Cara Menundukkan Wanita di Dunia Manapun

12 Mei 2012 00:51:15 Dibaca :
Cara Menundukkan Wanita di Dunia Manapun
-

Tahukah anda bahwa pembicaraan yang tidak mengenal waktu, zaman, tempat? Tahukah anda pembicaraan yang tidak pernah luput dari pembicaraan setiap manusia? Tahukah anda ucapan bibir yang tak pernah lupa menyebut namanya? Tahukah anda? tahukah anda? tahukah anda? .........penasaran yaaaahhhh Saya dan anda semua dipastikan sepakat bahwa dari semua itu jawabannya cuma satu yaitu "wanita". Sepakat yah? Wanita selalu hangat dibicarakan oleh setiap laki-laki, dari pengamatan saya pribadi ternyata wanita ini memang selalu menjadi malapetaka sekaligus anugerah, wanita makhluk paling dekat namun sangat sulit dipahami, wanita menjadi penghambat sekaligus pendorong kemajuan. Oleh karena itu, seorang lelaki ingin menjauh sekaligus mendekat pada wanita. Lelaki ingin tiada sekaligus ada wanita dalam hidup. Terlepas dari itu semua, tahukah anda menundukkan wanita di dunia manapun? wanita juga bisa memahami bahasa tubuh, bahasa isyarat tetapi semua itu belum mampu untuk menundukkan wanita sebab anda belum menyentuh pada titik pusatnya. Anda hanya menyentuh pada titik luarnya saja. Untuk tidak membuat penarasan anda sekalian pembaca bahwa cara untuk menundukkan wanita pada siapapun itu ternyata sangat sederhana anda cuma saya minta untuk berani berkata "I LOVE YOU" pada wanita, maka saat itu mereka akan tercengang dan tak bisa berkata-kata. Tulisan ini hanya hipotesa semata bukan fakta (sebagian besar saja). Tulisan ini terinspirasi oleh seorang teman yang seringkali bertanya segala hal tentang wanita padahal saya bukan wanita terlebih lagi ahli Psikologi wanita.Pembicaraannya sebelum dan sesudah, awal dari yang awal, akhir dari segala akhir tidak pernah lepas kata "wanita". Jika ingin menambah refrensi saudara kunjungi saya di sini

Muh. Tahir A

/catatantaqiyah.blogspot.com

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Pencari Makna Hidup
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?