Mohon tunggu...
Boy
Boy Mohon Tunggu... Freelancer - Digital Enthusiast

Do what you cant!

Selanjutnya

Tutup

E-Sport Artikel Utama

Gelar Turnamen Global 2019, PUBG Makin Serius Garap Esports

27 November 2018   03:06 Diperbarui: 5 Desember 2018   13:08 3991
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kalender penyelenggaraan turnamen global PUBG 2019. (Gambar: PUBG Corp)

Olahraga elektronik atau esports kini sedang berkembang pesat di berbagai belahan dunia. Di situs berbagi layanan video, Twitch, konten esports kerap meraih jutaan jam tayang.

Menurut laporan lembaga riset industri gim global, Newzoo, gim League of Legends (LoL) adalah yang terpopuler di Twitch dengan 274,7 juta jam tayang selama 2017. 

Meski jumlah jam tayang LoL amat fantastis, ada hal menarik lain dari laporan Newzoo edisi 2018 kali ini, yaitu masuknya gim PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) sebagai esports.

Daftar 25 besar gim esports berdasarkan jam tayang di Twitch selama 2017. (Sumber: Newzoo, Global E-Sports Market Report 2018)
Daftar 25 besar gim esports berdasarkan jam tayang di Twitch selama 2017. (Sumber: Newzoo, Global E-Sports Market Report 2018)
Sejak diluncurkan pertama kali dalam versi PC pada Maret 2017, PUBG langsung meraih banyak penggemar di seluruh dunia. Berdasarkan laporan lembaga riset Newzoo, jam tayang PUBG di Twitch mencapai 4,5 juta jam selama 2017 untuk kategori esports. 

Sedangkan untuk kategori non esports, PUBG menduduki peringkat 2 untuk jumlah jam tayang terbanyak selama 2017 di Twitch, yaitu 534,6 juta jam.

Pesatnya perkembangan gim PUBG ini karena genre gim “battle royale” disukai para pemain. Genre ini terinspirasi dari film Jepang “Battle Royale”, yang menampilkan sejumlah pemain masuk dalam satu area permainan dan saling bunuh. Satu-satunya pemain yang masih hidup hingga akhir akan tampil sebagai pemenang.

Sama seperti dalam film, misi utama permainan PUBG adalah saling bertempur dengan pemain lain dan bertahan hidup hingga akhir. Permainan dimulai dengan terjunnya 100 pemain dari pesawat ke pulau terpencil.

Usai mendarat, pemain tidak memiliki peralatan apa pun untuk bertahan hidup. Satu-satunya cara hanya berkelahi dengan tangan kosong. Supaya tidak rentan terbunuh, pemain harus segera mencari senjata dan peralatan tempur lain yang tersedia secara acak di reruntuhan bangunan.

Cara pemain mendapatkan senjata secara acak ini lah yang dinilai beberapa pihak bahwa PUBG tidak cocok untuk esports. Sebab dapat menyebabkan permainan menjadi kurang kompetitif atau tidak adanya kesempatan yang sama bagi semua pemain untuk saling mengalahkan.

Ingin menjajal tantangan esports lebih dalam, PUBG Corp kemudian menyelenggarakan PUBG Global Invitational (PGI) 2018, pada 25-29 Juli di Berlin. Seperti dikutip dari Forbes, CEO PUBG Corp, Changhan Kim, mengatakan bahwa "The PUBG Global Invitational 2018, adalah momen penting bagi PUBG Corp sebagai ajang unjuk gigi PUBG di ranah esports".

Bakal menjadi turnamen esports terbesar pertama mereka, hadiah yang ditawarkan pun lumayan besar. Selama lima hari, 20 tim profesional papan atas dari seluruh dunia berkompetisi untuk memenangkan hadiah senilai US $ 2 juta.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten E-Sport Selengkapnya
Lihat E-Sport Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun