Mohon tunggu...
Amir Mahmud
Amir Mahmud Mohon Tunggu... Administrasi - Hitam manis

Menulis melatih emajinasi

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Blunderkah Jokowi Pilih Ma'ruf Amin sebagai Cawapres?

12 Agustus 2018   16:02 Diperbarui: 12 Agustus 2018   16:46 1411
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Capres dan Cawapres Pilpres 2019 dari Koalisi Kerja pada Hari Jumat, 10 Agustus 2018.

Pendaftaran Capres/Cawapres di KPU (liputan6.com)
Pendaftaran Capres/Cawapres di KPU (liputan6.com)
Banyak pertanyaan yang mengganjal di masyarakat tentang penetapan pilihan Jokowi pada Ma'ruf Amin sebagai pendamping pada Pilpres mendatang.

Blunder atau Keuntungan?

Untuk mengetahui penetapan ini sebagai blunder atau keuntungan mari kita analisa bersama-sama.

Jokowi memberikan beberapa alasan memilih Ma'ruf Amin sebagai Cawapres.

1.  Ulama yang bijaksana
Menurut Jokowi, Ma'ruf Amin sebagai ulama yang bijaksana.

2. Ulama, Politisi dan Negarawan
Selain menjadi ulama dengan sejumlah jabatan, Ma'ruf Amin juga merupakan Politisi. Ma'ruf Amin pernah menjadi wakil rakyat dari berbagai tingkatan dari tingkat daerah sampai tingkat pusat sampai lembaga tinggi negara.

3. Tokoh Kebhinekaan
Dalam keterkaitan tentang kebhinekaan Ma'ruf Amin juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

4. Disetujui 9 Parpol Pendukung
9 Partai Pendukung pada Pilpres 2019 seluruhnya menyetujui penunjukan Ma'ruf Amin sebagai Cawapres.

Selain 4 poin diatas, Jokowi juga menyoroti tentang konsep perpaduan kelompok nasionalis dan religius.

Melihat fakta-fakta pendukung diatas, penunjukan Ma'ruf Amin sangat tepat karena beliau dapat merangkul ulama untuk bersinergi membangun negeri ini kedepan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun