Ariyani Na
Ariyani Na wiraswasta

Hidup tidak selalu harus sesuai dengan yang kita inginkan ... Follow me on twitter : @Ariyani12

Selanjutnya

Tutup

pilihan headline

Ternyata "Ngerumpi" Pun Ada Tariannya Lho

17 Maret 2017   14:27 Diperbarui: 17 Maret 2017   22:00 95 25 19
Ternyata "Ngerumpi" Pun Ada Tariannya Lho
Sedang 'ngerumpi' - dokumen pribadi

Objek wisata utama yang akan dikunjungi saat kita ke Sumatera Utara tentu Danau Toba, yang keindahannya dapat kita telusuri dari Toba hingga Taman Simalem. Selebihnya kita akan berkunjung ke objek wisata budaya dan sejarah yang bagi sebagian orang tidak menarik karena hanya melihat peninggalan-peninggalan sejarah dan ceritanya, namun tidak demikian kondisinya saat kami mengunjungi Huta Siallagan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

huta-58cb9156ec96739d1a090827.jpeg
huta-58cb9156ec96739d1a090827.jpeg

Huta Siallagan merupakan objek wisata budaya yang saat kita masuk ke dalamnya akan diperlakukan seolah menjadi tamu raja. Kita akan diajak kembali ke masa pemerintahan raja Siallagan kira-kira 300 tahun yang lampau.

Lambang Cicak dan Payudara

dokumen pribadi
dokumen pribadi
Di bagian depan rumah adat kita akan menemukan gambar cicak dan empat buah payudara, gambar cicak atau gorga boraspati merupakan simbol kebijaksanaan dan kekayaan. Gambar cicak diambil sebagai simbol karena para leluhur melihat bahwa cicak dapat hidup di mana saja dan dapat bertahan hidup meskipun dalam cengkeraman kucing sekalipun. Ini menggambarkan laki-laki Batak yang umumnya merantau ke daerah lain harus dapat bertahan hidup dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya di mana pun berada hingga meraih kesuksesan.

Empat gambar payudara atau adop-adop memiliki arti masing-masing. Adop pertama melambangkan kesucian wanita, adop kedua melambangkan kesetiaan, adop ketiga melambangkan kesejahteraan dan adop keempat kesuburan wanita. Lambang ini menggambarkan sosok ideal wanita Batak yang dapat menjaga kesucian dengan kesetiaan dan dengan air susunya dapat merawat anak-anaknya hingga besar berguna bagi keluarga.

Simbol cicak dan empat payudara ini tidak hanya ada di Huta Siallagan tetapi juga di beberapa tempat wisata lain dan posisinya selalu sama, yaitu cicak akan menghadap keempat payudara yang artinya bahwa orang Batak yang merantau akan selalu ingat tanah kelahiran dan pulang ke tempat di mana ibunya berada.

Kehidupan Masyarakat Batak 300 Tahun Lalu

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Masuk ke dalam rumah adat, kita akan melihat perabotan yang letaknya masih sama seperti 300 tahun lalu, dapur yang berada di tengah rumah di mana sekelilingnya akan menjadi tempat tidur anggota keluarga saat malam hari, bagian atas terdapat tempat menyimpan perobatan dan juga terdapat alat tenun yang digunakan wanita Batak untuk menenun kain ulos yang beraneka ragam untuk berbagai kegiatan.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Hukum Adat, Kursi Sidang, dan Makan Mayit

Selain Pohon Hau Habonaran dan tempat tinggal raja, kita akan melihat batu-batu yang di tata sebagai tempat persidangan untuk mengadili perkara. Terdiri dari kursi raja, kursi permaisuri, kursi tetua adat dan kursi terdakwa perkara kejahatan. Terdakwa yang terbukti bersalah dan mendapatkan hukuman mati akan menjalani eksekuti mati seperti pada cerita film kolosal Korea.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Setelah dilakukan rangkaian kegiatan upacara adat, tereksekusi akan dipenggal kepalanya dan organ tubuhnya akan dihidangkan kepada raja dan saksi, sisa tubuhnya akan dibuang ke danau, dan air danau tidak boleh digunakan hingga 1-2 minggu ke depan. Kegiatan menyeramkan ini tidak dilakukan lagi sejak kedatangan Nomensen yang menyebarkan agama Kristen.

Mengenakan Ulos dan Menari Tortor

Karena dianggap sebagai tamu raja, wisatawan akan disambut dengan diberikan ulos beserta ikat kepalanya kemudian diajak menari bersama boneka sigale-gale.

Tarian pertama adalah tarian sambutan tamu raja, kemudian wisatawan diajak berbaris kemudian berjalan sambil menari memberi persembahan kemudian mengambil beras dan melemparnya ke atas.

Di tengah terik matahari, kegiatan menari ini tetap menjadi kegiatan menyenangkan, bahkan gerakan-gerakan tari tor-tor ‘naik sepeda motor’ selalu diingat dan dijadikan gerakan saat kami berada bersenang-senang di dalam ruang karaoke.

Terakhir kami diajak ngerumpi, bukan asal rumpi tetapi berupa tarian yang gerakannya memang seperti rumpian, dan bukan hanya kaum wanita tetapi laki-laki pun ternyata pintar ngerumpi*nyengir.

Untuk melihat bagaimana kami ngerumpi, berikut videonya.