Metode Pengambilan dan Pengolahan Sampel

02 Mei 2013 18:32:25 Dibaca :

Metode Pengambilan dan Pengolahan Sampel



Skala Ukuran


Skala ukuran bertujuan menempatkan identitas data yang berbeda-beda secara tepat untuk beberapa tingkatan atau jenjang.



1. Skala Nominal


Data dengan sekala nominal disebut data kategori. Misalnya jawaban responden hanya berupa ya dan tidak disebut sebagai dikotom. Contoh lain pertanyaan tentang jawaban jenis kelamin yang terdiri dari 2 subkategori, yaitu laki-laki dan perempuan. Data dengan skala nominal dapat terdiri dari beberapa subkategori, misalnya agama dan suku bangsa.


Data dengan skala nominal mempunya jenjang yang sama, misalnya pengumpulan data jenis kelamin, laki-laki diberi kode 1 dan perempuan dengan kode 2 tidak berarti bahwa laki-laki mempunyai jenjang yang lebih tinggi daripada perempuan. Pada Skala nominal posisi data tidak mempunyai jenjang yang sama.


Keuntungan data skala nominal adalah mudah dijawab, mudah diolah, dan dapat digunakan untuk membandingkan, misalnya persentase .



2. Skala Ordinal


Skala ordinal memiliki kemiripan dengan skala nominal, tetapi data dalam urutan subkategori telah memiliki jenjang yang bersifat kualitatif. Pada data ordinal selain terdapat perbedaan subkategori, juga terdapat perbedaan jenjang antar subkategori., namun perbedaan tersebut dengan jarak yang tidak tepat. Dari data skala ordinal dapat dinyatakan perbedaan subkategori dan subkategori satu lebih tinggi dari subkategori lain.


Sebagai contoh, terdapat data yang menunjukkan prevalensi penyakit Diabetes kota Malang, kabupaten Malang, dan Kota Batu. Prevalensi Diabates Kota Malang sebeesar 4%, Kabupaten Malang sebesar 6,2%, dan Kota Batu sebesar 5,2%. Dari data diatas dapat dinyatakan Prevalesni Kota Batu lebih besar dari Kota Malang. Walaupun terdapat jenjang, namun jarak antar jenjang tidak sama.



3. Skala Interval


Data dengan skala interval memiliki kesamaaan dengan skala nominal dan ordinal, namun jarak antar subkategori yang sama, dan dapat dinyatakan secara kuantitatif.


Sebagai contoh, Kadar Gula darah Fulan 140mg/dl, dan kadar gula darah Fulana 125mg/dl. Dari data tersebut dapat dinyatakan bahwa kadar gula darah Fulan lebih tinggi dari Fulana.



4. Skala Rasio


Skala rasio memiliki ketiga sifat skala sebelumnya dan memiliki titik nol yang absolut. Oleh karena itu, setiap subkategori dapat dibandingkan dengan titik nol. Sebagai contok Umur Fulan 40 dan umur Fulana 20 tahun. Dapat dikatakan umur Fulan 2 kali umur Fulana.



Teknik Pengambilan Sampel


Pengambulan Sampel Secara Acak


1. Simple random sampling


Yang dimaksudkan dengan pengambilan sampel acak sederhana adalah pengambilan sampel sedemikian rupa sehingga setiap unit dasar memiliki kesempatan yang sama untuk diambil sebagai sampel,


2. Stratified random sampling


Stratified random sampling adalah pengambilan sampel yang dilakukan dengan membagi populasi menjadi beberapa strata dimana setiap strata adalah homogen.


3. Multstage random sampling


Pengambilan sampel yang membagi populasi menjadi beberapa fraksi kemudian diambil sampelnya.


4. Systematic random sampling


Pengambilan sampel acak sistematik dilakukan bila pengambilan sampel acak dilakukan secara berurutan dengan interal tertentu.


5. Cluster Random sampling


Pengambilan sampel acak kelompok dilakukan bila kita akan mengadakan suatu penelitian dengan mengambil kelompok unit dasar sebagai sampel.


6. Probability Proporsionate to Size


Pengambilan sampel dengan cara PPS ini merupakan variasi dari pengambilan sampel bertingkat dengan PSU besar yang dilakukan secara proporsional




Pengambilan sampel tanpa acak


Pengambilan sampel tanpa acak ini digunakan bila kita ingin mengambil sampel yang sangat kecil pada populasi yang besar. Pengambilan sampel tanpa acak ini terdiri dari :


1. Pengambilan sampel seadanya(Accidental sampling)


Pengambilan sampel yang dilakukan secara subjektif oleh peneliti ditinjau dari sudut kemudahan, tempat pengambilan sampel, dan jumlah sampel yang akan diambil.


2. Pengambilan sampel berjatah(Quota sampling)


Cara pengambilan sampel dengan jatah hampir sama dengan pengambilan sampel seadanya, tetapi dengan kontrol lebih baik untuk mengurangi terjadinya bias.


3. Pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan(Purposive sampling)


Pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan bila cara pengambilan sampel dilakukan sedemikian rupa, sehingga keterwakilannya ditentukan oleh peneliti berdasarkan pertimbangan orang – orang yang telah berpengalaman. Pengambilan sampel dengan cara ini lebih baik dari dua cara sebelumnya karena dilakukan berdasarkan pengalaman berbagai pihak.


Pengambilan sampel pada penelitian klinis


Pada penelitian klinik pengambilan sampel sering didasarkan pada waktu atau jumlah. Pengambilan sampel yang dilakukan pada periode waktu tertentu, dimana penderita yang datang ke rumah sakit dan memenuhi kriteria studi diambil sebagai sampel sampai suatu periode waktu yang telah ditentukan. Pengambilan sampel yang menggunakan cara ini tidak tergantung pada jumlahnya.


Pengambilan sampel beradasarkan jumlah, bila kasusnya cukup banyak akan membutuhkan waktu yang singkat, tetapi bila kasusnya jarang makan akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Permasalahan tersebut seharunya menjadi pertimbangan pada saat menentukn cara mana yang akan digunakan.



PENENTUAN SAMPEL


1. METODE SLOVIN


Rumus Slovin menggunakan pendekatan distribusi normal, p=0,5, dengan nilai batas kesalahan bisa ditentukan peneliti.


Pesamaan yang dirumuskan oleh Slovin (Steph Ellen, eHow Blog, 2010; dengan rujukan Principles and Methods of Research; Ariola et al. (eds.); 2006) sebagai berikut.


n = N/(1 + Ne^2)


n = Number of samples (jumlah sampel)


N = Total population (jumlah seluruh anggota populasi)


e = Error tolerance (toleransi terjadinya galat; taraf signifikansi; untuk sosial dan pendidikan lazimnya 0,05) –> (^2 = pangkat dua)



Jika populasi 2000, dengan asumsi tingkat ketepatan 95%, maka eror 5%(0,05) maka :


N = 1000,


Taraf Signifikansi = 5%


maka :


n = N/(1 + Ne^2) = 2000/(1 + 2000 x 0,05 x 0,05) = 333 orang.



2. METODE KREJCIE DAN MORGAN


Metode Krejcie dan Morgan mengguankan pendekatan chi-quadrat, p=0,5, dengan batas error diasumsikan 5%(0,05)


Krejcie dan Morgan (1970) dalam Uma Sekaran (1992) membuat daftar yang bisa dipakai untuk menentukan jumlah sampel sebagai berikut (Lihat Tabel)








Populasi (N)




Sampel (n)




Populasi (N)




Sampel (n)




Populasi (N)




Sampel (n)






10




10




220




140




1200




291






15




14




230




144




1300




297






20




19




240




148




1400




302






25




24




250




152




1500




306






30




28




260




155




1600




310






35




32




270




159




1700




313






40




36




280




162




1800




317






45




40




290




165




1900




320






50




44




300




169




2000




322






55




48




320




175




2200




327






60




52




340




181




2400




331






65




56




360




186




2600




335






70




59




380




191




2800




338






75




63




400




196




3000




341






80




66




420




201




3500




346






85




70




440




205




4000




351






90




73




460




210




4500




354






95




76




480




214




5000




357






100




80




500




217




6000




361






110




86




550




226




7000




364






120




92




600




234




8000




367






130




97




650




242




9000




368






140




103




700




248




10000




370






150




108




750




254




15000




375






160




113




800




260




20000




377






170




118




850




265




30000




379






180




123




900




269




40000




380






190




127




950




274




50000




381






200




132




1000




278




75000




382






210




136




1100




285




1000000




384






Dengan metode Krejcie dan Morgan sampel yang dibutuhkan untuk populasi 2000 adalah 322


Gamal Albinsaid

/gamal_albinsaid

Dokter Muda,Kordi Asia Tenggara ISECN,Presiden IMyouth,Hub Luar Negeri MITI,Kadept HRD Bulan Sabit Merah Indonesia,Survey dan Kebijakan Publik HASTA,Researcher.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?