Mohon tunggu...
Jusman Dalle
Jusman Dalle Mohon Tunggu... Editor - Praktisi ekonomi digital

Praktisi Ekonomi Digital | Tulisan diterbitkan 38 media : Kompas, Jawa Pos, Tempo, Republika, Detik.com, dll | Sejak Tahun 2010 Menulis 5 Jam Setiap Hari | Sesekali Menulis Tema Sosial Politik | Tinggal di www.jusman-dalle.blogspot.com | Dapat ditemui dan berbincang di Twitter @JusDalle

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Amazon Merengkuh Keajaiban Surga Digital

7 September 2018   10:52 Diperbarui: 7 September 2018   11:11 1233
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pelopor ecommercedunia, Amazon berhasil menembus predikat keramat perusahaan dengan kapitalisasi pasar 1 triliun dolar. Status sebagai penghuni teritori perusahaan 1 triliun dolar mungkin juga akan dicapai oleh perusahaan-perusahaan lain. Namun Amazon melakukan pencapaian mengagumkan. Amazon hanya butuh 24 tahun untuk mencapai angka keramat itu. 

Cengkraman bisnis Amazon yang mulai merambah ke berbagai sektor di luar ritel online, mengingatkan kita pada hikayat Raja Midas dalam mitologi Yunani. Midas Mampu mengubah apapun yang ia sentuh menjadi emas. Sentuhan Amazon adalah kisah digital paradise(firdaus digital) di masa kini. 

Pencapaian Amazon mengindikasikan betapa memukau pertumbuhan sang retailer online terbesar di dunia. Amazon berselancar di atas gelombang digital paradise. Dari toko buku online, Amazon menjelma menjadi pabrik keuntungan. Sumber pundi-pundi uang bagi pemiliknya. Performa Amazon menunjukkan trend yang terus menanjak.

Capaian prestisius Amazon menyamai status yang lebih dulu disandang oleh Apple. Sebelumnya, Apple adalah 'pemain tunggal' perusahaan publik yang berhasil meraih kapitalisasi 1 triliun dolar. Apple mencapai gelar itu pada 2 Agustus 2018. Hanya bertahan satu bulan sebelum akhirnya disusul oleh Amazon. 

Namun ada prestasi Amazon yang tak dicapai Apple. Yaitu berhasil mengawinkan dua gelar prestisius sekaligus. Menduduki predikat sebagai perusahaan dengan nilai pasar paling mahal, dan di saat bersamaan juga menempatkan sang pendiri dan CEO Jeff Bezos sebagai manusia terkaya sejagat. Ketika Amazon menembus angka 1 triliun dolar, Bezos sudah menyandang mahkota manusia terkaya.

Menyitir data Bloomberg Billionaires Index yang diperbaharui harian, posisi kekayaan Jeff Bezos saat ini berada di angka Rp2.457 triliun. Ketika saham Amazon berada di puncak tertingginya, kekayaan Bezos bahkan mendekati gabungan kekayaan Bill Gates dan Warren Buffet. Dua orang terkaya di dunia yang duduk di peringkat dua dan tiga di bawah Bezos.

Perkawinan dua predikat superior berkat Amazon effetcini belum pernah terjadi di perusahaan publik manapun. Microsoft sekalipun yang bertahun-tahun menempatkan pendirinya Bill Gates di predikat manusia terkaya, tidak pernah mencapai gelar sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi.

 Ambisi Sang Pendiri

Sebagai manusia terkaya sejagat dengan selisih tumpukan kekayaan yang jauh di atas Gates dan Buffet, sikap ambisionis Bezos menuai pembenaran. Apalagi ia sukses membawa Amazon ke tingkat pencapaian yang mungkin tak pernah terbayangkan ketika ia pertama kali memulai Amazon sebagai toko buku. Akumulasi ambisi tersebut yang hari ini mengilhami tumbuhnya ekonomi digital dengan ecommerce sebagai satu ujung tombaknya.

Ada kisah menarik tentang ekspansi dan ambisi Bezos yang ditulis oleh Brad Stone dalam buku larisnya The Everything Store. Cerita ihwal bagaimana Zappos, retail sepatu online yang diincar Bezos akhirnya jatuh ke pengakuan Amazon setelah melalui proses yang pelik. 

Dikisahkan, dalam sebuah pertemuan yang canggung, tim Amazon dan Zappos berbicara tentang aliansi kedua perusahaan. Zappos adalah perusahaan yang sudah eksis. Merek mapan dalam bisnis sepatu di dunia internet kala itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun