Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Penulis - Penulis. Jurnalis.

Pernah sewindu bekerja di 'pabrik koran'. The Headliners Kompasiana 2019, 2020, dan 2021. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Raket Pilihan

Japan Open 2018 Dimulai, Ujian Konsistensi Jojo dan Rekan

11 September 2018   09:00 Diperbarui: 11 September 2018   09:24 1040
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jonatan Chistie, diharapkan tampil konsisten seperti di Asian Games 2018/Foto: Twitter InaBadminton

Bahkan, di Japan Open tahun 2017 lalu, Ginting dan Jojo langsung out di round 1. Padahal, sepekan sebelumnya, Jojo dan Ginting tampil luar biasa di Korea Open 2017. Mereka menciptakan "All Indonesian Final" yang dimenangi Ginting.  

PBSI bukannya tidak tahu itu. Malah sangat tahu. Karenanya, dalam wawancara dengan badmintonindonesia.org usai Jojo meraih medali emas dan Ginting meraih medali perunggu Asian Games, pelatih tunggal putra PBSI, Hendry Saputra berpesan khusus kepada keduanya. Bahwa tantang berikutnya adalah konsisten.

"Konsisten! Ini yang paling utama dan paling menantang. Konsisten dari segi prestasi dan bagaimana dia mengelola keadaan dirinya sendiri. Kalau suatu saat peringkat dia naik tapi dia tidak bisa jaga pikiran, jaga fisiknya, tekniknya, mainnya, otomatis akan drop juga. Nah itu tugas saya untuk membantun," ujar Hendry Saputra dikutip dari http://m.badmintonindonesia.org/app/information/newsDetail.aspx?/7362 .

Namun, semoga pencapaian hebat di Asian Games 2018, bisa menjadi pengingat bagi Jojo dan Ginting. Bahwa mereka sebenarnya bisa bersaing bahkan menang atas pemain manapun. Dengan catatan, mereka tetap bermain dengan standar permainan seperti di Asian Games lalu. Apalagi, lawan-lawan yang dihadapi di BWF World Tour sejatinya itu-itu saja.

Di Japan Open 2018, hasil drawing mengharuskan Ginting akan menghadapi pemain Hongkong unggulan delapan, Ng Ka Long Angus. Sementara Jonatan akan ditantang Prannoy H.S dari India. Di pertemuan terakhir, Ginting dan Jojo kalah. Ginting kalah dari Angus di China Open 2017 dengan skor 20-22, 18-21 dan kini kalah 2-4 dalam head to head. Sedangkan Jojo kalah rubber game dari Prannoy di pertandingan beregu Asian Games yang menjadi pertemuan pertama mereka.

Menariknya, bila keduanya berhasil menang, Jonatan dan Ginting sudah harus bertemu di putaran kedua. "Memang disayangkan saya dan Jonatan kalau ketemu di babak-babak awal. Tapi saya mau fokus di pertandingan pertama dulu karena lawannya juga nggak mudah," ujar Ginting dikutip dari http://m.badmintonindonesia.org/app/information/newsDetail.aspx?/7373

Fajar/Rian juga ditunggu konsistensinya

Tidak hanya Ginting dan Jojo, pemain Indonesia lainnya yang menarik ditunggu penampilannya di Japan Open 2018 adalah ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Mereka tampil heroik di Asian Games 2018 dan meraih medali perak. Dan, hampir sama dengan Jojo-Ginting, Fajar/Rian juga kerap tampil memble di turnamen BWF. Namun, semoga pencapaian di Asian Games 2018 telah mampu mengubah pola pikir mereka dalam menghadapi turnamen.

Fajar/Rian dan Marcus/Kevin diharapkan bisa bertemu di final Japan Open 2018/Foto: Twitter InaBadminton
Fajar/Rian dan Marcus/Kevin diharapkan bisa bertemu di final Japan Open 2018/Foto: Twitter InaBadminton
Fajar/Rian akan berstatus non unggulan di turnamen ini. Di putaran pertama, Fajar/Rian akan bertemu dengan ganda Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi. Laga ini merupakan ulangan perempat final Asian Games 2018. Kala itu Fajar/Rian menang dengan skor 21-17, 21-13.

"Semua lawan kemampuannya imbang, asal kami fokus, kami pasti bisa. Setelah Asian Games tentunya rasa percaya diri meningkat, ketenangan juga, terutama pada saat poin-poin kritis harus bagaimana, banyak yang kami pelajari," ungkap Fajar.

Di sektor ganda putra, Indonesia menurunkan kekuatan penuh. Indonesia mengirimkan enam pasangan ganda putra. Selain Fajar/Rian, juga ada Markus Gideon/Kevin Sanjaya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Berry Angriawan/Hardianto, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso serta Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang akan kembali bermain bersama setelah "diceraikan" beberapa lama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Raket Selengkapnya
Lihat Raket Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun