Pope Joan (Ketika Integritas Perempuan Dipertanyakan)

01 November 2011 06:59:10 Diperbarui: 26 Juni 2015 00:12:41 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Pope Joan (Ketika Integritas Perempuan Dipertanyakan)

Pope joan
"Jika ingin dapat bertahan hidup didunia ini, kau harus bersikap lebih sabar dengan mereka yang berada diatasmu." Akhirnya selesai juga membaca sebuah novel yang berjudul Pope Joan karya dari Donna Woolfolk Cross. Novel yang Cetakan pertamanya pada tahun 2007 dan diterjemahkan oleh FX. Dono Sunardi, bercerita tentang lika - liku hidup seorang gadis yang bernama Joan. Dilahirkan dikeluarga yang miskin dan dilatarbelakangi kehidupan Katolik yang kental. Joan harus berjuang mati - matian dalam mempertahankan hidupnya semenjak dia di lahirkan. Manakala kehidupan pada saat tu mendiskreditkan perempuan sebagai mahluk yang tidak pantas untuk dihormati, perempuan sebagai jalan dosa dan stigma - stigma negatif lainnya tentang perempuan.  Berbeda dengan ke dua saudara laki - lakinya yang merupakan kebanggaan dari ayahnya.  Meskipun, di ceritakan ke dua saudara laki - lakinya tdak mampu menjadi seperti yang diimpikan ayahnya. Mathew, kakak sulungnya banyak mengajarkan kepadanya  bagaimana cara membaca dan menulis, yang pada saat itu dilarang untuk diajarkan kepada anak perempuan. Dan dengan kemampuan yang luar biasa Joan mampu mengikuti setiap apa yang diajarkan kakaknya. Hingga akhirnya sang kakak meninggal dunia karena didera penyakit. Tinggalah Joan dengan kakak ke 2 yang bernama John. Dan tetap sang ayah merujuk John untuk memperdalam kemampuan menulis sehingga mampu menjadi seorang pelayan Tuhan seperti Ayahnya, dan ini merupakan sebuah kesulitan tersendiri yang amat sangat bagi John dan sebuah kemudahan bagi Joan. Setelah mendapat Kunjungan dan pengajaran dari Aesculapius, membuat Joan muda semakin bersemangat untuk terus belajar dan belajar. Sehingga suatu saat dia dan John bisa dikirim ke sebuah sekolah untuk memperdalam pengetahuannnya. Singkat cerita, terjadi penyerbuan kepada daerah yang ditinggali oleh Joan dan John, John pun meninggal dalam pertermpuran tersebut. Dan tidak ada yang selamat kecuali Joan pada saat itu. Lalu dengan melakukan penyamaran dengan menggunakan identitas kakaknya John. Akhirnya mampu membuat Joan menjadi seorang Paus. Alur cerita yang ditawarkan menarik, penuh kontroversi bahkan Romansa percintaan pun tersirat. Bagaimana Joan harus  tetap bertahan hidup dan melarikan diri dari Kuil (ketika dia sakit) agar identitas ke-perempuanannya tidak terbongkar. juga diceritakan Joan jatuh cinta dengan seorang Count Gerold, yang merupakan ayah angkat baginya di awal ketika dia berpindah ke sekolah barunya. Dan akhirnya Joan harus mengakui bahwa Count Gerold adalah pasangan jiwanya, kemanapun dia pergi, berapa tahun pun mereka berpisah, perasaan yang timbul diantara keduanya yang semula antara ayah dengan anak berubah menjadi Cinta sepasang kekasih yang tidak bisa dipisahkan dan mampu menjadikan mereka berdua sebuah tim yang solid dan saling mendukung. Pada dasarnya Novel ini mau menceritakan kontroversi yang terjadi dalam lingkup Agama Katolik pada masa gelap itu. Dimana hanya sedikit paus atau uskup atau para pelayan Tuhan yang memang memiliki mental untuk melayani, bahkan yang ditonjolkan dalam Novel ini adalah keserakahan dalam perebuatan kekuasaan, Ketamakan dalam jabatan dan Perang dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Carut - marut manajemen Peradilan pun ikut terbawa. Logika sederhana yang menyesatkan dan tidak mau menerima setiap perubahan baru. Masih banyak lagi perseteruan yang terjadi. Seperti Novel kebanyakan, yang baik yang terakhir menang, juga terdapat di novel ini. Akhirnya Joan yang merubah identitasnya menjadi John, mampu menjadi seorang Paus. Dimana seorang Paus sangat diwajibkan adalah seorang laki - laki. Mampu memberikan kontribusi sama baiknya atau