Mohon tunggu...
Liliek Purwanto
Liliek Purwanto Mohon Tunggu... Penulis - penulis

-

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Andritany dan Kita Bisa Belajar kepada Khalid Askri

10 September 2019   13:46 Diperbarui: 11 September 2019   04:09 670
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ada yang mengenal Khalid Askri? Saya kira tak banyak yang pernah mendengar namanya. Begitu pula dengan saya. Saya baru mengetahui nama ini setelah membaca sebuah artikel yang mengulas tentang dirinya dan merasa ada sesuatu yang bisa dipelajari darinya.

Khalid Askri adalah seorang penjaga gawang asal Maroko yang pernah membela beberapa klub di negaranya. Nama Askri mendunia bukan karena prestasinya, melainkan akibat "aib"-nya. Ia dua kali melakukan blunder yang cukup menggegerkan dunia.

Blunder pertama terjadi tatkala ia bertugas menjaga mistar gawang klub FAR Rabat di babak 16 besar Piala Maroko. Saat itu, tepat sembilan tahun lalu, klubnya berhadapan dengan Maghreb Fez. Dan pertandingan memasuki babak adu tendangan penalti.

Awalnya, Askri merasa amat bangga bisa menggagalkan sebuah tendangan penalti yang dilakukan seorang pemain Maghreb dalam pertandingan ini. Namun, kebanggaannya dalam sekejap sirna dan justru membawanya ke dalam petaka. Selebrasi yang dilakukannya dalam posisi memunggungi bola dan gawang menyebabkan dirinya lengah. Tanpa disadari, bola yang baru saja ditepisnya bergulir masuk ke dalam gawang yang dijaganya.

Barangkali belum hilang rasa sesalnya ketika untuk kedua kalinya Askri harus mendapati dirinya dalam keterpurukan yang mendalam. Belum lewat sepekan dari blunder yang dilakukannya, ia harus melakukan kesalahan berikutnya.

Dalam sebuah pertandingan, ia gagal mengamankan bola yang mengarah pelan kepadanya. Reaksinya kalah cepat dibandingkan penyerang tim lawan. Dan bola yang disambar pemain lawan dari penguasaan kakinya pun mengarah masuk ke gawangnya.

Dua kejadian memalukan itu telah membawanya ke dalam suasana yang sangat tidak nyaman tentu saja. Apalagi pemberitaan tentang dirinya cukup marak dengan nada tak sedap.

Julukan yang kemudian tersemat pada dirinya sungguh tidak elok. Ada yang menyebutnya 'unluckiest goalkeeper'. Lalu ada yang memberinya predikat 'funny goalkeeper', dan kata "funny" dalam hal ini berkonotasi negatif. Tak kalah menyedihkan dibandingkan keduanya, bahkan ada yang menjulukinya sebagai 'stupid goalkeeper'.

tribunnews.com
tribunnews.com
Bangkit dari Keterpurukan

Mungkin ada yang mengira bahwa riwayat karir bolanya bakal segera "tamat". Nyatanya tidak demikian. Ternyata Askri mampu menyemangati dirinya untuk bangkit dari keterpurukan. Bahkan kemudian, ia berhasil mengukir prestasi tingkat internasional yang membanggakan bukan hanya dirinya dan klubnya, tetapi saya kira juga negaranya.

Dalam perjalanan karirnya kemudian, ia berpindah klub. Di klub barunya ini, Raja Casablanca, ia kembali menemukan dirinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun