan karena ia akan memenangkan Jokowi yang nota bene kader PDIP maka dengan sendirinya partai tersebut akan mendukungnya dan ,3). karena kepolosannya RK lupa pada etika politik yang mengharus kannya berkonsultasi terlebih dahulu dengan PDIP mengingat partai ini lah pemenang pemilu legislatif Jawa Barat tahun 2014.

Oleh karena PDIP dan juga Golkar sudah menyatakan sikap tidak akan mengusungnya pada pilgub Jawa Barat,maka RK harus mencari dukungan partai lainnya seperti Demokrat(12 persen),PPP( 9 persen),PKB( 7 persen), PAN( 4 persen) dan Hanura (3 persen). Sedangkan dengan PKS ( 12persen) dan Gerindra (11 persen) ,pintu dialog juga sudah tertutup karena RK akan berjuang untuk Jokowi sementara diperkirakan Gerindra-PKS akan mengusung Prabowo pada pilpres nanti.Sebagai catatan ,ketika maju pada Pilkada Bandung yang lalu ,RK diusung oleh Gerindra -PKS.

Sekarang ini modal politik yang dimiliki RK untuk maju pada pilgub Jawa Barat adalah 5 persen ,untuk itu ia harus bekerja keras untuk memperoleh kekuatan 15 persen lagi. Apakah RK akan berhasil memperolehnya?.

Salam Persatuan!