Jakarta

Nasi Goreng "Knalpot" dan Nasi Goreng Rendang, Beda Kelas di Lidah

14 Juli 2017   08:28 Diperbarui: 14 Juli 2017   08:41 79 3 1
Nasi Goreng "Knalpot" dan Nasi Goreng Rendang, Beda Kelas di Lidah
Pedang nasih goreng knalpot. Foto | Dokumen Pribadi

Nasi Goreng "Knalpot" dan Nasi Goreng Rendang, Beda Kelas di Lidah

Dari sebutannya saja sudah dapat diterka. Nasih Goreng Rendang jelas lebih enak dong dibanding nasi goreng cap knalpot. Nasih Goreng Rendang, meski belum banyak dikenal publik senyatanya publik mulai kenal dengan kata rendang.

Rendang adalah menu makanan khas dari Sumatera Barat (Sumbar). Tidak tak satu pun rumah makan asal daerah ini tanpa rendang. Rendang sekarang sudah mendunia lantaran saat musim haji para pejabat daerah bersangkutan membekali jemaahnya dengan rendang. Biar tak lupa kampung halaman, gitu maksudnya.

Di kalangan masyarakat Betawi, nasi goreng knalpot baru dikenal baru-baru ini. Itu pun di kalangan terbatas, khususnya bagi kauwla muda berkantong serba pas. Namun ketika menikmati nasi goreng ini, siapa pun dia, dapat duduk di kursi papan panjang sambil angkat kaki. Umumnya pedagang nasi goreng ini banyak menggunakan gerobak dorong dan banyak mangkal di kaki lima pada malam hari.

Nasi Goreng Knalpot. Foto | Dokumen Pribadi
Nasi Goreng Knalpot. Foto | Dokumen Pribadi

Soal rasa, itu sangat tergantung dari penikmatnya. Kadang ada yang berkomentar cukup enak, kadang terlalu asin. Untuk mengimbangi cita rasa yang sedikit "berantakan", pedagang menyediakan timun dan bawang merah potongan kecil ditambah cabe rawit dalam bentuk acar. Semua ditempatkan dalam satu toples plastik. Selain itu, pedagang juga menyediakan air minum putih plus emping melinjo. Agar harga nasi goreng tak terlalu mahal, pedagang mengganti menu emping dengan kerupuk kecil.

Nasi goreng yang banyak bertebaran di tepi jalan ini disebut cap knalpot karena kedekatannya dengan sejumlah ruas jalan padat dan ramai. Polusi dari asap kendaraan tak mengurangi animo para penikmatnya. Para penikmatnya pun biasanya mengenakan kendaraan roda dua dan anak muda. Mereka ini makan sambil melepas rasa lelah yang menderanya setelah lepas dari kemacetan jalan raya membosankan sehari-hari.

Pada Kamis malam (13/7)  penulis ingin tahu apa sih bumbu nasi goreng. Di Jakarta umumnya Umumnya nasi goreng menggunakan bumbi bawang merah, sedikit bawang putih, cabe, telor, kecap. Materi bumbu ini umum digunakan para pedagang nasi goreng di Jakarta. 

Tetapi ada pula untuk menambah nikmat, si pedagang menyampur dengan daging kambing plus minyak samin dengan emping. Tentu saja jenis nasi goreng ini rada mahal. Karena itu yang mengonsumsinya pun kebanyakan mengenakan kendaraan roda empat.

Lantaran tempat terbatas, pedagang mengantarkan nasi goreng ke mobil pelanggan di tempat parkiran. Mereka makan bersama teman atau sang pacar yang disayangi.

Seorang ibu tengah membuat nasi goreng rendang. Foto | Dokumen Pribadi
Seorang ibu tengah membuat nasi goreng rendang. Foto | Dokumen Pribadi

Bagaimana dengan nasi goreng rendang?

Nasi goreng ini memang belum terlalu populer. Tetapi tentu beda kelas dengan nasi goreng kambing atau pun nasi goreng cap knalpot.

Nasi goreng rendang, dari sisi bumbu tak beda dengan nasi goreng pada umumnya. Ada bawang merah, menggunakan bawang putih sedikit, minyak goreng berkualitas ditambah rendang sapi.

Daging sapi yang telah menjadi rendang dicampurkan ke nasi goreng. Untuk menambah nikmat biasanya menggunakan mentega. Cita rasa nasih goreng boleh jadi di atas rata-rata nasi goreng lainnya. Rasa gurih sangat terasa di lidah, mungkin karena bumbu rendangnya.

Di Jakarta, kebanyakan nasi goreng rendang masih banyak diolah oleh para ibu rumah tangga. Artinya, para penikmatnya masih terbatas di kalangan rumah tangga. Lalu, mengapa nasi goreng ini belakangan semakin diminati.

Konon, karena para ibu yang sering berkumpul dalam majelis taklim sering membicarkan nasi goreng rendang. Seusai pengajian kadang pesertanya pun disuguhi nasi goreng rendang. Sekarang nasi goreng rendang mulai naik panggung. Jika ada ingin mencoba, hhhmmm rasanya memang beda kelas dengan lainnya.