Mohon tunggu...
Gapey Sandy
Gapey Sandy Mohon Tunggu... Penulis - Kompasianer

Peraih BEST IN CITIZEN JOURNALISM 2015 AWARD dari KOMPASIANA ** Penggemar Nasi Pecel ** BLOG: gapeysandy.wordpress.com ** EMAIL: gapeysandy@gmail.com ** TWITTER: @Gaper_Fadli ** IG: r_fadli

Selanjutnya

Tutup

Trip Artikel Utama

Mengapung Santuy di Laut Mati, Yordania

13 Maret 2020   09:34 Diperbarui: 17 Juni 2021   15:07 4954
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pantai Laut Mati. (Foto: Ghifari Ramadhan Fadli)
Pantai Laut Mati. (Foto: Ghifari Ramadhan Fadli)

Sebelum sampai di pantai Laut Mati, Amman Beach Resort menyiapkan lokasi berfoto dengan pemandangan Laut Mati dan garis pantai nan menghampar indah. Disediakan juga satu pancuran tempat bilas, apabila pengunjung selesai berendam atau “lulur lumpur” di Laut Mati. 

Ada juga papan peringatan berukuran besar yang isinya mengingatkan sejumlah larangan selama berendam di Laut Mati. Yaitu, larangan menyelam, larangan berenang jauh dari shore (bibir pantai), melindungi mata dan mulut dari kemasukan air laut, dan berenang dengan posisi memunggung. Tujuannya, karena memang hanya sekadar untuk sensasi mengambang saja.

Di tepi pantai, deburan ombak cukup kencang. Apalagi saat buih-buih ombak memecah bibir pantai. Maklum angin yang menerpa wajah dan mengacak-acak rambut juga lumayan kencang.

Di pantai, saya melihat ada ada juga tempat bilas dengan air pancuran tapi harap diingat posisinya terbuka. Ada juga tempat tertutup - tempat khusus untuk melulur lumpur - dan dijaga oleh sejumlah petugas Life Guard pantai. Eh, enggak usahlah membayangkan kayak personel di film serial “Baywatch” ya, heheheee. 

Sejumlah turis kelihatan sudah bersiap berendam di Laut Mati, pakaian mereka minim banget, kayak yang suka berjemur di Bondi, Australia itu. 

Ada juga turis yang sudah berluluran lumpur di sekujur tubuh. Tentu lulurannya tidak sampai kepala dan rambut segala. Tubuh mereka menghitam berlulur lumpur yang semula basah kemudian mengering.

Treatment kecantikan gratis yang disediakan alam di Laut Mati, Yordania. (Foto: Avee UTM)
Treatment kecantikan gratis yang disediakan alam di Laut Mati, Yordania. (Foto: Avee UTM)

Treatment luluran tubuh dengan lumpur Laut Mati, Yordania. (Foto: Gapey Sandy)
Treatment luluran tubuh dengan lumpur Laut Mati, Yordania. (Foto: Gapey Sandy)

Pantai di Laut Mati tidak berpasir putih nan lembut laiknya di pantai Nusa Dua, Bali. Di sini, tanah kering berpasir cenderung kecoklatan dan banyak kerikil bebatuan putih kecoklatan mirip karang garam.

Saya tak sanggup memuaskan rasa penasaran. Langsung saja melangkahkan kaki menantang deburan ombang Laut Mati. Awalnya, saya merasakan agak sulit untuk berdiri ajeg karena ombak lumayan menghantam. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun