Nafsu dan Perselingkuhan Dalam Cerita Ken Dedes

30 Desember 2011 23:37:54 Dibaca :

Alkisah dalam Naskah Paparaton...

Kala itu ada seorang tokoh masyarakat bernama Tunggul Ametung yang menjabat sebagai akuwu (pejabat kadipaten) pada zaman kerajaan Kediri pada masa pemerintahan Raja Kertajaya (1185 -1222). Pada suatu masa Tunggul Ametung singgah di desa Panawijen dan disanalah ia bertemu dengan seorang gadis nan cantik rupawan. Tunggul Ametung terpikat hatinya dan berusaha mencari tahu siapakah gadis nan elok yang telah mempesonanya. Tidak sulit baginya untuk mengetahui siapa gadis itu karena dia adalah seorang akuwu pejabat yang disegani kala itu. "Cah ayu, bidadari yang dikirim Gusti Kang Maha Agung sopo jenengmu nduk?" kata sang akuwu bertanya kepada gadis itu. "Dalem Ken dedes kanjeng prabu", gumam Ken dedes lirih nyaris tak terdengar. Gadis nan elok rupawan itu bernama Ken Dedes, putri seorang pendeta Buddha bernama Mpu Purwa. Tunggul Ametung pun terpikat oleh kecantikan Ken Dedes. Siapalah yang tidak terpesona dengan seorang gadis ayu nan rupawan yang kecantikannya bagaikan bidadari yang turun dari khayangan. Ken Dedes gadis yang berkulit kuning langsat  bagaikan porselen yang bercahaya. Wajahnya berbinar memancarkan aura kecantikannya yang alami. Dengan hanya berbalut kain batik  yang membalut tubuhnya yang padat berisi dengan belahan  dada yang menyembul dari balik balutan kembennya semakin membuat Tunggul Ametung tidak sabar memperistri Ken Dedes. Pancaran pesona kecantikan Ken Dedes telah membuat Tunggul Ametung mabuk kepayang. Pada saat itu juga Tunggul Ametung meminang Ken Dedes untuk dijadikan istrinya. "Aku ingin cah ayu mau menjadi istriku", kata Sang akuwu dengan mantapnya. "Pangapunten kanjeng prabu Gusti Tunggul Ametung, romo kulo belum kembali dari pertapaannya di hutan..sudilah kiranya kanjeng prabu menunggunya hingga datang", kata ken Dedes dengan terbata bata kepada Sang akuwu. Rupanya Tunggul Ametung tidak kuasa menahan hasratnya untuk segara membawa Ken Dedes bersamanya saat itu juga. Sang akuwu tidak mempedulikan bahwa romo sang gadis sedang bertapa di hutan dan belum kembali. Saat itu juga Tunggul Ametung memerintahkan kepada para pengawalnya untuk membawa Ken Dedes dengan paksa. Tunggul Ametung menculik Ken Dedes dan membawanya ke Tumapel. Mpu Purwa pun kembali ke rumah. Didapatinya kondisi rumah sederhana itu dalam keadaan porak poranda. Dan yang paling menyakitkan hatinya adalah bahwa putri semata wayangnya talah hilang bak ditelan bumi. Mpu Purwa lalu mencari tahu apa yang telah menimpa putri kesayangannya pada penduduk desa. Alangkah murka dan marahnya ia mendengar kabar bahwa Ken Dedes telah dibawa secara paksa oleh Sang akuwu. Lalu Mpu Purwa pun bersumpah..... "Barang siapa yang telah menculik Ken Dedes putri semata wayangku, niscaya akan terbunuh karena tikaman sebuah keris", kata kata kutukan pun keluar dari mulut Sang Mpu.

***

Di kadipaten Tumapel...

Ken Dedes pun akhirnya menjadi istri sang akuwu Tumapel. Tunggul Ametung mempunyai pengawal kepercayaan bernama ken Arok. Sang akuwu pun memperkenalkan Ken Dedes kepada seluruh penghuni pendopo sebagai istrinya tak terkecuali Ken Arok. Ken Dedes sekilas memandang ken Arok, tak beda dengan pemuda biasa dengan rambut berombak yang dibiarkan tergerai melewati pundak dan seikat kain yang diikatkan pada kepalanya. Berkulit kecoklatan sebagaimana laki laki yang banyak menghabiskan waktu dibawah jerangan matahari. Semula Ken Arok adalah penjahat yang buron dari kerajaan Kediri tapi berkat pertolongan pendeta Buddha bernama Lohgawe ia mendapat pekerjaan di Tumapel.

Pada suatu ketika Tunggul Ametung dan Ken Dedes melakukan perjalanan ke Hutan Baboji untuk berwisata. Cericit kicauan burung burung dalam hutan Baboji mengiringi perjalanan sang akuwu Tumapel dan istrinya. Semburat wajah yang bersinar milik Ken Dedes membuat Ken Arok semakin terpesona.  Setibanya disana, Ken Arok membantu istri Tunggul Ametung itu turun dari kereta.

"Monggo gusti ayu, silahkan menuruni kereta kencono ini..."., Ken Arok berkata sambil mempersilahkan Ken Dedes menuruni kereta.

Dan ketika Ken Dedes hendak menapakkan kakinya ke tanah tiba tiba kain yang dikenakannya tersingkap. Ken Arok pun terkesiap melihat  aurat dari wanita berwajah cantik rupawan tersebut. Melihat sepasang betis mulus yang bersinar mengeluarkan cahaya membuat Ken Arok langsung terpikat akan kecantikan Ken Dedes.

Ken Arok pun menceritakan pengalamannya tersebut kepada Lohgawe. Pendeta Buddha itu  pernah meramalkan bahwa akan ada seorang wanita yang cantik rupawan dengan ciri ciri seperti yang ada pada Ken Dedes,  yang nantinya akan menurunkan keturunan raja raja Jawa. Kemudian timbul niat jahat Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung untuk kemudian berhasrat merebut Ken Dedes dari sang akuwu Tumapel tersebut. Ken Arok bernafsu dan berambisi ingin keturunannya menjadi raja Jawa  sekaligus ingin memperistri Ken Dedes.

Ken Arok lalu merencanakan membunuh Tunggul Ametung dengan menggunakan keris buatan Mpu Gandring miliknya. Keris tersebut sebelumnya dipinjamkannya kepada Kebo Hijo dan Kebo Hijo memamerkan keris itu sebagai miliknya. Siasat Ken Arok berhasil ia berniat memfitnah Kebo Hijo. Pada suatu malam disaat sang akuwu tengah tertidur lelap ditemani sang istri yang cantik rupawan, Ken Arok berjalan mengendap endap memasuki kamar Tunggul Ametung dan langsung membunuhnya seketika menggunakan keris buatan Mpu Gandring tersebut.

"Aku telah membunuh sang akuwu Tumapel, sekarang gusti ayu menjadi istriku", kata Ken Arok pada ken Dedes.

Wanita itu melihat dan menyaksikan sendiri suaminya di bunuh di depan matanya. Tapi karena rayuan Ken Arok hati wanita itupun luluh dan mau menerima cinta laki laki yang telah membunuh suaminya. Lagipula Ken Dedes menikah dengan Tunggul Ametung tanpa di dasari cinta.

Keesokan harinya kadipaten Tumapel di gemparkan oleh terbunuhnya sang akuwu yaitu Tunggul Ametung.

"Tangkap Kebo Hijo...dialah yang sudah membunuh sang akuwu Tumapel, keris yang menancap di dada Tunggul Ametung adalah miliknya", teriak Ken Arok.

Kebo Hijo pun ditangkap dan Ken Arok memerintahkan untuk menghukum mati Kebo Hijo yang ditenggarai sebagai  pemilik keris buatan Mpu Gandring.

"Sekarang aku yang menjadi akuwu Tumapel menggantikan Tunggul Ametung", kata Ken Arok memproklamirkan dirinya sebagai penguasa baru.

Ken Arok lalu menikahi Ken Dedes wanita cantik berparas rupawan yang pada saat itu tengah mengandung anak dari Tunggul Ametung.

~Sekian dulu~

sumber :

Wikipedia Ken Dedes.

Coretan Embun

/dewirahadyan

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Bragging Rights @ coretanembun2011.blogspot.com

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?