bahkan lebih baik dari para Paus yang selama ini Laki - laki. Tetapi tetap saja sebaik apapun yang dia berikan, ketika megetahui bahwa Paus John seorang perempuan, merupakan tamparan yang keras dan menyakitkan pada saat itu. Dan dapat dikatakan sebagai sebuah tindakan yang sangat memalukan. Tetapi seberapapun kontroversinya Paus John ini, entah ada atau tidak, semangat Joan / John harus kita contoh, seperti menebar kebaikan kepada sesama, mau mengajar dan terus belajar sehingga terus meningkatkan kualitas diri, Fokus dan tetap semangat dalam melakukan setiap hal, tidak mudah menyerah. Dan tetap terbuka pada setiap hal - hal yang baru. Dengan membaca novel ini saya juga jadi mengetahui beberapa istilah - istilah  asing (bahasa Latin) seperti : 1.       Magna Est Veritas et Praevalebit (Kebenaran adalah sesuatu yang agung dan kebenaran itu akan menang) 2.       Cogito, Ergo Deus est (Aku berfikir , maka Tuhan ada) 3.       Quis, Quid, Quomodo, Ubi, Quando, Cur ? (Siapa, apa, Bagaimana, Dimana, Kapan, Mengapa?) 4.       Rotaticum dan Saumaticum (yaitu pajak yang dikenakan atas barang - barang yang dibawa dengan kendaraan beroda dan hewan pengangkut beban) 5.       Separatio Leprosorum (sebuah liturgy khusus untuk memisahkan para penederita kusta dari masyarakat) 6.       Sis Mortuus mundo, vivens iterum Deo (Matilah engkau bagi dunia, tetapi hiduplah di mata Allah) 7.       Refectorium (Ruang makan bagi biarawan) 8.       Contritionem praecedit superbia, et ante ruinam exaltation spiritus ( kecongkakan mendahului kehancuran dan tinggi hati mendahului kejatuhan) 9.       Bonum est homini mulierem non tangere (adalah baik bagi laki - laki, kalau dia tidak menyentuh seorang perempuan) 10.   Terra es, terram ibis (dari tanah engkau berasal, kepada tanah pulalah engkau kembali) 11.   Animae Divisae (seseorang dengan kepribadian yang terbelah) 12.   Vicedominus ( Kepala pelayan istana Kepausan) 13.   Mater Romanorum (Ibu dari orang Roma, Anjing / Srigala yang menyusui Romulus dan Remus) 14.   Benedictus qui venit  in nomine Domini (terberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan) 15.   Vesta (dewi rumah dan tungku api) 16.   Judicare non Audemos ( anda tidak diadili disini dan andapun tidak dapat diadili oleh pengadilan dunia) 17.   Ratio in lege summa justitia est ( akal adalah keadilan tertinggi di dalam hukum) 18.   Robigo (Dewa Kabut) Dan ada juga beberapa kutipan yang menarik seperti : 1.       Jika ingin dapat bertahan hidup didunia ini, kau harus bersikap lebih sabar dengan mereka yang berada diatasmu. 2.       Bukankah kurangnya iman yang membuat manusia takut pada pertanyaan - pertanyaan yang diajukan oleh akal ? 3.       Bidah berarti Melawan Tuhan. 4.       Dunia tidak seperti yang kita inginkan, tidak perduli betapa bagusnya kita membayangkannya. 5.       Haruskah kita mengutuk sebuah gagasan hanya karena hal tersebut adalah sesuatu yang baru? 6.       Segala sesuatu yang sekarang menjadi masa lalu dulunya pasti pernah baru. Sekali lagi buku ini sangat bagus untuk menambah wawasan dan cara pandang kita terhadap hal - hal yang ditabukan, mengapa ditabukan, alasan - alasan yang diajukan, sampai kapan dan masih banyak pertanyaan - pertanyaan yang diajukan berdasarkan penalaran  yang murni . Sebagai informasi tambahan, buku ini saya beli seharga Rp 20.000,- pada pesta buku Jakarta tahun 2011 di istora senayan. Seandainya semua buku harganya terjangkau ketika diterbitkan, setidaknya dari dulu saya bisa membeli buku ini, tidak harus menunggu pesta buku Jakarta yang menawarkan discount besar - besaran dalam rangka cuci gudang. Selamat Membaca semoga bermanfaat. Sumber gambar

Kornelius Ginting

/korneliusginting

TERVERIFIKASI

yang tertulis akan abadi dan yang terucap akan berlalu bersama angin -”Scripta manet verba volant”.
http://gintingkornelius.blogspot.com/

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana