Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Peneliti dan Penulis Freelance

Saya hobi membaca dan mendengarkan musik rock+new age. Artikel saya lainnya tersedia di http://dewipuspasari.net dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Mengenal KPKU: Adopsi Malcolm Baldridge Ala BUMN

10 Oktober 2015   17:05 Diperbarui: 10 Oktober 2015   17:15 5032 4 3

[caption caption="Kriteria Penilaian Kinerja Unggul BUMN"][/caption]Malcolm Baldrige bukan sesuatu yang asing bagi perusahaan-perusahaan yang selalu menginginkan peningkatan performa atau berpedoman kinerja ekselen. Malcolm Baldridge criteria for performance excellence telah diterapkan di Telkom sejak tahun 2002 dan setahun berikutnya mulai diimplementasikan di sejumlah BUMN. Jika Malcolm Baldridge bersifat sukarela, maka Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) akan bersifat wajib untuk dipraktikan di lingkungan BUMN.

Penerapan KPKU dilatarbelakangi oleh tuntutan kepada BUMN untuk mampu meningkatkan daya saing sekaligus siap menghadapi era pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN. Dengan berpedoman pada KPKU, maka tiap BUMN dapat menilai semua elemen di perusahaan tersebut yang berpengaruh pada pengelolaan perusahaan, peningkatan proses, dan peningkatan hasil.

Dengan adanya KPKU sebagai pedoman dan alat ukur, maka BUMN diharapkan dapat merancang keunggulan kinerja organisasi, mendiagnosa sistem manajemen kinerja secara keseluruhan, mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan organisasi, serta menilai upaya perbaikan kinerja.

Bagi perusahaan yang telah menerapan Malcolm Baldrige, maka bakal lebih mudah mengimplementasikan kriteria penilaian kinerja unggul ini, oleh karena kategori dan penilaiannya tidak terlalu berbeda. Ada sebelas tata nilai dan konsep yang dimiliki perusahaan-perusahaan berkinerja tingi yang perlu diteladani dan dicontoh. Sedangkan kategorinya tetap tujuh poin, dengan enam poin berfokus pada proses dan satu poin membahas tentang hasil.

Tata nilai dan konsep tersebut meliputi kepemimpinan yang memiliki visi, keunggulan yang digerakkan pelanggan, pembelajaran organisasi dan individu, menghargai tenaga kerja dan mitra, kelincahan (agility), fokus ke masa depan, manajemen inovasi, manajemen berdasarkan fakta, tanggung jawab kemasyarakatan, fokus pada hasil dan penciptaan nilai, serta perspektif kesisteman.

Sementara tujuh kategori yang berisikan beragam pertanyaan tentang kondisi riil perusahaan adalah kepemimpinan; perencanaan strategis; fokus pelanggan; pengukuran, analisis, dan manajemen pengetahuan; fokus tenaga kerja; fokus operasi; dan hasil.

[caption caption="Kerangka Kerja KPKU BUMN"]

[/caption]

Nantinya, akan ada penilaian implementasi KPKU secara independen yang dilakukan oleh Komite BUMN. Dari hasil pengukuran akan didapat skor dengan rentang 0-1000, yang menunjukkan pencapaian kinerja BUMN. Tugas KBUMN selain mengukur juga nantinya memberikan umpan balik kepada BUMN tersebut yang harus ditindaklanjuti.

Tingkatan skor mulai dari 0-275 (early development), 276-375 (early result), dan seterusnya hingga 876-1000 (world leader). Kategori yang menyumbang paling besar adalah kepemimpinan (leadership) sebesar 180 poin. Jadi sikap pemimpin perusahaan dalam mengarahkan dan menjamin keberlangsungan perusahaan sangat menentukan keberhasilan perusahaan tersebut.

Referensi:

- Kriteria Penilaian Kinerja Unggul BUMN. Depuri Bidang Infrastruktur Bisnis.2015

- Makalah Pelatihan Interpretasi KPKU. Forum Ekselen BUMN