HIGHLIGHT

Etika Menulis dan Kejujuran

27 April 2010 15:03:00 Dibaca :

Menulis bagi sebagian orang adalah kegiatan yang menyenangkan. Melalui menulis, orang dapat mencurahkan berbagai gagasan, pemikiran, tanggapan, maupun perasaan. Akan tetapi, ada etika penting yang harus diingat ketika seseorang menulis, baik penulisan akademik maupun jurnalistik. Etika tersebut adalah kejujuran.

Tulisan singkat ini akan sedikit mengingatkan tentang pentingnya kejujuran dalam menulis. Akan tetapi, tulisan ini hanya dibatasi tentang etika kejujuran dalam menulis di media massa, terutama Kompasiana. Mengapa tulisan ini membicarakan hal tersebut? Menurut berbagai tulisan yang beredar di Kompasiana, banyak ditemukan plagiat yang dilakukan penulis dalam website ini. Hal ini tentu cukup memprihatinkan.

Membicarakan tentang kejujuran, yang dimaksud disini tentu saja berkaitan dengan tulisan yang dipublikasikan.  Kejujuran yang pertama harus dipegang penulis adalah jujur bahwa tulisan yang dipublikasikan adalah hasil pemikirannya sendiri, bukan plagiat dari tulisan orang lain. Kejujuran kedua yang harus dipegang penulis adalah mencantumkan referensi atau pustaka apabila mengutip tulisan orang lain. Kejujuran ketiga berkaitan dengan tata tertib menulis di Kompasiana. Salah satu tata tertib dalam penulisan di Kompasiana adalah dilarang menayangkan cuplikan suatu tulisan yang sudah ditayangkan di Kompasiana, blog atau situs internet lainnya. Dari peraturan ini tentu setiap penulis harus jujur pada dirinya sendiri apabila tulisannya sudah pernah dipublikasikan tentu tidak dapat ditayangkan kembali di Kompasiana.

Berdasarkan uraian singkat di atas tentu dapat dipahami bahwa menulis dan mempublikasikan tulisan di media massa membutuhkan kejujuran. Sedikit tulisan diatas semoga dapat mencerahkan pembaca dan membuka berbagai kemungkinan pembicaraan dan diskusi tentang publikasi tulisan di media.

Ardi Kurniawan

/ardiy

ikuti saya @ardifeatardi
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?