Mohon tunggu...
Fery. W
Fery. W Mohon Tunggu... Administrasi - Berharap memberi manfaat
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Penikmat Aksara, Musik dan Tontonan. Politik, Ekonomi dan Budaya Emailnya Ferywidiamoko24@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Raket Pilihan

Apa Jadinya Jika Djarum Cabut dari Bulutangkis?

4 Agustus 2019   12:11 Diperbarui: 4 Agustus 2019   12:51 1017
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Mereka bahkan melarang keras setiap pemain bulutangkis yang berada dalam naungan Djarum Badminton Club untuk merokok seperti yang diungkapkan mantan pebulutangkis nasional Hariyanto Arbi yang berasal dari klub Djarum dalam cuitannya di akun Twitter miliknya

" ga ada lah, bahkan jika ketahuan saja merokok langsung dikeluarkan"cuitnya.

Seharusnya semua pihak bijak menanggapi hal ini industri rokok memang seperti dimusuhi begitu rupa namun disaat yang bersamaan juga sangat dibutuhkan, selain sebagai salah satu penyumbang pajak terbesar. Mereka merupakan pembayar cukai terbesar Rp.153 triliun dibayarkan industri rokok dari keseluruhan pendapatan cukai negara yang sebanyak Rp.260 triliun.

Dan juga kiprah lain membantu banyak pihak termasuk membiayai kegiatan olahraga. Meskipun untuk terlibat langsung memang dilarang. Mungkin kita semua masih ingat olahraga tenis meja yang sempat  berjaya, kompetisinya berputar secara teratur, kiprah pemainnya ditingkat Asean pun begitu diperhitungkan siapa yang tidak kenal Sinyo Supit, Tony Maringgi, Carla Tedjasukmana, dan banyak lagi pemain lain. Hampir semua kegiatan tenis meja saat itu di biayai dan disponsori oleh PT.Gudang Garam perusahaan rokok dari Kediri. Sekarang mereka sudah berhenti terlibat dalam kegiatan olahraga tenis meja itu. Dan apa yang terjadi kegiatan dan pembinaan tenis meja sepertimati suri. Diakui atau tidak, disukai atau tidak itulah kenyataannya kita masih membutuhkan support dari industri rokok.

Selain itu tentunya semua masih ingat ketika Gayus Tambunan  membuat kehebohan dengan nonton ketika dalam status tahanan. Yang ia tonton adalah Kejuaraan Tenis Wismilak Open yang mendatangkan pemain-pemain tenis peringkat atas dunia untuk main di Bali. Kejuaraan ini disponsori oleh perusahaan rokok PT. Wismilak, setelah Wismilak berhenti maka berhentilah pula kegiatan Kejuaraan Tenis tingkat dunia ini. 

Nah Djarum adalah salah satu tulang punggung dalam pembinaan bulutangkis di Imdonesia. Bulutangkis adalah olahraga unggulan dan kebanggaan kita di kancah Internasional. Sudah berapa kali lagu kebangsaan kita dinyanyikan dan bendera merah putih kita dikibarkan karena para pemain kita mampu menjuarai event bulutangkis internasional. 

Melihat Susi Susanti bercucuran airmata bahagai seusai memenangi medali emas pertama yang bisa diraih Indonesia di ajang Olimpiade 1992 di Barcelona. Dan setelah itu di setiap penyelenggaraan olimpiade, Indonesia hanya mampu mendapat medali emas dari cabang olahraga bulutangkis ini. Omong kosong semua prestasi itu bisa diraih tanpa talent scouting dan pembinaan yang baik dan berjenjang disetiap tingkatan usia.

Apa yang Djarum lakukan itu harus diapresiasi bukan diobok-obok  bahkan akan dibawa ke ranah hukum katanya. Aneh sekali dan sangat tidak bijak tindakan pihak yang mencoba melakukannya. 

Apa jadinya bila tiba-tiba Djarum menarik diri dari seluruh kegiatan pembinaan bulatangkis dan penyelenggaraan Turnamennya di Indonesia. Asal tahu saja BliBli Indonesia Open,  yang memiliki grade tertinggi dalam rangkaian turnamen-turnamen bulutangkis dunia, dibiayai oleh mereka. BliBli adalah satu anak usaha Djarum.

Bisa jadi kalau pihak Djarum tidak berkenan dan merasa marah mereka menarik diri dari semua kegiatan bulutangkis di Indonesia, akan kah nasib bulutangkis akan seperti tenis meja setelah ditinggal Gudang Garam?

Yah memang mungkin karena magnitude bilutangkis dan tenis meja berbeda, mungkin akan banyak pihak dari industri lain yang akan terus menjadi sponsor mereka. Namun dengan intensitas seperti Djarum dan pengalamannya berpuluh tahun situasinya akan berbeda. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Raket Selengkapnya
Lihat Raket Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun