Mohon tunggu...
ign suyanto
ign suyanto Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Aku Hanya Bisa Berpuisi

6 September 2017   09:33 Diperbarui: 6 September 2017   09:38 746
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Dimanakah kesejahteraan?

Katanya ekonomi sedang susah,

Ralayat hidup payah, tapi aku tak peduli

Aku Dewan terhormat, wakil rakyat yang hebat

Lalang buana luar negeri "atas nama rakyat negeri"

Yang katanya sedang melarat.

Hasilnya aku hanya bisa buat puisi

Kalau negaraku berhutang banyak, apakah aku peduli?

Hamburkan uang atas nama  kunjungan  luar negeri

Ketika mata melihat sidang terhomat, aku wall outdengan gagahnya

Karena aku hanya bisa berpuisi, puisi yang penuh iri dan dengki

Ketika harga sembako menanjak, aku minta negera untuk bangun gedung yang tinggi

Biar kerjaku bisa dihargai, tapi boro boro buat undang-udang hingga jadi

Hanya wancana dan pledoi

Aku hanya bisa buat puisi

Bertanya soal bangsa yang besar

Tapi apa yang pernah aku berikan untuk negeri ini

Hanya  bait bait puisi yang penuh dendam pribadi

Jangankan  memberi hadiah dengan legeslasi

Kaos oblongpun aku tak sanggup beri

Karena aku hanya bisa buat puisi dan mencaci

Aku hanya bisa  berpuisi,

Tutup mata ketika infrastrutur negeri ini telah dibenahi

Dari Papua, aceh  sampai Natuna, kuanggap belum terjadi apa apa

Mungkin aku tertidur ketika di gedung dewan terhormat

Hingga tak tahu hasil hutang telah kembali ke rakyat

Tidak hanya  Jawa yang dibangun, tapi Papua, Sumatera hingga Kalimatan

Mereka mulai tersentuh oleh para pemimpin negeri ini

Rakyat rela biar pun hutang itu terjadi, namun hasinya nyata untuk negeri

Aku hanya bisa berpuisi

Entah sampai kapan akan berhenti

Mungkin ketika ajang pemilu nanti 

Kecuali dagelan dan badut  yang akan dipilih lagi

Maka aku bisa berpuisi lagi

 

Jakarta, 4 September 2017

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun