Mohon tunggu...
Ani Siti Rohani
Ani Siti Rohani Mohon Tunggu... Buruh - Perempuan penikmat sunyi

Life is never flat

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Gadis Penanti Senja

4 Mei 2019   07:59 Diperbarui: 4 Mei 2019   11:56 93
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Aku ingin bicara sebentar denganmu," ucap Hilmi.

"Bicara apa? Bicara saja, silakan!" balasku masih was-was memperhatikan orang-orang di sekitar surau.

"Aku menyukaimu, Nad. Maaf. Mungkin seharusnya aku tidak seperti ini tapi aku benar menyukaimu. Aku baru menyadarinya."

Aku sekilas menatapnya tidak percaya, lalu aku segera menundukkan pandanganku.

"Apa kamu mau menikah denganku?" lanjutnya lagi.

Hening. Aku tak segera menjawab. Suara gemuruh muncul dari atas. Sepertinya akan turun hujan. Sebab rembulan tak menampakkan wajah rupawan. Demikian pun bintang. Mereka entah ke mana menghilang.

"Bagaimana dengan Mas Faris?" tanyaku lirih.

"Ah, benar. Kamu menyukai abangku. Kamu menyukai Bang Faris. Mana mungkin  kamu akan menerimaku," balas Hilmi.

"Aku bukannya tidak menyukaimu, Mi. Siapa pula yang tidak suka dengan lelaki sholeh sepertimu," balasku.

"Lantas, keputusan apa yang akan kamu ambil?" tanya Hilmi.

Aku diam sejenak. Memikirkan jawaban yang setidaknya akan kuanggap paling tepat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun