jafar tamam
jafar tamam Pengajar dan Penulis

Supel dan Mewah

Selanjutnya

Tutup

Pembagian Jenis Jomblo

8 April 2016   15:15 Diperbarui: 9 April 2016   08:37 25 0 0

Semesta  diciptakan berpasang-pasangan. Bumi dengan langit, air dengan api, jelek dengan ganteng, panas dengan dingin, jahat dengan baik. Lantas bagaimana dengan yang jomblo, dia kan tidak punya pasangan? Keliru anda. Jomblo itu adalah pasangan dari yang tidak jomblo. Purna.

Cinta dengan beribu teorinya yang sukar dibahasakan menjadi topik perbincangan dunia dalam segala bidang. Karena cinta semua hidup. Semesta hidup karena Tuhan cinta manusia. Karena cinta rangkaian kata bernada puitis lahir dari tangan sang penyair. Termasuk kidung yang digemakan oleh Majnun untuk kekasih tak sampainya, Laela.

Karena cinta semua bisa hidup bahagia.

Apakah cinta harus memiliki? Harus ada sertifikasi? Teruntuk kawula muda? Dalam konteks kekinian apakah cinta harus dibuktikan dengan pacaran? Nyatanya tidak semua.

Sebagian memang ada yang mengatakan demikian sambil mengajukan beragam argumentasi yang tampak meyakinkan. Namun sebagian juga ada yang beranggapan bahwa cinta tidak harus dengan pacaran. Dalam jiwanya ia meyakini bahwa cinta yang hakiki yang dtaruh di tempatnya, dengan wacana nanti saat ia benar-benar serius mencintai seseorang maka ia akan datang ke kedua orang tuanya melangsungkan lamaran.

Nah, orang yang mengartikan bahwa cinta tidak mesti dibuktikan dengan pacaran ini yang, dalam bahasa kontemporer, disebut JOMBLO.

Jomblo, jika ditinjau dari segi ikhlas atau tidaknya maka terbagi menjadi dua...

Jomblo yang ikhlas melakoni kejombloannya dan jomblo yang seakan masih tidak menemukan kepuasan dalam status kejombloannya.

Yang pertama, Jomblo yang ikhlas dengan kejombloannya adalah jomblo yang memiliki akidah bahwa pasangan hidup itu sudah ditentukan oleh Tuhan, yang nanti pada saatnya tiba, dibantu usaha dari manusia, Tuhan akan menyibak tirai perjodohan tersebut. Dalam hidupnya ia tenang meski tidak ada tempat sandaran berwujud manusia, karena, baginya, cukup Allah saja yang menjadi bahu sandaran dikala penat menyengat, di kala jenuh berlabuh di kalbu.

Dan, ini yang penting, ia tidak sibuk memamerkan kejombloannya kepada masyarakat luas. Ia tidak menggebu-gebu mempromosikan status dirinya yang ia anggap istimewa kepada umat manusia. Cukup dia dan Tuhan yang tahu. Menanti dalam dia lebih mampu menghadirkan ketenangan.

Yang kedua, Jomblo yang tidak ikhlas dengan kejombloannya. Jomblo ini hampir sama dengan jomblo kriteria pertama, hanya saja ada beberapa spesifikasi mendalam. Spesies jomblo yang satu ini cenderung berkoar-koar kepada pers, berceramah kepada jama'ah, berkhotbah di hadapan domba-domba tersesat, menggaungkan perihal status kejombloannya.

Ia seperti ingin jomblo dan ingin tidak jomblo. Aktif menyuarakan suara hati kejombloannya kepada banyak perempuan di setiap tempat yang ia yakini bisa menjadi pasar gombalannya. Dijajakannya kalimat-kalimat bertuah demi menarik simpati perempuan yang ia maksud. Barangkali terjebak buruannya.

Hmm...

Kira-kira anda masuk jenis yang mana?

Sekian soal pembagian Jomblo, semoga tepat guna! 

 

Bintaro, 08 April 2016