HIGHLIGHT

Perkembangan sebagai Proses Holistik dari Aspek Biologis, Kognitif, dan Psikososial

24 Oktober 2010 10:01:13 Dibaca :

Di dalam perkembangan, anak dikatakan sebagai suatu totalitas dimana semua aspek terkait. Tetapi, perkembangan anak juga merupakan proses yang holistik ( menyeluruh ). Proses holistik berarti semua perkembangan aspek berkaitan atau saling terlibat dengan keseluruhan aspek lainnya. Perkembangan holistik dapat dikelompokkan menjadi 3 aspek: biologis, kognitif, dan psikososial. Ketiga aspek tersebut juga saling berpengaruh satu sama lain.


Aspek yang pertama adalah perkembangan holistik dari aspek biologi. Yaitu perkembangan yang terjadi pada gejala – gejala perkembangan fisik anak seperti pertumbuhan otot, otak, tulang, hormon, syaraf dll. Perkembangan seksual dan kekuatan dari aspek fisik itu sendiri juga termasuk perkembangan biologi. Namun, perkembangan biologi adalah perkembangan secara alami bukan dari perkembangan karena kecelakaan atau peristiwa khusus. Sehingga perkembangan dari aspek biologi biasanya berkaitan dengan keadaan jasmani seseorang yang terus mengalami perubahan yang lebih sempurna.


Perkembangan kognitif adalah perkembangan yang terdapat perubahan dalam cara berbahasa atau memperoleh pengetahuan dari lingkungan sekitar. Tetapi perkembangan holistik harus dibedakan dengan perubahan yang bersifat belajar. Belajar hanya menghasilkan suatu pengalaman yang hanya terbatas pada waktu yang relatif singkat sedangkan perkembangan holistik berkaitan dengan perkembangan berbahasa dan berfikir yang perlu waktu lama untuk mendapatkan suatu hasil. Contohnya, saat anak masih dalam proses berbahasa. Anak tidak langsung bisa berbahasa secara otodidak atau mandiri tetapi ada proses – proses tertentu secara bertahap. Anak akan belajar dengan proses pengucapan kata telebih dahulu yaitu dari satu kata kemudian dua kata, tiga kata dan seterusnya sampai menjadi lancar dalam berbahasa. Dalam proses tersebut anak memerlukan waktu yang lama. Sedangkan belajar itu, contohnya seperti anak dalam proses belajar naik sepeda. Anak perlu berlatih berulang kali, karena berkali-kali diulangi anak akan berhasil naik sepeda . Tetapi dalam proses tersebut seorang anak hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat dengan kurun waktu sampai seorang anak bisa melakukannya. Dan setelah anak tersebut sudah bisa naik sepeda tidak ada proses belajar lagi. Walaupun demikian pengalaman yang dihasilkan dari proses belajar juga mendukung perkembangan kognitif karena keduanya berkaitan dan saling memfasilitasi.


Perkembangan psikologi berkaitan dengan ciri – ciri kejiwaan yang menonjol dalam kurun waktu tertentu seperti emosi, perasaan, dan kepribadian seseorang. Pada setiap periode umur anak akan mengalami perubahan dalam jiwanya masing-masing. Semua hal tersebut akan mempengaruhi anak dalam menjalani hubungan / interaksi dengan orang lain dan lingkungannya. Seperti bagaimana anak berinteraksi dengan teman sebaya, orang tua dan lingkungan sekitar. Anak yang mendapatkan senyum dari temannya akan membalas senyum juga. Dalam perkembangan psikologi anak akan mengalami perubahan kejiwaan yang berbeda–beda  terkadang dapat dipengaruhi oleh lingkungannya.


Perkembangan holistik dan kognitif juga mempengaruhi perkembangan psikologi. Jadi semua aspek tersebut juga saling terkait dan berpengaruh. Dapat dicontohkan ada seorang anak yang mengalami cacat mental (otaknya). Sehingga dalam proses perkembangan berbahasa anak akan mengalami keterlambatan yang dipengaruhi oleh otaknya tersebut. Akibat dari keterlambatan tersebut bisa mempengaruhi hubungan atau interaksinya dengan orang lain dan lingkungan sekitar. Jadi akibat dari salah satu aspek akan berpengaruh pada aspek yang lain.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?