Front Pembela Islam Dibekukan?

09 Mei 2012 10:10:21 Dibaca :
Front Pembela Islam Dibekukan?
rimanews.com

Saat saya ditugaskan mengawas Ujian Nasional di Madrasah Aliyah, siswanya memanggilku uztad. Duh, alangkah senangnya batinku, tenteram dan terasa ingin berbuat baik selalu kepada sesama manusia. Mengapa saya senang?. Karena arti uztad adalah panutan, orang yang dapat dicontohi. Artinya, saya disematkan panggilan uztad karena dapat dileladani. Siapa yang tak happy jika menjadi seorang yang dapat dicontohi orang lain. Sebagai muslim awam, rasa-rasanya panggilan Uztad ini identik dengan Guru, Pemangku, Bikhsu atau Pendeta. Beliau-beliau memberi inspirasi untuk dianuti banyak orang. Oh iya, setiap guru pria di Madarasah Aliyah itu, dipanggil uztad.

* * *

Tadi pagi saat jeda mengajar di kampus, sekelompok Mahasiswa Pencinta Musholla (MPM) berdiskusi tentang syarat-syarat menjadi uztad. Indah kudengar syarat-syaratnya, sejuk ternyata perilaku seorang uztad. Sembari mendengar diskusi mahasiswaku itu. Seorang kawan dekat tiba-tiba berkata (tidak nyambung dengan diskusi itu): "FPI dibubarkan, maksiat semakin subur". Oh ternyata temanku ini sedang membaca koran; berita anarkis FPI.

Saya bergegas pulang ke rumah, googling kompas.com. Wow, ada berita menarik buat saya: "Jika Bandel, FPI Akan Dibekukan".

"Kalau masih melakukan pelanggaran, kami akan ambil tindakan pembekuan sesuai UU Nomor 8 Tahun 1985 tentang Ormas," kata Gamawan kepada para wartawan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (15/2/2012). Menurut UU Nomor 8 Tahun 1985, ormas yang terus mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat setelah menerima surat teguran sebanyak dua kali dapat dibekukan. (Catatan: saya salin kutipan ini sesuai aslinya di kompas.com.

* * *

Saya umat Islam yang bingung, tak tau mau komentar apa jika seandainya FPI dibekukan. Kebingungan ini berakhir ketika saya menghubungkan makna uztad, orang-orang berkecimpung di FPI adalah komunitas uztad atau guru dengan misi primernya: al`amru bil-ma'ruf wannahyu'anil-mun'kar (Mengajak orang-orang berbuat baik dan mencegah masyarakat berbuat kejahatan. Ungkapan ini lebih populer dikalimatkan: Amar Ma'ruf, Nahi Munkar.

* * *

Mengertilah saya mengapa orang-orang kurang simpati dengan ormas FPI, nyata sekali alasannya untuk tak bersimpati. Mereka adalah guru, panutan tetapi kontradiktif dengan perilaku seorang Guru. Hakikat Guru adalah orang baik dan tak suka menggunakan kekerasan kepada muridnya, saudaranya, tetangganya dan masyarakat di seputarnya.

Detik ini, saya mengikuti kodrat kemanusiaan saya bahwa siapapun, apapun dan bagaimanapun cara orang orang menegakkan kebenaran tetapi dengan cara kekerasan, saya takkan bisa menerimanya. Jika saja, Mohandas Karamchand Gandhi masih hidup, beliau akan menangis tersedu-sedu menyaksikan sebuah perjuangan dengan latar-latar kekerasan^^^.

--------------

Catatan:

Mohon tidak memberikan komentar yang merembes SARA.. Terima kasih....

Muhammad Armand

/arsyadrahman

TERVERIFIKASI (BIRU)

Universitas Sultan Hasanuddin Makassar-Sulsel-Mandar-Sunni
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?