Wanita Remehkan Merah Putih?

10 Juni 2012 02:37:41 Dibaca :

Jangan berburuk sangka dulu, Sebab yang saya maksud di sini bukanlah Sang Saka Merah Putih, bendera kebangsaan dan kebanggaan kita. Yang saya maksudkan adalah seputar kesehatan seksual kaum wanita di Indonesia. Lansiran WHO ter update, Indonesia menempati urutan ter-atas dalam urusan peremehan terhadap: Menstruasi dan Keputihan (Flour Albus). Rupa dari penyakit ini ditandai dengan berlebihannya cairan keputihan yang keluar dari vagina. Bakteri-bakteri dan jamur-jamur berhasil membuat aroma tak sedap terhadap organ yang sangat berharga itu.


Bukan apa-apa, gejala ini kian diremehkan kaum wanita kita, anggapannya 'penyakit' dianggap ringan saja. Wanita kita tak pernah (mungkin?) menyangka bahwa keputihan ini dapat menyebabkan terganggunya kesehatan reproduksi alias mandul.Sekresi vaginal ini sebetulnya kaum wanita kita memahami beberapa penyebab terpaparnya gejala yang bukan hanya berhubungan dengan keindahan vagina tetapi jauh dari itu, kesehatan onderdil yang satu ini sangat berpotensi 'mematikan'.


Tak mudah menyembuhkan keputihan, ia datang dan pergi. Selanjutnya, personal hygiene yang menjadi anjuran populer namun kerap dienteng-entengkan wanita kita, masih saja ada wanita yang lalai. Lalai ketika membasuh vagina baik dalam arah pembasuhan maupun durasi pembersihan. Wanita kita tak menyadari secara total bahwa 'tetangga' yang paling potensial untuk menebar teror bakteri adalah anal/anus. Dalam aktifitas pembasuhan, ia menggunakan arus bolak-balik. Yang semestinya, arus searah: dari hulu (vagina) menuju anus (muara).


Belum lagi pengelolaan stres, rentannya wanita terhadap ketegangan dan kecemasan membuatnya kian mudah terpapar dengan keputihan. Keputihan memanglah umum terjadi saat menyambut dan melepas masa 'merah' alias haid. Namun, jika keterpaparan keputihan setiap hari, maka inilah yang dikategorikan serangan flour albus yang sangat mengganggu kesehatan wanita, baik wanita dewasa maupun remaja.


Fakta mencengangkan lainnya: wanita yang biasa berhubungan seks dan berganti-ganti pasangan dapat menjadi faktor risiko terhadap prevalensi flour albus. Selamanya berhubungan seks dengan berganti-ganti pasangan memunculkan masalah kesehatan yang serius, baik HIV/AIDS maupun keputihan dan lain-lain. Kemudian, stres tadi menyebabkan keputihan, dan sebaliknya keputihan menyebabkan stres. Sebuah lingkaran setan dan reversible.


Kelewat banyak wanita yang mengetahui bahwa zona kepribadiannya lagi tidak standard, tidak stabil tetapi malu-malu memeriksakannya ke dokter. Pun kelewat banyak wanita memahami bahwa kerap menggarut-garut vagina, malas-malasan ganti pembalut, kurang aktifitas gerakan tubuh, tak mengontrol jadwal makan, dan sebagainya. Gaya hidup serupa ini, sungguh menjadi stimulan dan penyebar undangan akan datangnya jamur-jamur merengsek ke 'lorong sempit', berpanjatan di dinding-dinding vagina. Inilah yang saya sebut wanita kita masih remehkan 'merah putih'. Dan ini sangat fatal jika wanita setia melakukan pembiaran terhadap kesehatan alat vitalnya.


Melalui OPINI ini, Kompasianer dari Makassar ini berpesan ringan: Wahai kaum wanita, jangan remehkan merah putihmu...!!!.


Muhammad Armand

/arsyadrahman

TERVERIFIKASI (BIRU)

Universitas Sultan Hasanuddin Makassar-Sulsel-Mandar-Sunni
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?