HIGHLIGHT

Ya Tuhan, Ternyata Dia Mengidap Epilepsi

25 April 2012 12:42:12 Dibaca :

Kawan, sungguh hari ini aku merenung, ketika pagi tadi aku menemukan seorang anak lelaki, kira-kira usia 12 tahun terjatuh dan tergeletak didepan jalan rumahku, aku yang sedang bersiap-siap melakukan aktifitas keluar rumah, terhenyak menyaksikan anak itu terkapar dengan kondisi tubuh bergetar dan kepala menyamping, tubuhnya kejang, kaku, dan mulutnya berbusa, kenapa dia?

Aku berteriak memanggil ayahku sembari memegang badan anak itu, kenapa adik?, tapi dia tetap pada kondisinya yang kejang itu, kasihan dia, ayahku yang baru keluar rumah langsung mengangkat anak itu, membawanya ke arah perumahan warga, meminta bantuan menanganinya serta mencari tahu  siapa kiranya anak itu, dan dimana dia tinggal, ternyata dia anak baru yang mengontrak tidak jauh dari rumahku.

Dari sana, barulah aku tahu kalau dia menderita epilepsi, sejak kecil dia sakit-sakitan, kemudian di usia 5 tahun, dia menunjukkan gejala yang tak normal, tiba-tiba tubuhnya mengejang, dan oleh orangtuanya disangka kesurupan, sehingga dibawanya ke dukun, saya menyadari tindakan mereka, karena kondisi perekonomian mereka yang pas-pasan, serta pemahaman yang masih awam mengenai penyakit kelainan syaraf otak ini, membuat mereka kurang memahami apa itu penyakit epilepsi, sehingga ketika adik ini kambuh, maka hanya mendapatkan penanganan seadanya, sambil menunggu kondisinya mereda kembali.

Menurut orangtuanya, adik ini sering sekali kambuh, baik itu saat tidur, dijalan, maupun sedang bermain, sehingga aktifitasnya sangat dibatasi sekali, tidak boleh pergi jauh, dan sekolahnya pun berhenti, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, dan dari sisi motorik, anak ini lamban sekali dalam berkomunikasi, kurang bisa mengingat dan merespon komunikasi dengan orang lain, dan bicaranya pun kurang lancar, kasihan sekali.

Berdasar info hasil googling, Epilepsi bukanlah penyakit, melainkan suatu kondisi yang timbul akibat munculnya impuls listrik otak (seluruh bagian otak) yang bekerja tidak semestinya, dan ini akan terjadi secara berulang, penyebabnya antara lain karena trauma kepala, tumor kepala, stroke, kelainan pembuluh darah otak, infeksi otak, kelainan otak bawaan lahir atau pada perkembangannya, keracunan otak seperti logam timah dan penyakit-penyakit lain semisal Lupus Erythematosus, dan dari keturunan (genetik).

Dan ternyata, Julius Caesar, Napoleon Bonaparte, Vincen van Gogh, Thomas Edison, Leonardo da Vinci, Agatha Cristy, Isaac Newton, Alferd Nobel, dan aktor Richard Burton merupakan  beberapa nama orang besar yang mampu berkarya dan membuat sejarah  ditengah deraan epilepsi.

Dan dari kasus adik ini, untunglah dia segera ditemukan, karena jika pada saat kambuh tidak ada orang yang mengetahui, maka pada kondisi tertentu itu sangat membahayakan jiwanya, sehingga orang yang mengidap epilepsi harus selalu ada yang mendampingi. Dan bagi kita yang mungkin tiba-tiba dihadapkan pada kondisi seperti saya, alangkah baiknya kita mengetahui cara pertolongan pertama pada penderita epilepsi yang mengalami kekambuhan, agar tidak lebih membahayakan kondisi penderita, berikut saya dapat dari beberapa sumber :


  • jangan memaksa dengan kekuatan untuk menahan gerak penderita, kecuali pada tempat berbahaya
  • letakkan di tempat datar jika serangan pada posisi duduk atau berdiri
  • lepaskan semua yang mengganggu di leher
  • jauhkan semua benda keras atau berbahaya dari penderita
  • posisikan pada satu sisi mulut/kepala penderita untuk mencegah tertelannya ludah atau sesuatu di mulut
  • letakkan bantalan lunak pada kepala dan leher
  • jangan masukkan sesuatu baik makanan/minuman/ obat ke mulut
  • setelah serangan biasanya lemas, perlu dibantu untuk pulang, tetapi jika tidur biarkan sampai bangun


Semoga Tuhan memberikan yang terbaik padamu dik....

Elsa Mardianita

/elsa_mardianita

TERVERIFIKASI (HIJAU)

on lagi :D

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?