Terhalang Kabut

19 Mei 2017   21:24 Diperbarui: 19 Mei 2017   21:30 26 1 0

Masih aku ingat deru ombak
 Bergulir merelung beriringan
 Menyapa langit sore nan senja
 Dengan pijakan debu pasir menghentak

 Aku hanyalah seorang pengarang puisi
 Meski itu tak puitis
 Tapi itu caraku
 Caraku untuk mengenangmu

 Mengenang jemari canda tawamu
 Yang enggan aku tolak dalam anganku
 Mengenang senyum syahdumu
 Yang selalu menghantui kisi hatiku

 Andai saja waktu bisa ku putar
 Detik itu bisa ku ulang
 Aku tak ingin kehilanganmu
 Hanya karena sebuah perpisahan

 Mungkin itu sudah menjadi suratan
 Takdir Tuhan yang paling Dahsyat
 Sehingga tak bisa aku ingkari
 Meski aku sudah jauh berlari

 Kini yang bisa ku kenang adalah namamu
 Kini yang bisa ku nikmati adalah kenanganmu
 Kini yang bisa ku lihat adalah nisanmu
 Kini yang bisa ku lakukan adalah mendoakanmu

 Alam memang sudah memisahkan kita
 Dalam peraduan hati yang tak bisa ku jangkau lagi
 Hanya bisa ku kirimkan doa-doa tulus dari hatiku
 Semoga kau bisa tenang dan tersenyum untukku.

 

Cirebon, 2 Mei 2017