Mohon tunggu...
Djulianto Susantio
Djulianto Susantio Mohon Tunggu... Freelancer - Arkeolog mandiri, senang menulis arkeologi, museum, sejarah, astrologi, palmistri, olahraga, numismatik, dan filateli.

Arkeotainmen, museotainmen, astrotainmen, dan sportainmen. Memiliki blog pribadi https://hurahura.wordpress.com (tentang arkeologi) dan https://museumku.wordpress.com (tentang museum)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Jarang Sekali Koleksi Museum Dipajang di Lantai

20 September 2019   20:22 Diperbarui: 22 September 2019   02:28 320
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kamis, 19 September 2019, seusai mengikuti acara di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti di Bogor, saya segera menyeberang jalan. Tujuan saya adalah Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia atau populer disebut Munasain. 

Museum ini terletak di Jalan H. Juanda Nomor 22-24, jadi hanya berjarak selemparan batu dari Balai Kirti.

Terakhir saya ke museum ini pada 22 Januari 2018. Ketika itu hanya bagian bawah yang dibuka untuk pengunjung. Masuknya pun harus lewat sisi kanan. Bagian-bagian lain masih tertutup untuk umum karena masih dalam tahap revitalisasi, istilah awamnya renovasi. [Lihat tulisan saya DI SINI]

Munasain diresmikan pada 18 Mei 2016. Sebelumnya bernama Museum Etnobotani Indonesia yang dicetuskan pada 1962. Revitalisasi museum didukung oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kemdikbud.

Bunga bangkai di Munasain (Dokpri)
Bunga bangkai di Munasain (Dokpri)
Ruang pamer baru

Kemarin, saya langsung masuk dari bagian muka. Jadi tidak lagi memutar seperti tahun lalu. Di lantai 1 itu berisi tentang sejarah geologi, geografi, dan biogeografi Indonesia. Ada juga tentang evolusi kehidupan  manusia serta evolusi dan diversitas kehidupan biotanya.

Begitu masuk ada cerita tentang Kebun Raya Bogor. Nah, saya dengar wacana KRB diusulkan menjadi warisan dunia. Ada cerita tentang Rumphius. Ia seorang naturalis yang membukukan keanekaragaman hayati Indonesia pertama. Bayangkan, orang asing saja tertarik Nusantara waktu itu. 

Begitu kayanya kita. Ada yang unik dari panel informasi tentang Rumphius ini. Di lantai terpajang sejumlah hasil bumi Indonesia. Di atasnya terdapat kaca tebal, yang tidak akan membahayakan apabila diinjak pengunjung. Jarang sekali koleksi museum dipajang seperti ini.

Koleksi museum dipajang di lantai (Dokpri)
Koleksi museum dipajang di lantai (Dokpri)
Saya sempat menikmati ruangan yang rupanya untuk memperlihatkan ruang kerja para peneliti. Banyak koleksi buku di rak. Ada meja dan kursi. Lalu ada mikroskop dan daun.

Koleksi Munasain sekitar 2.000 nomor koleksi. Koleksi-koleksi itu berasal dari seluruh Nusantara. Ada bunga bangkai lengkap dengan ceritanya. 

Ada pula berbagai artefak yang terdiri atas tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, serta alat perlengkapan bertani, berburu, dan meramu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun