Melihat sepak terjang Jokowi - Ahok

24 Oktober 2012 13:19:38 Dibaca :

Menarik juga mengamati sepak terjang Jokowi-Ahok sebagai pasangan gubernur dan wakir gubernur DKI yang baru. Jokowi melakukan sidak di beberapa kecamatan dan desa. Di beberapa media menayangkan dalam kunjungan tersebut Jokowi menemukan kepala desa dan camat tak berada di tempat saat Jokowi tiba. Jokowi pun bilang " bagus, baguskan, kepala desa tak ada, camat juga tak ada, itukan bagus " dan para awak mediapun tertawa. Tak kalah menarik melihat sepak terjang Ahok yang menemui para buruh yang berdemo bahkan ikut berorasi, dan menerima 20 perwakilan buruh. Dalam dialog tersebut Pria yang akrab disapa Ahok itu, menerima perwakilan 20 buruh di ruang kerjanya dan langsung dikonfrontir dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) DKI Jakarta, Deded Sukendar. Ahok langsung mendengarkan pemaparan dan tuntutan dari para buruh yang meminta kenaikan UMP hingga mencapai Rp2,799.000 pada 2013 mendatang. Selama ini penghitungan yang dilakukan oleh Disnakertrans DKI Jakarta adalah dengan menggunakan rata-rata penghitungan survei KHL dari bulan Februari hingga Oktober 2012. Sementara yang seharusnya, seperti yang dipaparkan Muhammad Rusdi, Sekretaris Jendral Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), adalah penghitungan tersebut ditambahkan dengan proyeksi inflasi tahun depan yaitu sekitar 3,5 persen. Rusdi menduga adanya salah penghitungan ini disebabkan adanya mafia upah murah dari beberapa oknum di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta. Mendengar pemaparan tersebut, Ahok langsung memerintahkan Disnakertrans untuk merubah penghitungan survey KHL tersebut. “Kenapa kita tidak menggunakan penghitungan dengan menggunakan Keputusan Menteri yang terakhir saja. Tidak usah dirata- rata, langsung gunakan KHL untuk penghitungan akhir bulan terakhir, bisa kan Pak,” ujar Ahok kepada Deded. Mendengar perintah tersebut, Deded hanya menjawab dengan lirih, “ Nanti kita kaji Pak” katanya Ahok pun kembali tegas dengan menjawab, “ Anda mau kaji dengan siapa lagi? Atasan Anda kan saya. Kalau Anda macam-macam anda saya pecat.” ujar Ahok meskia demikian Ahok juga mengatakan bahwa upah tuntutan para buruh terlalu besar. apabila menggunakan penghitungan yang baru tersebut. “Tetap saja penghitungan yang baru ini tidak akan mencapai angka Rp2,7 juta. Itu terlalu besar. Kalau dari komponen pengusaha kan tetap ada penghitungan untuk NPWP dan pajak,” jelasnya. Atas hal tersebut, Rusdi pun akhirnya melunak dengan menyepakati perubahan angka yang akan diperjuangkan oleh Wagub DKI Jakarta ini selama mencapai angka di atas Rp 2 juta atau lebih tinggi dari salah satu daerah penyangga, Bekasi. Sementara Jokowi juga mengunjungi beberapa pasar, dan mendengarkan keluh kesah para pedagang pasar, dan di beberapa media elektronik beliau mengatakan lapak untuk pedagang di buat semurah murahnya bila perlu gratis. Selamat bekerja pak Jokowi - Ahok Semoga anda benar benar bisa mewujudkan harapan warga Jakarta.

Hantu Pena

/hantupena

sedang mencari jati diri
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?