Mohon tunggu...
Leya Cattleya
Leya Cattleya Mohon Tunggu... Asisten Pribadi - PEJALAN

PEJALAN

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ketika Anak Sekolah di Luar Kota dan "Empty Nest Syndrome"

1 September 2019   19:16 Diperbarui: 2 September 2019   12:48 335
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi 'Empty Nest Syndrome' (Foto : Dave Anderson for Metro.co.uk))

Through your ears I hear it (Melalui telingamu, aku mendengarnya)
Through your eyes I see (Melalui mataku, aku melihatnya)
A world full of magic (Dunia yang penuh dengan keajaiban(
Full of possibilities (Penuh dengan kemungkinan)
You know as well as anybody how tough this life can be (Kamupun tahu seperti juga yang lain bahwa hidup akan begitu berat)
But you've...(Namun kamu telah alami)

Anak Lebih Dewasa dan Sekolah Lebih Tinggi

Beberapa bulan ini memang masa yang sibuk bagi orang tua. Setelah anda sibuk membantu mencari sekolah bagi anak anda yang SMA untuk mendapatkan sekolah di perguruan tinggi, lalu andapun sibuk  mempersiapkan kepindahan anak ke luar kota.   

Di Indonesia saja jumlah mahasiswa/mahasiswi yang terdaftar pada perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia cukup tinggi. Pada tahun 2017 saja, BPS mencatat angka 6.924.511 orang terdaftar di perguruan tinggi, sementara 2.211.668 orang di antaranya terdaftar di perguruan tinggi negeri (PTN).

Angka ini meningkat di tahun 2018, mahasiswa yang terdaftar di perguruan tinggi adalah 6.951.124, sementara mahasiswa yang terdaftar di perguruan tinggi negeri (PTN) adalah 2.492.103 orang.

Juga, Indonesia adalah negara pada ranking ke 22 di dunia sebagai pengirim pelajar ke luar negeri. Namun, jumlah siswa Indonesia belajar di luar negeri masih kurang lebih 1 persen dari total seluruh siswa yang belajar di luar negeri dari seluruh dunia. Peringkat ini di bawah Malaysia dan Vietnam. Artinya, lebih banyak lagi orang tua ditinggal anaknya untuk belajar. Indonesia menduduki peringkat ke 22 di dunia sebagai negara terbanyak mengirimkan siswa belajar keluar negeri. Artinya, begitu banyak orang tua yang mungkin alami 'Empty Nest syndrome' ini. 

Empty Nest Syndrome

Rasa kesepian ditinggalkan anak yang pindah ke luar kota sering disebut sindrom sarang yang kosong atau 'empty nest syndrome'. Sindrom ini bukan merupakan gejala klinis, namun rasa kesepian yang dialami orang tua ini mempengaruhi perasaan orang tua.

Bukan berarti orang tua tidak mau melepas anaknya untuk pergi sekolah keluar kota, tetapi perasaan kosong ini adalah masa transisi antara masa ketika anak anak masih kecil dan ada di dalam rumah untuk kemudian harus pergi jauh.

Perasaan mulai kehilangan terjadi ketika kita mempersiapkan keperluan anak, mencari tempat tinggal atau kos baru, membantu mengidentifikasi alat transportasi dari tempat tinggal ke tempat belajar, memastikan keamanan di perjalanannya maupun ketika harus pulang kuliah di malam hari dan lain lain. Dan, perasaan itu muncul hampir di semua orang tua, apakah mereka punya karir ataupun tidak, baik di kalangan ibu maupun ayah. Jadi, ayahpun bisa kesepian karenanya. Ayahpun bisa meneteskan air mata karena rasa itu.   

Tips untuk Orang Tua Agar Bertahan Ketika Ditinggalkan Anak ke Luar Kota

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun