PILIHAN

Novak Djokovic Kehilangan Magisnya

07 Maret 2017 16:35:27 Diperbarui: 07 Maret 2017 17:24:41 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Novak Djokovic Kehilangan Magisnya
Nole (novakdjokovic.com)

Novak Djokovic, petenis hebat dengan 12 gelar juara grand slam, bertahta di puncak ATP ranking sejak 2011, walau sesekali terlempar ke peringkat kedua, tetapi tetap bertahan di papan atas rangking tunggal putra tenis dunia. Setelah menjuarai French Open, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Rolland Garros, Mei lalu, Novak Djokovic seperti kehilangan sentuhan magisnya. Menjadi mudah dikalahkan, tidak bersemangat seperti biasanya, Nole, sebutan akrab Novak belum bisa merebut kembali tahta petenis no. 1 dunia dari tangan kompatriotnya, Andy Murray. 

Terakhir, Novak kembali kalah di perempat final Acapulco ATP 500 dari petenis Australia Nick Kyrgios, Jumat kemarin. Walau demikian, Novak tetap bertahan di peringkat 2 dunia, unggul dari Stan Wawrinka di peringkat ketiga dan Milos Raonic di tempat keempat.

Rolland Garros memang menjadi obsesi terbesar pertenis putra terbaik Serbia ini. Masuk final hingga 4 kali, yakni pada tahun 2012, 2014, 2015, dan 2016; Novak baru dapat menjuarainya pada kesempatan terakhir dengan mengalahkan Andy Murray dalam pertandingan 4 set, 3–6, 6–1, 6–2, 6–4. Setelah itu dia terpuruk dan seperti kehilangan motivasi bermain, walau terkadang diselingi dengan cedera ringan, tetapi Novak tidak mampu tampil pada permainannya yang seperti biasa; garang, bersih, berdeterminasi tinggi, dan agresif. Novak tidak mampu mempertahankan gelar juaranya di Wimbledon karena kalah di ronde ke-3 dari petenis Amerika Sam Querrey. 

Nole masih bisa menjuarai Canada ATP Masters pada bulan Juli 2016 sebelum rentetan kekalahan yang dideritanya di sisa ATP Tour 2016. Dia tersingkir di putaran pertama Olimpiade Brasil 2016, kalah dari Juan Martin del Potro. Novak kembali kalah di final US Open dari Stan Wawrinka dan kemudian kalah lagi di final ATP Tour Finals dari Andy Murray. Dengan kemenangan dari Novak tersebut, Andy Murray menutup tahun 2016 sebagai petenis no. 1 dunia.

Memasuki tahun 2017, Novak mengawali tahun ini dengan memenangi Qatar ATP 250 dengan membalas kekalahannya dari Andy Murray di final ATP Tour Finals London. Kemenangan yang diperkirakan sebagai kembalinya Novak pada permainan terbaiknya ternyata tidak terbukti. Di turnamen besar awal tahun, Australia Open, Novak kembali kalah. Dunia dikejutkan dengan tumbangnya Novak di tangan petenis dengan rangking 117 dunia saat itu, Denis Istomin. Tidak mengalami perkembangan mental bermain, Novak kembali kalah di turnamen berikutnya dari Nick Kyrgios 6-7 (9), 5-7 di perempat final Acapulco ATP 500, Jumat lalu.

Novak Djokovic diprediksi kembali bertanding pada turnamen ATP Masters pertama tahun ini, Indian Wells Masters, di mana dia adalah juara bertahan. Mampukah Novak Djokovic bangkit dari keterpurukan dan mempertahankan gelar juaranya di Indian Wells? Bagaimana nasib petenis yang disebut terbaik dunia di era saat ini; petenis yang disebut lebih baik dari Pete Sampras bahkan Roger Federer; “the best returner” yang lebih baik dari Andre Agassi ini? 

Dapatkah dia kembali pada permainan terbaiknya, memulihkan mental bertandingnya? Kita tunggu saja hasil turnamen yang sudah mulai dipertandingkan sejak kemarin. Semoga dia lekas bangkit dan dapat kembali meramaikan peta persaingan tunggal putra tenis dunia, apalagi ditambah dengan kembalinya performa Roger Federer dan Rafael Nadal.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana