Mohon tunggu...
Indar Cahyanto
Indar Cahyanto Mohon Tunggu... Guru - Penggerak
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Ikhlas bakti bina bangsa berbudi bawa laksana

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Belajar dari Covid-19

25 Maret 2020   20:16 Diperbarui: 25 Maret 2020   20:44 176
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sejak hari Seni tanggal 16 Maret 2020 sekolah ku SMAN 25 Jakarta tampak sunyi dari aktifitas civitas akademika. Dari pagi memamg tidak ada aktifitas peserta didik, mereka belajar di rumah karena ada peristiwa mewabahnya COVID 19 di Jakarta.

Sekolah tampak tenang yang biasa ramai dengan aktifitas peserta didik baik ketika pagi hari hingga mereka mau kembali ke rumah masing-masing. Suasana riang mereka adalah cerminan sekolah ini tak pernah berhenti dalam aktifitas.

Suasana sunyi dan sepi juga tampak di jalan raya AM Sangaji yang biasanya kendaraan ramai dan sedikit macet. Kemarin dalam kondisi yang tak terlalu ramai dengan aktifitas kendaraan.

Berbeda memang kondisinya karena memang ada himbauan untuk siswa belajar dirumah sedangkan untuk para karyawan, guru, pegawai dll mereka bekerja dari rumah. Tak seperti biasanya dan tak lazim dilakukan kalau tidak adanya wabah virus COVID 19.

Virus Corona pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, China pada bulan Desember 2019 lalu. Bahkan hingga kini otoritas kesehatan di belahan dunia berupaya menahan dan membendung penyebaran wabah virus ini.

Banyak orang yang mati dan dirawat akibat persebaran wabah virus CORONA INI. Penyakit koronavirus 2019 (bahasa Inggris: coronavirus disease 2019, disingkat COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus.

Penyakit ini mengakibatkan pandemi koronavirus 2019--2020. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas. Sakit tenggorokan, pilek, atau bersin-bersin lebih jarang ditemukan. Pada penderita yang paling rentan, penyakit ini dapat berujung pada pneumonia dan kegagalan multiorgan. (WIKIPEDIA)

Pada 11 Februari 2020, Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan bahwa "COVID-19" akan menjadi nama resmi dari penyakit ini. Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kata "co" adalah singkatan dari "corona" (korona), "vi" untuk "virus", dan "d" untuk "disease" (penyakit), sementara "19" adalah untuk tahun itu (2019) karena wabah tersebut pertama kali diidentifikasi pada tanggal 31 Desember 2019.

Tedros mengatakan bahwa nama tersebut dipilih untuk menghindari referensi ke lokasi geografis tertentu, spesies hewan atau kelompok orang sesuai dengan rekomendasi internasional untuk penamaan yang bertujuan mencegah stigmatisasi.(WIKIPEDIA).

Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Gejala-gejala ini biasanya ringan dan mulai secara bertahap.

Beberapa orang menjadi terinfeksi tetapi tidak mengembangkan gejala apa pun dan merasa tidak enak badan. Kebanyakan orang (sekitar 80%) pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang yang mendapatkan COVID-19 sakit parah dan mengalami kesulitan bernapas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun