HIGHLIGHT

Kisah Abu Bakar r.a dan Umar r.a

07 Oktober 2010 10:26:21 Dibaca :

KISAH ABU BAKAR RA


DAN UMAR BIN KHATTAB



KISAH KHALIFAH ABU BAKAR RA


Abu Bakar adalah khalifah pertama pengganti Nabi Muhammad SAW. Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Abi Kuhafah at-Tamimi. Abu Bakar berasal dari keluarga bangsawan Quraisy kaya dan merupakan pemeluk agama Islam ke dua setelah istri nabi Muhammad SAW yaitu Siti Khadijah.


Abu Bakar menjadi sahabat nabi yang sangat setia dan dikenal sebagai tokoh yang jujur, lurus, dan sangat dipercaya. Oleh karena itu beliau mendapat gelar “As Shiddiq” (yang dipercaya).


Ketika hijrah ke Madinah, Abu Bakar setia sekali menemani Nabi SAW, termasuk ketika bersembunyi di gua Sur. Ketika Nabi SAW uzur, beliau ditunjuk oleh nabi SAW menjadi imam shalat.


Pada awal perjuangan Islam, Abu Bakar sering mendermakan hartanya untuk kaum muslimin yang miskin dan untuk membebaskan budak yang disiksa oleh majikannya karena memeluk agama Islam, misalnya Bilal.


Abu Bakar, setelah wafatnya rasulullah terpilih menjadi pemimpin setelah sejumlah tokoh Muhajirin dan Ansar berkumpul di balai kota bani Sa’idah untuk bermusayawarah tentang tokoh yang akan menjadi pemimpin setelah wafatnya nabi Muhammad SAW. Setelah itu Abu Bakar di baiat menjadi khalifah.


Dalam baiat tersebut, Abu Bakar berpidato dan berkata:” Saya terpilih menjadi pemimpin kamu, meskipun saya bukanlah orang terbaik di antara kamu, Karena itu, bantulah saya jika saya berada di jalan yang benar, dan bimbinglah saya jika saya berbuat salah.


Kebenaran adalah kepercayaan dan kebohongan adalah penghianatan. Orang-orang yang lemah diantara kamu akan menjadi kuat dalam pandangan saya seingga saya akan menjamin hak-hak mereka jika Allah menghendaki. Dan orang-orang yang kuat diantaramu adalah lemah dalam pandangan saya sehingga saya dapat merebut hak dari mereka.


Taatilah saya selama saya taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Dan jika saya mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka jangan ikuti saya.


Setelah Abu Bakar di baiat beliau bersumpah kepada Allah SWT dan menyatakan bahwa beliau tidak berambisi menduduki jabatan.


Pada awal kepemimpinan Abu Bakar, muncul pemberontakan dari orang-orang murtad (keluar dari agama Islam), orang yang mengaku nabi dan timbul kabilah Arab. Terhadap hal ini, Abu Bakar bersikap tegas lantas membentuk sebelas pasukan yang dipimpin oleh para panglima tangguh seperti Khalid bin Walid, Amr bin Ashdan Ikrimah bin Abu jahal. Pemberontakan dapat diselesaikan dengan baik.


Setelah pemberontakan dalam negeri diselesaikan dengan baik, Abu Bakar mengirimkan pasukannya ke luar arab yaitu ke Irak dan ke Suriyah. Ke Irak dipimpin oleh Khalid bin walid dan ke Suriah dipimpin oleh tiga panglima yaitu Amr bin As, Yazid bin Abi Sufyan dan Syurahbil bin Hasanah.


Abu Bakar mengeluarkan ide atau gagasan bahwa ghanimah atau harta rampasan perang harus dibagi secara merata. Beliau juga mendirikan lembaga peradilan yang diketuai oleh Umar bin Khattab.


Selain itu, dalam kepemimpinan Abu Bakar, Ia senantiasa meneladani Rasulullah SAW. Ia sangat memperhatikan kepentingan rakyat dan tidak segan membantu mereka yang mengalami kesulitan. Untuk meningkatkan kesejahteraan umum, Abu Bakar membentuk Baitul Mal, semacam kas Negara atau lembaga keuangan. Pengelolaan baitulmal diserahkan kepada Abu Ubaidah bin Jarrah.


Ada lagi yang dilakukan oleh Abu Bakar yaitu atas saran Umar bin Khattab


Supaya mengumpulkan ayat Al Qur’an dan oleh Abu Bakar hal ini disepakatinya. Akhirnya Al Qur’an dikumpulkan karena khawatir Al Qur’an akan habis, karena banyak penghafal Al Qur’an yang telah gugur di medan perang.


Pada usia kekhalifahannya mendekati dua tahun tujuh bulan, Abu Bakar menderita sakit keras dan wafat dengan khusnul khatimah, pada hari Selasa setelah maghrib, bulan jumadil Akhir 13 H (634 M) dalam usia 63 tahun dan dimakamkan di sisi makam Rasulullah SAW.



KISAH UMAR BIN KHATTAB RA


Umar bin Khattab, sebelum masuk agama Islam selalu memusuhi Nabi Muhammad SAW. Tetapi setelah memeluk agama Islam, ia menjadi sahabat Rasulullah SAW dan bahkan terpilih sebagai khalifah ke dua setelah Abu Bakar As-Shiddiq.


Umar merupakan seorang mujtahid dan salah satu dari Khulafaur Rasyidin. Umar lahir pada tahun 581 M. Ia berasal dari suku Adi yang terpandang mulia dan mempunyai martabat tinggi.


Sejak menjadi pemuda, Umar dikenal sebagai orang yang pemberani. Saat Umar masuk Islam, banyak keluarganya dan tokoh-tokoh Arab lain yang masuk Islam. Sehingga jumlah kaum muslimin semakin banyak dan dakwah Islam tidak lagi dilakukan secara sembunyi sembunyi, tetapi disiarkan secara terang-terangan.. Ketegasan dan keberanian Umar merupakan kekuatan besar dalam pengembangan Islam.


Sebelum Umar masuk Islam, Umar adalah musuh Nabi SAW dan para pengikutnya. Ketika mengetahui bahwa adiknya yaitu bernama Fatimah dan suaminya memeluk Islam, Umar sangat kesal dan segera mendatangi adiknya dengan penuh emosi memukul Fatimah beserta suaminya yaitu pada saat Fatimah membaca Al Qur’an.


Namun sesaat kemudian Umar melihat lembaran bertuliskan ayat Al Qur’an . Ketika membacanya perasaannya menjadi tenang dan damai. Timbullah keinginan yang kuat dalam dirinya untuk menemui Rasulullah SAW dan akhirnya Umar pun memeluk agama Islam. Umar masuk Islam ketika berumur 27 tahun.


Umar Sebagai Khalifah


Sebelum Abu Bakar wafat, memanggil beberapa sahabat untuk dimintai pendapat tentang rencana penunjukan khalifah yang akan menggantikannya. Umar merupkan calon tunggal . Abu Bakar dan sahabat setuju dengan pilihan itu. Pada tahun 13 H / 634 M akhirnya Umar di baiat menjadi khalifah kedua dengan gelar Amirul Mukminin artinya panglima orang-orang beriman.


Umar bin Khattab merupakan pimpinan yang ideal. Hidupnya bersama keluarganya sangat sederhana. Beliau juga sangat adil dan dekat dengan rakyat. Pada malam hari beliau sering keliling kampung untuk mengamati keadaan rakyatnya.


Umar sebagai khalifah membuat kebijakan dalam pemerintahan . Beliau melakukan ekspansi besar-besaran sehingga pereodenya dikenal dengan nama futuhat al islamiyyah artinya perluasan wilayah Islam. Dan pembagian propinsi Islam. Beliau juga membentuk badan-badan pemerintahan dan membuat prinsip-prinsip peradilan.


Umar juga dikenal sebagai sahabat nabi yang berani melakukan ijtihad / pemikiran. Misalnya mengusulkan penyelenggaraan salat tarawih berjamaah, penambahan as salatu khairum minan naum dalam adzan Subuh, pencetus ide pengumpulan ayat-ayat Al Qur’an, dan penentuan kalender hijriyah.


Pada saat Rasulullah masih hidup dan para sahabatnya, sangat kagum kepada Umar. Nabi Muhammad memberinya gelar Al Faruq yang berarti pembeda atau pemisah. Maksudnya, Allah SWT telah memisahkan dalam diri Umar antara yang hak dan yang bathil.


Umar sebagai pemimpin yang ideal sehingga membuat iri musuh-musuhnya. Pada hari Sabtu tanggal 26 Zulhijah 23 H, Umar ditikam Abu Lu’luah hingga wafat saat hendak shalat Subuh. Umar meninggal di usia 63 tahun dan menjabat sebagai khalifah selama 10 tahun 6 bulan 8 hari.



MENELADANI PERILAKU KHALIFAH


ABU BAKAR RA DAN UMAR BIN KHATTAB RA



PERILAKU KHALIFAH ABU BAKAR RA


Perangai Abu Bakar RA sangat mulia, maka sangat pantas untuk diteladani oleh setiap muslim. Kemuliaan dan keteladanan Abu Bakar tidak hanya diakui oleh Rasulullah SAW atau para sahabat-sahabatnya. Dalam al Qur’an pun juga di kisahkan.


Kemuliaan dan keteladanan Abu Bakar yang dikisahkan dalam Al Qur’an diantaranya:


1. Pembenar Segala Berita nabi Muhammad SAW


Kita ketahui bahwa sahabat Nabi yang satu ini adalah orang yang selalu


membenarkan apa yang diberitakan oleh nabi Muhammada SAW. Ketika orang lain meragukan sesuatu berita yang disampaikan Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar selalu membenarkannya.







2. Orang yang paling taqwa setelah Nabi Muhammad SAW


Abu Bakar memerdekakan tujuh orang budak yang disiksa oleh majikannya. Mereka disiksa hanya karena beriman kepada Allah SWT. Dengan dimerdekakannya, maka ke tujuh orang budak itu selamat dari siksaan majikan mereka. Dan yang terpenting adalah mereka dapat menyelamatkan keimanan mereka kepada Allah SWT.


3. Pendamping nabi di dalam Gua


Abu Bakar merupakan pendamping setia Nabi Muhammad SAW baik dalam suka dan duka ketika dikejar-kejar oleh Abu Jahal dan pasukannya.


4. Penolong Agama Allah SWT


Kaum Muslimin enggan untuk berangkat jihad dalam peperangan Tabuk yaitu untuk menolong agama Allah kecuali Abu Bakar. Abu Bakar sebagai pencerah suasana, menyadarkan kaum muslimin agar terhindar dari bisikan kaum munafik yang menyesatkan .


Akhirnya mereka menyadari kekeliruannya dan tumbuh semangatnya untuk berangkat ke medan perang, membela tegaknya agama Allah (menolong agama Allah).


1. Sahabat yang pemaaf


Abu Bakar pernah bersumpah tidak akan memberi nafkah kepada Misthah, seorang kerabatnya sendiri yang miskin yang menuduk Aisyah berbuat serong


Tetapi Abu Bakar segera memaafkan Mitsthah dan mencabut sumpahnya seraya berkata”Ya Tuhan kami, kami pasti menginginkan ampunan-Mu dan kami akan memberi nafkah kembali kepada Misthah sebagaimana mestinya”


Selain Al Qur’an, dalam Hadits banyak keteladanan dari Abu Bakar yaitu:




  1. Kepercayaan nabi Muhammad SAW
  2. Sahabat yang paling kuat imannya
  3. Abu bakar bukan sembarang sahabat
  4. Penenteram hati Rasulullah SAW
  5. Sahabat yang pertama kali masuk surga
  6. Ahli surga
  7. Teladan bagi umat islam

    1. Sahabat paling Dermawan c. Sahabat paling pemaaf
    2. Sahabat paling penyantun d. Sahabat paling pemberani




PERILAKU KHALIFAH UMAR RA


Sebuah prestasi yang besar yang dilakukan oleh Umar terutama dalam bidang politik. Banyak sifat keteladanan yang patut kita teladani. Keteladanan Umar diantaranya:


1. Sahabat yang paling ditakuti Syetan


Nabi Muhammad SAW bersabda” Hai Ibnu Khattab, demi Dzat yang diriku


dalam kekuasaan-Nya, tidaklah engkau berpapasan dengan setan di tengah jalan, kecuali ia menempuh jalan yang lain. (HR Bukhari Muslim)




2. Pereguk ilmu Rasulullah


Nabi Muhammad SAW pernah bersabda; “Dalam suatu tidurku aku bermimpi diberi segelas susu, maka aku meminumnya hingga merasakan kesegaran mengalir ke sekujur tubuhku, kemudian sisanya kuberikan kepada Umar bin Khattab”. Seorang sahabat bertanya: “Apa takwil mimpi itu ya Rasulullah?. Jawab beliau: “Ilmu Pengetahuan” (HR Bukhari Muslim)


Oleh karena itu, maka Umar memang Al Faruq sebagai khalifah yang menguasai isi kitab Allah SWT secara benar.


3. Pencemburu pada setiap kebaikan


Rasulullah SAW bersabda:’ Pada suatu tidurku aku bermimpi berada di surga. Tiba-tiba ada seorang perempuan sedang berwudhu di samping sebuah gedung. Maka aku bertanya: Gedung siapa ini? Jawabnya: Gedung ‘Umar bin Khattab, sehingga aku teringat akan kecemburuan Umar (pada setiap kebaikan). Umar menangis ketika mendengar mimpi Rasulullah itu seraya berkata: “Pantaskah aku cemburu kepadamu, ya Rasulullah?” (HR Bukhari Muslim).


4. Penegak agama Allah


Umar bin Khattab menegakkan agama ialah tentang pentingnya menegakkan shalat lima waktu, menuntut ilmu dan pentingnya mengendalikan hawa nafsu kepada kaum muslimin dan terlebih kepada seluruh pegawai pemerintahannya


Para pegawainya dinasehati dengan nasehat: Sesungguhnya urusan kalian yang paling penting ialah shalat. Maka barang siapa menjaganya dengan baik, niscaya terjagalah agamanya.


5. Pemimpin pembaharu


Selama sepuluh tahun kekhalifahannya, Umar banyak sekali mempelopori praktik-praktik kehidupan kaum muslimin dalam bermasyarakat dan bernegara yang sebelumnya tidak pernah dipraktekkan. Oleh Umar dikembangkan dan dipelopori sesuai dengan pembentukan masyarakat dan Negara yang Islami yang berlandaskan Syari’at Islam.


6. Penegak kebenaran


Semenjak masuk Islam, Umar sangat tegas dalam memilih dan melakukan perkara hak. Ditinggalkannya jauh-jauh perkara yang bathil dan tidak pernah mau bersentuhan kecuali dengan perkara yang hak. Sikap dan perbuatannya semuanya hak atau benar.


Hukum ditegakkan ditengah masyarakat tanpa pandang bulu, sipapun orangnya dan jabatannya. Hal ini telah diteladankan oleh Umar bin Khattab. Beliau tak segan segan menjatuhkan sanksi hukum kepada siapapun yang diketahui melanggar. Bahkan putranya sendiri sekalipun tetap dihukum karena melanggar aturan Islam.


7. Pemimpin yang kuat


Setelah kekhalifahan dipimpin oleh Umar, kejayaan islam berkembang pesat ke penjuru dunia. Damaskus, Basrah, Urdun dan Kufah ditundukkan.Yazdajr, Jandisabur, Mesir sampai Azerbijan, Masabazan, Sajastan dan Ashiban tunduk kepada panji Islam.


Persi dan Rumawi yang waktu itu menjadi Negara adi kuasa juga tunduk dalam kekuasaan Umar. Dua pertiga belahan dunia, nyaris di bawah kekuasaan Umar. Dengan jasa yang luar biasa ini, Umar dijuluki oleh kaum muslimin “Amirul Mukminin” artinya pemimpin orang-orang yang beriman.


Joko Winarto

/jokowinarto

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Change Agen
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?