Mohon tunggu...
Iwan Nugroho
Iwan Nugroho Mohon Tunggu... Dosen - Ingin berbagi manfaat

Memulai dari hal kecil atau ringan, mengajar di Universitas Widyagama Malang. http://widyagama.ac.id/iwan-nugroho/

Selanjutnya

Tutup

Travel Story

Mengunjungi Pabrik Kristal Bohemia, Ceko

3 Juni 2013   20:13 Diperbarui: 5 Agustus 2016   08:19 1169
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
http://www.avantgarde-prague.com/

Berbicara mengenai kristal, maka senantiasa terkait dengan negara Ceko.  Sesungguhnya tidak saja terbatas Ceko, kristal juga dikaitkan dengan Jerman dan Austria.  Pembuatan kristal senantiasa berkaitan dengan ketrampilan pembuatan kaca (glassworks), pembakaran (smelting), dan kimia kristal.  Negara-negara itu punya sejarah panjang dan maju di bidang kristal.  Kristal menurut Wikipedia merupakan suatu padatan yang atom, molekul, atau ion tersusun secara teratur dan polanya berulang melebar secara tiga dimensi.  Pembentukan kristal adalah suatu proses pemadatan dari bahan cair. Pembentukan kristal  menghasilkan struktur kristalin yang dikenal sebagai kristalisasi.

Penulis sangat beruntung memiliki kesempatan mengunjungi pabrik kristal paling terkenal di dunia.  Dari pabrik ini, kristal dibentuk menjadi perhiasan mahal, asesoris selebriti, trophy olahraga (Formula-1, golf dan Grand Slam), botol parfum, lampu, serta pernik mewah lainnya. Pabrik Crystal Ruckl di Beroun, merupakan yang paling terkenal menghasilkan kristal Bohemian. Beroun terletak pada ketinggian 780 feet dpl kira-kira 50 km barat daya Praha, atau sekitar 1.5 jam menggunakan bis. 

Pabrik kristal (koleksi pribadi)
Pabrik kristal (koleksi pribadi)
Pabrik kristal Rückl memiliki sejarah panjang.  Pabrik didirikan oleh keluarga Rückl (Sebastian Ruckl) sejak tahun 1704 di daerah sekitar Sumava (wilayah Bavaria Jerman yang berbatasan dengan Ceko).  Pada tahun 1846, Jan Rückl mendirikan pabrik di sekitar Ostrava (275 km menuju Timur dari Praha), sementara anaknya Antonin, mendirikan pabrik di Včelnička pada tahun 1875 (75 km tenggara Praha).  Terakhir keluarga Rückl membangun pabrik kristal modern di Beroun dimana penulis berkunjung kali ini.  

Sebagai tambahan info, pabrik ini sempat mengalami nasionalisasi setelah perang dunia dua saat Cekoslowakia di bawah rejim komunis.  Perusahan negara (Sklárny Bohemia)  ini semakin menguatkan identitas kristal bohemia sebagai produk Cekoslowakia.  Pada tanggal 1 Juni 1992, kembali terjadi privatisasi dimana Jiří Rückl sebagai keturunan keluarga Rückl membeli dan mengambil alih Sklárny Bohemia menjadikan sebagai sklárna Nižbor.  Nižbor adalah tempat perusahaan kristal Rückl dalam wilayah Beroun. 

Penulis mengunjungi pabrik kristal siang hari sekitar jam 14.00 (tepatnya tanggal 25 Oktober 2010).  Kunjungan seperti ini telah ditawarkan oleh banyak biro wisata dari Praha.  Begitu sampai di lokasi, kami memasuki mini café dengan menyajikan perhiasan kristal gelang, kalung, atau asesoris kecil.  Saya baru tersadar ternyata ada pintu yang menghubungkan dengan ruang lebih besar yang menampilkan produk kristal berukuran besar, misalnya vas bunga, gelas, lampu, atau patung binatang.  Kami tidak lama disini, karena harus mengikuti penjelasan perihal perusahaan dan produk-produknya.  

Seorang pemandu perempuan dari bagian pemasaran menjelaskan kepada kami dengan bahasa Inggris di ruang terbuka. Ia berdiri membelakangi contoh-contoh bahan baku dan mendeskripsikannya.  Kami menyimak dalam udara cukup dingin pada suhu sekitar 10oC. Ia menjelaskan sejarah perusahaan dan keunikan produk kristal bohemia, yang terdiri komposisi bahan silika, zinc, Kalium, timbal dan borak.  Di pabrik Ruckl komposisi timbal (Pb oksida) sebesar 24 persen, sebagai unsur terpenting pembentuk, penguat dan pengeras kristal—penciri utama dari kristal bohemia.

Setelah itu rombongan memasuki ruang dimana berdiri tanur yang bersuhu hingga 1200oC untuk menyiapkan cairan kristal.  Suhu dalam ruangan seluas sekitar 400 m persegi itu cukup menghangatkan tubuh kami.  Di ruangan ini bekerja kurang lebih sepuluh orang dalam tiga grup melingkari tanur.  Setiap grup nampaknya sedang membuat jenis kristal yang berbeda satu sama lain.  Saya kebetulan mengamati dua group, yang masing-masing sedang membuat sejenis teko dan vas.  

mesin pembakar kriustal (koleksi pribadi)
mesin pembakar kriustal (koleksi pribadi)
Cara pembuatannya sangat menarik, diawali dengan mengambil cairan kristal dari tanur dengan pipa besi panjang.  Cairan kristal sebesar kepalan tangan itu kemudian diputar-putar mengikuti pipa dan dimiringkan untuk membentuk bulatan lonjong. Cairan kristal kemudian ditiup oleh mulut dari ujung pipa sehingga membentuk rongga udara di dalamnya.  Udara terus ditiupkan  sehingga kristal lembek semakin mengembang, layaknya meniup balon.  

koleksi pribadi
koleksi pribadi
Tahapan berikutnya kristal dimasukkan ke cetakan yang disiapkan anggota grup sambil terus ditiup sebelum proses pemadatan terjadi.  Proses pengambilan cairan kristal dari tanur hingga pemadatan kurang lebih memakan waktu tiga hingga empat menit.  Dari sini kemudian dapat dilihat proses pemotongan kristal, atau pemberian pegangan teko.  Luar biasa memang, kristal yang lembek dapat dimainkan untuk membentuk disain yang disukai.  Di ruangan ini juga dilakukan penghalusan permukaan kristal dengan metode pembakaran.  
koleksi pribadi
koleksi pribadi

Rombongan kami sempat berfoto dengan latar belakang tanur. Posisi pengunjung memang dibatasi untuk menjamin keamanan, sekitar 3 m dari pekerja di dekat tanur seperti ditunjukkan rambu batas kuning di lantai.  Namun herannya, para pekerja tidak ada yang menggunakan perangkat pengaman, padahal suhu tanur tentu panas sekali.  Kawan kami pak Jon Efri memberanikan diri berfoto dengan pekerja, namun nampaknya seorang pekerja justru memberi kesempatan melakukan pemutaran dan peniupan cairan kristal.  Tentu pengalaman ini sangat mengesankan bagi pak Jon.  Ternyata untuk meniup perlu tekanan kuat dari rongga mulut, demikian keluhnya.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun