Mohon tunggu...
Mbah Ukik
Mbah Ukik Mohon Tunggu... Buruh - Jajah desa milang kori.

Wong desa

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Apanya yang Horor?

5 September 2019   13:23 Diperbarui: 5 September 2019   13:37 392
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Si Bungsu di bawah letusan hebat G, Bromo 2010. Dokpri

Pengalaman mistis di gedung kuno semacam itu sungguh banyak bukan hanya saya alami sendiri tetapi juga secara bersama dengan teman guru, karyawan, dan siswa. Sebagai contoh ketika saya datang lebih awal untuk mengontrol karyawan bagian kebersihan, seorang siswa sudah datang jam 6.15 saat kencing tiba-tiba saja dia melihat sepasang kaki di toilet kontan saja berteriak-teriak dan ketika saya dan pembantu datang sepasang kaki itu masih ada! Atau tanpa ada angin tiba-tiba saja pintu jati yang besar menutup dengan sendirinya dengan pelan lalu langsung bruaaak...

Saat akan mengadakan renovasi besar kami pun mengadakan doa menurut iman kami dan juga ritual exorcist sesuai dengan kearifan lokal yang tak boleh ditinggalkan. Demikian juga persiapan teknis yang dilakukan pihak kontraktor sudah professional untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang berakibat fatal. 

Kecelakaan kecil akibat salah perhitungan atau human eror bisa saja terjadi. Namun hal yang fatal berakibat hilangnya nyawa juga pernah terjadi. Penyidikan aparat pun sudah dilakukan namun sulit dibuktikan mengapa kecelakaan ini bisa terjadi.  Misalnya tiba-tiba saja seorang tukang jatuh dan luka parah. Tentu saja masih ada kisah-kisah mistis penuh misteri yang secara etis tak mungkin dikisahkan di sini. Seperti dua contoh di atas tidak saya sebutkan lokasinya.

Selatan alas Purwo. Dokpri
Selatan alas Purwo. Dokpri
Titik api apakah yang baru turun melayang dari atas? Dokpri
Titik api apakah yang baru turun melayang dari atas? Dokpri
Dihantam sepeda motor yang ketakutan api, Dokpri
Dihantam sepeda motor yang ketakutan api, Dokpri
Darah korban yang menempel di kaos penulis. Dokpri
Darah korban yang menempel di kaos penulis. Dokpri
Horor di alam terbuka.

Seorang Kompasianer terkekeh ketika dalam sebuah postingan, saya menyamakan diri bagai Dursasana, tokoh wayang dari Kurawa yang suka cengengesan walau jujur tapi agak brangasan. Alasan saya hanya karena akan menyantap siapa saja yang tidak konsisten. Di sisi lain suka tantangan termasuk menantang lelembut juga Nyai Roro Kidul. Rupanya hantu dan kaum lelembut ga sudi bertemu denganku. Tentang hal ini pernah kutulis di Kompasiana dan FB, tentu saja sedikit ada cacian karena kesembronoan dan kesombongan. Bisakah bertemu lelembut? Bisa. Walau seumur hidup tak lebih dari 10 kali.

Setahun lalu, ketika akan menikmati mistisnya daerah Banyuwangi tiba-tiba saja saat menjelajah hutan jati selatan Alas Purwo muncul bola api kecil yang melayang di antara pucuk-pucuk jati.  Santet atau banaspati? Entahlah.... Tapi kami kejar untuk dipoto. Lari di tengah hutan jati tentu saja kalah cepat dengan api tersebut. Namun setidaknya sebelum mati mendarat kami sempat memotonya.

Kisah ini kami ceritakan pada orang desa yang ternyata kurang berkenan dan meminta saya hati-hati. Di luar dugaan keluar dari hutan jati di jalan  yang sempitkami ditabrak pengendara sepeda motor yang n keluar dari hutan dan tampaknya sedang ketakutan. Sepeda motor ringsek dan mobil kamir rusak parah. Parahnya pengendara dan pembonceng ini justru akan digebugi warga setempat tanpa alasan jelas. Justru kami yang kelabakan harus melindungi. Syukurlah semua berjalan damai tanpa kami ketahui apa sebenarnya yang terjadi.

Memedi pedut.

Salah satu nama hantu yang ditulis oleh pengalaman K'ner adalah memedi pedut. Berdasarkan kisah dan pengalaman penulis, memedi pedut adalah hantu atau lelembut yang paling mudah dilihat dan ditemui dan difoto dengan cukup jelas. Dan betul-betul nyata. Cuma perlu ketangguhan mental dan raga. Hantu ini mudah ditemui di tengah sawah, kebun, dan hutan atau tempat terbuka.

Setelah berpuluh kali dikejar dan melihat memedi pedut pada akhirnya penulis takluk dan mau berteman dengannya. Kubiarkan memedi pedut ini menari-nari bak pebalet yang menarikan Swan Lake di panggung yang hening.

Ternyata memedi pedut (asap atau kabut) sesuai dengan namanya adalah pusaran badai kecil yang membentuk kabut yang penuh butiran air yang sedang menari-nari tertiup angin namun tertahan dua tebing atau pohon besar yang ada di sekitarnya. Pusaran badai ini berdiameter antara 1 hingga 2 meter. Bila terjadi di tengah sawah akan merobohkan padi dan membentuk lingkaran yang seakan-akan dibuat oleh mahluk lain atau alien!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun