Belajar dari Penertiban Online Shop Kecantikan oleh Balai POM

01 Desember 2016 00:32:37 Diperbarui: 01 Desember 2016 01:25:01 Dibaca : Komentar : Nilai :

Belakangan ini marak terdengar berita kawan - kawan pemilik online shop dan digital marketer yang website-nya ditutup oleh Balai POM atau Badan POM bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi. Saya pribadi sebagai apoteker sangat mendukung hal ini.

Beberapa hal yang perlu dipahami teman - teman digital marketer terkait menjual produk kesehatan dan kecantikan di internet :

  • Produk kesehatan dan kecantikan itu dikonsumsi langsung ke tubuh seseorang sehingga efek baik buruknya akan langsung terasa pada tubuh seseorang baik itu dalam jangka panjang maupun jangka pendek.
  • Memang pasar kesehatan dan kecantikan sangat marak dan potensial. Tidak ada larangan bagi siapa saja yang ingin memperoleh keuntungan dari market ini, hanya saja sebaiknya kita sama – sama memiliki rasa bertanggung jawab dalam memberikan value kepada hidup orang lain.

Kenapa produk yang kita jual harus terdaftar dulu di balai POM, toh di negara asalnya produk ini beredar dan baik – baik saja?

Kalau produk ini beredar baik di negara asalnya, tentunya dia sudah lolos uji mutu di negaranya. Kalau demikian, kenapa ga mau daftarin produknya di Indonesia.

Kan daftar produk di BPOM ribet?

(Iya juga sih) Ini juga pasti jadi PR temen – temen di BPOM untuk membuat registrasi lebih simple dan “tidak seram”.

Kan produk ini dibuat oleh temen saya Apoteker juga dia, biasa bikin formula di pabrik kosmetika. Harusnya aman dong?

Who knows. Makanya lebih baik diregistrasi kan :)

Bila website Anda ditutup oleh Balai POM, mungkin pikiran egois kita adalah “Gampang lah, bikin baru aja, toh juga beli domain dan sewa hosting murah tuh”, Yup, tentu bisa. Tetapi bagaimana bila kita memilih opsi lain yaitu meluruskan kembali cara kita berpikir dalam melakukan bisnis. Kita juga toh yang rugi bila upaya cool yang kita lakukan dalam menerapkan ilmu digital marketing kita dan ilmu bisnis kita justru mengantar kita pada gangguan pola pikir dan nurani.

Kita tidak dilarang jualan, Cuma diminta mendaftarkan diri kepada pemerintah secara legal. Mendaftarkan diri secara legal juga berarti kita secara gentle bersedia bertanggung jawab atas semua konten dan efek dari website yang kita buat. Kalau diminta menertibkan diri sendiri aja ga bisa, gimana bisa kelola bisnis dengan baik.

Ada beberapa online shop yang lumayan oke dan memiliki izin yang jelas, salah satunya di Medicalogy.com. Ini link-nya : https://www.medicalogy.com/. Setahu saya itu dikelola oleh apoteker dan sudah memiliki izini legal. Kalau mereka bisa, kita juga pasti bisa. 

Yuk, jadi digital marketer dan bisnisman yang bertanggung jawab :)

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article